>

Total Tayangan Halaman

Minggu, 06 Februari 2011

MENSINERGIKAN GERAKAN DAKWAH

pada saat berakhirnya perang salib pada tahun 1683 tepatnya di perbentengan Wina ( sekarang Austria ) . Merupakan salah satu wujud benih kehancuran Daulah Turki Utsmaniyah , yang mrupakan kekhalifahan terakhir Dunia Islam setelah Daulah Abasiyah , hal itu menunjukkan satu bukti bahwa masa kejayaan Islam telah berakhir (pada masa itu tentunya ) . Yang pada puncaknya adalah ketika " Bocah Salonika " yang bernama Mustafa Kemal Attaturk singgah dipanggung pemerintahan Turki , yang sebelumnya sukses menggulingkan Khlaifah terakhir Bani Saljuk ( Turki Ustmaniyah ) tersebut , sehingga membuat Dunia Islam resmi kehilangan bentengnya pada tahun 1924 .
Mungkin kita sedikit merenung kebelakang . Salah satu faktor penyebab runtuhnya Khlaifah Islamiyah itu , adalah terjadinya perpecahan dikalangan Umat Islam itu sendiri , walaupun di sisi yang lain tidak menutup kemungkinan sebab sebab yang lain yang sedemikian kompleknya . Bukankah Rosulullah Muhammad SAW pernah bersabda dan benarlah ( menjadi kenyataan ) : 
" Hampir hampir Umat umat lain mengerumuni kalian segenap penjuru sebagaimana ( mereka mengerumuni ) hidangan diatas piring besar . " Kami berkata : " Wahai Rosulullah , apakah jumlah kami sedikit waktu itu ? " Nabi menjawab : " Pada sat itu jumlah kalian banyak , tetapi kalian seperti buih air bah . Akan di cabut rasa segan , dan hormat dari hati musuh musuh kalian , dan akan di jadikan pada hati kalian penyakit Wahn . " Mereka bertanya : " Apa wahn itu ? " Nabi menjawab : " Cinta hidup dan takut mati " ( HR . Ahmad dan Abu Dawud ) 

Dari hadits diatas salah satu penyebabnya adalah adanya propaganda dari para ulama' suu' konservatif nan pragmati yang menyatakan " Pintu Ijtihad telah tertutup rapat " . Hal itu berdampak , akan memacu umat untuk bersikap taqlid ( mengikuti secara membabi buta tanpa mengetahui dasar ilmunya atau mematikan akal ) . Atau banyak para cendekiawan Muslim yang dengan mudahnya melakukan satu Ijtihad pribadi padahal dalil dalil telah jelas dan tidak perlu di lakukan satu Ijtihad ( padahal seseorang melakukan satu Ijtihad ada satu syarat syarat yang harus di penuhinya untuk melakukan satu Ijtihad ) dan umat ini di giring pada satuupaya untuk bersikap taqlid , padahal seseorang bersikap taqlid kepada seorang ulama' ada juga syaratnya ( tidak asal taqlid saja ) .

Selain itu sikap bid'ah , khurofat , serta mempercayai hal hal yang bersifat takhayul juga turut menyemarakkan krisi kepribadian umat islam hari ini . Dan juga hal itu di perparah lagi dengan banyaknya berbagai macam sekte (  aliran ) serta kesyubhatan mutakalimun banyak bermunculan yang melahirkan tokoh tokohnya . Seperti ; Washil bin Atta' ( Mu'tazilah )  , Abu Hasan Al Asy'ari ( Asy'ariyah ) , Abu Ali Muhammad bin Al Jubai , Abdullah bin Saba' ( Syi'ah ) , dll yang dari mereka berkembang kepada sekte sekte yang lain yang induknya dari sana . Alah Azza Wajalla berfirman : 
" Dan janganlah kalian mengikuti ( taqlid ) apa yang kalian tidak mempunyai pengetahuan terhadapnya . Sesungguhnya pendengaran , penglihatan dan hati semua akan di mintai pertanggung jawaban ( QS : Shaad 36 ) 

Imam Ahmad bin Hambal pun pernah berkata : " Janganlah kalian taqlid kepadaku , jangan pula kepada Imam Malik , kepada Al Auza'i jangan pula kepada Al Tsauri (  Sufyan Atsauri seorang tabi'in ) dan jangan pula kepada imam imam yang lain . Akan tetapi ambillah hukum hukum dari mana mereka itu semua mengambilnya " .

Belum lagi krisis sosial dan politik yang sedang menggejala . Dinamika umat mulai yang bersifat firqah , hizbiyyah jahiliyah serta ashabiyah tak pelak lagi turut menyemarakkan problematika  secara historis tersendiri bagi umat islam . Sehingga hal itu berdampak kepada kestabilan ketahanan pemerintahan kekhalifahan Islamiyah yang serta merta menjadi labil . Sehingga tak hayal lagi hal itu dapat membuka satu peluang bagi bangsa , agama , ras dan ideologi di luar Islam untuk menggeser dominasi Dunia Islam yang telah memimpin peradapan dunia , sehingga benarlah apa yang di sabdakan Rosulullah Muhammad SAW 
" Hampir hampir Umat umat lain mengerumuni kalian segenap penjuru sebagaimana ( mereka mengerumuni ) hidangan diatas piring besar " 

Syaikh Shafiyyurakhman Al Mubarokfuri ( pemenang penulisan sirah Nabi tingkat Internasional ) di dalam kitabnya  Al Ahzab As Siyasiyah fil Islam " , hal 101 , sedikit memaparkan bahwa : " Benih benih perpecahan di tubuh umat berawal ketika masa awal kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib r.a , terkait kesalah fahaman diantara Amirul Mukminin dengan para sahabat terkait kasus pembunuhan Amirul Mukminin Utsman bin Affan r.a sebagai salah satu faktor ( di samping faktor faktor yang lainnya ) . Yang di perkeruh lagi oleh kaum munafikin yang bermain di belakangnya . Kemudian berlanjut pasca Khulafaur Rasidin yaitu Yazid bin Muawiyah bin Abu Sofyan , yang membuahkan satu tragedi terbunuhnya cucu Rosulullah Husein bin Ali bin Abu Thalib r.a dan putra dari Az Zubair ( Abdullah bin Zubair ) " . Ini dari segi konflik internal umat .

 Sedangkan konflik eksternal yang merupakan akibat dari persoalan politik , adalah jatuhnya kota Kordoba , Andalusia ( sekarang Spanyol ) yang masa itu merupakan wilayah kekhalifahan Daulah Umayah yang terakhir . Pada tahun 1236 ke tangan konspirasi salib ( Raja Ferdinan III dari Aragon , dengan Ratu Isabella dari Castillia ) .
Hal itu terus berlanjut ketika era kekhalifahan Abasiyah , walaupun pada masa masa pemerintahannya mengalami kemajuan dibebagai bidang seperti halnya Daulah Umayah . Contoh pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid , Khalifah Walid bin Abdul Aziz , serta khalifah besar yang lainnya . Akan tetapi penyakit Al Wahn yang menggejala di kalangan umat yang membuat ke khalifahan ini bernasib sama seperti Daulah Umayah .Puncaknya adalah , ketika bangsa Mongol pimpinan Hulagu Khan pada tahun 1258 menyerang ibu kota ( Baghdad ) serta menghancurkan kekhalifahan Islamiyah itu .
Hingga pada fase kekhalifahan Daulah Bani Saljuk ( Turki Usmaniyah ) , sama pula dengan daulah daulah islamiyah yang sebelumnya yang juga sempat mengalami kemajuan di berbagai bidang . Namun lagi lagi penyakit Wahn yang menjadi penyebab Daulah Islamiyah ini mengalami nasib sama seperti ke khalifahan sebelumnya , mengalami kemunduran hingga berbuah kehancuran . Hal itu bermula ketika perang salib ( 1060 - 1270 ) , perang besar yang berlangsung 2 abad , bahkan ada pula ahli sejarah yang mengatakan 6 abad , sehingga tak heran ada rumusan yang menjelaskan perang salib berakhir pada era 1680 an . Cukup riskan , mengingat posisi Daulah Turki pada fase ini berada dalam posisi " serba " defensif akibat krisis dalam negri yang juga melanda Daulah Islamiyah itu .

Solusi Dakwah   

Perpecahan umat pada saat itu merupakan buah dari imbas dari sikap yang berlebih lebihan secara psikologi yang menyebabkan akal telah menjelma menjadi alat pemicu kepuasan tanpa batas ( Al Wahn ) . Mungkin dalam hal ini ada baiknya jika ita sedikit bermuhasabah perihal sabda Rosul SAW : 
" Binasalah hamba dinar , binasalah hamba dirham , binasalah hamba perhiasan ...." ( HR . Bukhari Muslim ) 
Tak mengherankan jika banyak umat islam , hingga para tokoh tokohnya yang telah terontaminasi pandangan hidupnya di luar Islam , terbelenngu dengan sistim hukum thaghut , berprinsip matrialis , berlogika dengan bukan Islam . Dengan bergantinya ideologi maka praktis berganti pula aqliyahnya , sehingga wajar jika hal ini turut berimbas pula pada konsep pentarbiahan yang merupakan produk pemikiran Islam . 

jika ruhiyahnya yang merupakan sumber inspirasi sekaligus spiritnya tergantikan , niscaya buah dari spirit itu atau dalam hal ini mu'amalah salah satunya tentu akan turut tergantikan . Lantaran spiritnya atau sumbernya telah kotor . Terutama dari cara berpikirnya , hingga gaya hidupnya . Oleh karena itu benarlah apa yang di katakan Imam Ghazali : 
" Agama adalah asas ( dasar ideologi ) sedangkan Sulthan ( Khalifah / imam ) adalah penjaga , apa saja yang tegak tanpa asas , pastilah akan runtuh . Sedangkan apa saja yang ada tanpa penjaga , pastilah akan hilang " ( Al I'tiqad fil Iqtishaq ) 
Muhamad Ima'il AlMuqaddam di dalam kitab " Uluwul Al Himmah " menjelaskan . Syaikhul Islam Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata : "  Inti kesempurnaan hamba itu ada 2 macam : Mengetahu yang haq dari yang batil dan juga mengutamakan yang haq dari yang batil " .
Terkait hal ini , betapa solusi satu satunya dalam memperbaiki kondisi pelik umat ini adalah menyerukan dakwah agar umat itu kembali kepada fitrahnya agar seiring dengan hukum hukum Allah ( baik itu Kauniyah maupun Kauliyah ) . Namun , menilik kembali terhadap apa yang terjadi pada masa lampau , sekaligus fakta diatas , tidak terkecuali mengikuti tuntunan Rosululah SAW . Maka metode yang sepatutnya kita terapkan adalah menyinergikan berbagai macam aspek terkait tarbiayah Islamiyah , yang tertuang di dalam seruan dakwah : 
" Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian umat yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar . Mereka itulah orang orang yang beruntung " . ( QS : Ali Imran 104 ) 

Memang beragam realita yang kita amini bersama adalah banyaknya bermunculan ide ide perihal solusi apa yang tepat untuk mengembalikan umat ini , dalam merawat umat yang sudah kelewat jauh dari Al Qur'an dan As Sunah . Ada yang menggaris bawahi bahwa solusi memperbaiki umat adalah melaui jalur tarbiyah secara mutlak , ada pendapat yang menandaskan bahwa perbaikan umat melalui politik , tidak ketingalan pula  yang lebih memprioritakan kebutuhan yang bersifat jasadiyah seperti memperbanyak sarana sosial dan sarana kesehatan serta fasilitas fasilitas yang lainnya . Itu semua memang tidaklah salah , dan betapun Islam juga memperhatikan hal hal diatas yang memang akan terwujud dengan sendirinya , jika Umat konsisten dalam berislam yang kafah , bahkan yang bersifat kecil sekalipun juga di perhatikan ( dilaksanakan ) . 

Namun satu hal yang patut kita perhatikan adalah dalam hal menjawab problematika umat , tentunya kita akan menemukan satu sistem yang bersifat fundamental ( paling mendasar ) . Tarbiyah adalah wahana dakwah yang mutlak dan tak tergantikan , akan tetapi pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa lahirnya khilafah atau imarah itu merupakan satu wujud dari implementasi dari tarbiyah yang turut menjadikannya sebagai sarana mendakwahkan Laa ilaha Ilalah ? Dan bukankah bentuk ke rahmatal lilalaminannya Islam adalah menyatukan umat atau manusia di bawah kedaulatan syareat yaitu Allah Azza Wajala secara mutlak ? dan memang demikian tujuan dari dakwah .
Mengapa ketika mereka berbicara perihal solusi dakwah , ranah jihad fi sabililah tak pernah di persoalkan (  diangkat ke permukaan )  padahal persoalannya sama pentingnya dengan tarbiyah , serta Imarah dalam mewujudkan implementasi syareat ? Bukankah juga termasuk pragmatis , seandainya kita dalam bertujan akhir dari tarbiyah kita melupakan jihad , dan khalifah Islamiyah .
Mensinergikan penegakan tarbiyah Islamiyah , jihad dan khalifah Islamiyah lah solusinya atas umat Islam saat ini , dalam rangka menyatukan Umat Islam di bawah kedaulatan Allah Azza Wajalla secara mutlak sebagaimana di jelaskan dalam QS : An Nisa' 60 , Al Maidah 44 - 50 yaitu Islam . 
Dengan di terapkannya Islam sebagai Way Of Life secara kaffah , akan berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan .

Atau dengan bahasa mudahnya Al Qur'an telah sempurna dan seluruh syareat Islam telah sempurna . Di sana ada satu kewajiban bagi umat Islam untuk merealisasikan Islam secara menyeluruh pada kehidupan nyata ( sehari hari ) baik itu masalah yang kecil dan ringan sampai masalah yang besar . Ladang untuk beramal sholeh sangatlah banyak sekali , oleh karena itu kita janganlah membatasi diri untuk melakukan satu amalan saja sehingga hal itu akan mengesampingkan amal amal yang lain ( yang boleh jadi amalan yang kita kesampingkan itu malah lebih penting kita kerjakan ) .
Akan tetapi lain ceritanya jika kita mungkin hanya memfokuskan diri kita untuk mengerjakan satu atau dua amalan ( dakwah misalnya dalam bidang pendidikan saja ) , mungkin karena kemampuan kita saat ini hanya sebatas itu  saja . Akan tetapi kita tidak menafikan amalan yang lain ( taruhlah jihad fi sabilillah ) karena kita belum di berikan kemampuan untuk melaksanakannya pada saat ini dan kita berazam jika di berikan karunia oleh Allah untuk melakukan hal itu , maka kita akan melakukannya .
Begitu juga jika seseorang telah memfokuskan diri pada pembinan umat , maka janganlah serta merta kita mengkritik  orang yang tidak mau ikut ambil bagian di dalamnya ( seperti kita ) , karena boleh jadi dia bergerak pada bidang yang lain . 
Atau jika kita pada saat ini diberikan oleh Allah satu kemampuan untuk melaksanakan amalan puncak amalan Islam , maka janganlah kita mencibir orang lain yang tidak sepaham dengan kita dengan mengatakan : " apa kamu itu kerjanya hanya ta'lim dan ta'lim saja ,  kapan Islam ini akan menang " . Karena boleh jadi dia belum di berikan kemampuan untuk melaksanakan seperti kita dan dia bergerak di bidang yang lain .
Dakwah Islamiyah atau mengembalikan kemulyaan Islam ini bukanlah kepunyaan satu dua orang atau golongan saja atau satu dua generasi , akan tetapi dakwah Islamiyah ini milik Umat . Yang penting bagaimana kesungguhan kita memikul beban itu . Apakah kita nantinya akan melihat keberhasilan dari usaha kita atau apakah kita akan keburu menemui kematian maka hal itu bukan urusan kita ( itu urusan Allah Ta'ala semata ) .
Allah Azza wajalla tidak melihat apakah kita berhasil apa tidak dalam mengembalikan kemulyaan Islam , akan tetapi yang di nilai Allah hanyalah bagaimana kesungguhan kita dalam berjalan mengikuti manhaj-Nya . Jika kita sempat melihat keberhasilan dari usaha kita , maka hal itu yang akan menjadi pertanyaan di akherat kelak ( dengan cara apa kita meraih semua itu sesuai sunah apa tidak ) . Oleh karena itu  proyek besar ini mari kita pikul bersama sama diatas pundak kita . Ibarat membuat sebuah bangunan , tidak mungkin jadi tukang batu semua , atau ingin jadi mandor bangunan semua . Akan tetapi di sana perlu adanya satu kerja sama yang kompak antara seorang arsitek bangunan , mandor bangunan , tukang batu , tukang kayu dan kuli bangunan untuk merealisasikan sebuah bangunan yang megah . Apa jadinya jika para pekerja itu saling merendahkan dengan kritikan yang pedas , maka boleh jadi bangunan tersebut akan terbengkelai . 
Dan itulah yang dimaksut dengan rahmatal lil 'alamin dalam QS : Ibrahim 24 .


Wallahu'alam Bishowab
      

Rabu, 02 Februari 2011

Penipu Mata

Segala sesuatu yang akan di perbuat oleh seorang manusia berawal dari mata , sedangkan informasi yang di berikan oleh mata akan di sampaikan ke otak . Sedangkan sang penguasa adalah hati .
Dari hati sinyal akan di kirim ke otak , yang selanjutnya otak akan memerintahkan anggota badan yang lainnya untuk melakukan suatu kerja nyata .

 Benarlah apa yang di sabdakan oleh Rosulullah Muhammad Saw bahwa baik buruknya seorang manusia itu di tentukan oleh segumpal darah yang bernama hati . Apabila hati seseorang itu baik maka hal itu akan mendorong seseorang melakukan suatu amal kerja yang baik pula ( baik itu amalan lisan maupun amalan anggota badan ) . Akan tetapi jika segumpal darah atau hati seseorang itu buruk , maka hal itu juga akan mendorong orang tersebut berbuat kejelekan .
 Oleh karena itu , yang bisa membuat sebuah hati manusia itu jadi baik atau tidak tak lain hanya Islamlah yang bisa memberikan satu jawaban yang jelas dan terang , akan tetapi karena kebodohannya dan kesombongannya dia mengesampingkan hal itu ( membuang Islam jauh jauh dan lebih mengandalkan akal dan nafsunya sendiri ) .

Informasi yang di berikan oleh mata tadi akan di respon baik oleh hati dan seluruh anggota badan yang lainnya manakala hati seseorang itu baik ( begitu juga sebaliknya ) . Jadi , jika sebuah hati telah di sinari oleh Nur Ilahi maka , pandangan seorang manusia akan jauh memandang ( menembus ruang dan waktu ) . Pandangannya tidak picik dan tidak dangkal .
Pandangannya akan tertuju jauh di kampung akherat kelak , walaupun dia masih hidup di dunia ini , akan tetapi pandangannya sudah sampai di akherat ( itulah orang orang langka dan aneh di tengah tengah masyarakat yang telah rusak ) .

Dia tau betul apa yang harus di perbuatnya . Melalui pandangan matanya itu dia khawatir bagaimana nasibnya kelak di akherat , sehingga apa yang di kerjakannya itu dia lakukan dengan penuh kesungguhan dan kehati hatian .
Dia faham bahwa hasil kerjanya itu pada satu keadaan akan menyengsarakannya di dunia ini , atau jika Allah menghendaki dia bisa merasakan hasil kerjanya di dunia sewaktu di masih hidup . Hal itu dia yakini sebagai bentuk cicilan dari Allah ( jika dia bisa merasakan nikmatnya hasil kerjanya di dunia ) dan akan di bayar kontan oleh Allah besok di hari kiamat kelak .
Dan dia juga faham bahwa masa kerjanya itu sepanjang hidupnya hingga ajal mendatanginya( masa kerjanya bukan satu tahun atau sepuluh tahun saja ) .
Itulah pandangan mata yang telah di sinari oleh Nur Ilahi .

Berikut ini 4 perkara yang kebanyakan mata manusia itu tertipu olehnya :

1. Oleh dosa dosa yang telah lewat , pandangan mata tidak mengetahui apa yang Allah perbuat kepadanya sebagai balasan atas dosa dosanya tersebut .
Dia merasa bahwa apa yang telah di perbuatnya itu ( kemaksiatan atau kesyirikan atau dosa besar ) tidak akan terjadi apa pada dirinya itu . Mungkin sebagai buktinya dia tidak mengalami satu musibah atau sesuatu yang tidak mengenakkan pada dirinya walaupun dirinya banyak melakukan hal hal yang melanggar syareat Allah .

Jika ada orang yang mengingatkan agar dia itu sadar dari perbuatan dosa dosanya itu , maka dia menganggapnya sambil lalu saja toh selama ini tidak terjadi apa apa pada dirinya dan ironinya dia masih mengaku sebagai orang beriman yang taat . Itulah satu gambaran kehidupan orang munafik tulen , sedikit beramal sholeh dan banyak melakukan pelanggaran syareat akan tetapi dia merasa aman aman saja dari Makar Allah Azza Wajalla .
Hal itu sebagai akibat dari banyaknya kemaksiatan yang telah di lakukannya , sehingga Allah menutup hatinya dari menerima kebenaran . Dan jika hal itu telah terjadi pada diri seseorang , maka itulah seburuk buruk manusia atau bentuk dari adzab Allah buat orang tersebut  di dunia ( lebih lebih besok di hari kiamat kelak adzab yang pedih telah menantinya ) .

2. Oleh umur yang telah berlalu , pandangan mata tidak mengetahui bagaimana harus mempertanggung jawabkan dosa yang telah di perbuatnya selama itu .
Kemaksiatan akan membawa satu kemaksiatan yang lain ( ibarat satu mata rantai yang saling berkaitan ) . Sebagai contohnya : korupsi ( yang akhir akhir ini marak terjadi di negri ini yang telah terorganisir rapi ) hal itu akan membawa satu kemaksiatan yang lain yaitu berbohong dan main suap agar supaya korupsinya itu tidak di ketahui orang , kalaupun orang sampai tau hukuman yang akan di terimanya di harapkan akan ringan . Atau boleh jadi dosa dari korupsinya tersebut akan membawa juga kepada dosa pembunuhan ( jika hal itu di anggap perlu ) . Hal itu di lakukannya jika berbohong dan main suapnya sudah tidak ampuh lagi . Adapun yang lain masih banyak lagi macamnya

Dia lupa bahwa hidupnya itu tidak hanya di dunia ini saja , akan tetapi setelah dia mati juga masih ada kehidupan yang sangatlah panjang sekali telah menantinya . Bagaimana dia mempertanggung jawabkan dosa dosa itu ( yang telah dia lakukan di dunia dulu ) pada saat pengadilan akherat di tegakkan . Semua saksi saksi di hadirkan atas semua perbuatannya dulu . Pada saat mulutnya di kunci rapat rapat ( padahal dulunya bisa dan ahlinya bersilat lidah ) seluruh anggota badanya bersaksi di hadapan Allah bahkan bumi yang di pijaknya pun juga ikut bersaksi . Hal itulah yang kebanyakan pelaku kemaksiatan lalai .
Mereka menyangka akan terlepas dari itu semua

3. Oleh kemulyaan yang Allah berikan , pandangan matanya tidak mengetahui , apakah kemulyaanya itu adalah tipuan ( istidraj ) ataukah memang tingkatan yang sebenarnya telah dia raih .
Sudah menjadi fitrah manusia bahwa seseorang ingin di pandang mulya di hadapan manusia yang lain . Orang akan senang jika dia di sanjung sanjung , di segani atau menjadi idola setiap orang . Dan tentunya semua orang tidak senang jika semua orang mengucilkannya , mencemoohkannya atau merendahkannya , sehingga wajar jika semua orang yang hidup di dunia ini menginginkan sebuah kemulyaan di hadapan manusia .

Dia rela mengeluarkan biaya yang banyak demi meraih sebuah kemulyaan di hadapan manusia . Dia juga rela bersusah payah demi meraih sebuah kemulyaan .

Orang ingin menjadi kaya harta dan di sebut orang yang terkaya di kampungnya , sehingga dia berusaha sekuat tenaga mengumpulkan harta benda siang dan malam demi di sebut orang kaya  . Atau jika hartanya sudah terkumpul dia akan memberikan hartanya tersebut kepada setiap orang yang di jumpainya ( atau yang dia kenal ) demi di sebut orang yang kaya dermawan lagi ..... Dia tidak menghiraukan jalan untuk meraih itu sudah di benarkan oleh syareat atau tidak . Jika tidak maka , seluruh usahanya itu akan sia sia belaka nantinya dan juga akan mgenambah beban pederitaannya di akherat kelak .

Atau seseorang yang giat belajar Islam , waktunya , hartanya dan seluruh tenaganya dia kerahkan untuk mempelajari Islam . Dengan harapan nantinya setelah dia tamat dari studinya dan berinteraksi di tengah tengah masyarakat dia di sebut Kiyai , seorang ulama' atau sebutan sebutan yang lain . Dia ingin jika dia ceramah banyak orang yang mendengarkannya , banyak pengikutnya , dia ingin di undang kesana kemari untuk memberikan ceramah agama atau di sebut da'i sejuta umat ??? . Apakah yang di lakukannya sudah sesuai syareat apa tidak ??  Padahal Rosulullah Muhammad SAW sebelum diangkat sebagai Rosul sebutannya Al Amin ( orang yang dapat di percaya ) akan tetapi setelah menjadi atau diangkat menjadi Rosul ( menerima wahyu dari Allah ) maka sebutannya tidak lagi Al Amin , akan tetapi Al Majnun ( orang gila ) atau orang yang memecah belah keluarga dan sebutan sebutan buruk lainnya .
Padahal Rosululah saja selama berdakwah di Makkah 13 tahun hanya mendapat orang 300 , itupun banyak diantara mereka yang miskin dan orang yang tidak punya pengaruh apa apa di tengah masyarakat .

Orang hari ini bangga jika dakwahnya telah di hadiri ribuan manusia , diantara mereka banyak para pejabat , tidak banyak halangan yang di hadapinya . Dia bicara sebentar banyak rupiah yang masuk di kantongnya .
Apakah yang di lakukannya itu sudah sesuai syareat apa tidak atau apakah sunah dakwah para Rosul demikian ??.
Ada sebuah kisah nyata di zaman Imam Hasan Al Bana . Di kisahkan pada suatu hari di adakan suatu tablik akbar yang akan di isi oleh pembicaranya adalah Hasan Al Bana .
Setelah hari H di tentukan dan seluruh panitia telah memasang panflet di seluruh tempat , maka datanglah hari H itu . Seluruh rakyat Mesir tumpah ruah memenuhi lapangan tempat tablik akbar itu berlangsung . Ribuan orang yang datang memenuhi undangan sang panitia tersebut .
Singkat cerita , pada saat  acara inti akan berlangsung Sang pembicara ( Hasan Al Bana ) tidak ada di tempat . Sontak saja seluruh panitia bingung di buatnya , maka seluruh panitia mencari di semua tempat karena acara inti sebentar lagi akan berlangsung .
Setelah mencari kesana kemari akhirnya ketemu juga . Imam Hasan Al Bana bersembunyi di suatu ruangan dengan menangis . Sontak si panitia tersebut kaget di buatnya , lalu panitia tersebut menghampirinya sambil berkata : " Ya Syeikh , ada apa gerangan yang terjadi sehingga anda menangis . Di luar sudah banyak sekali orang yang menunggu anda , menanti fatwa fatwa anda . Bukankah banyaknya orang yang hadir di acara anda ini sebagai indikasi akan keberhasilan dakwah anda selama ini ???".
Hasan Al Bana menjawab : " Bukan itu yang aku harapkan , akan tetapi aku khawatir , jika yang aku sampaikan selama ini tidak sesuai sunah . Sedangkan Rosulullah sendiri dalam berdakwah , beliau di lempari batu di Taif , di lumuri kotoran sewaktu beliau sedang shalat di Baitullah , di dustakan kaumnya . Apakah saya lebih baik dari beliau ??" .
Beliau ( Hasan Al Bana ) takut kemulyaan akan banyaknya orang yang hadir di acara tablik akbar itu sebagai Istidraj dari Allah Azza Wajala .

4. Oleh kesesatan yang menghiasi seseorang , sedangkan ia mengangapnya sebagai petunjuk .
Barang siapa yang menyeleweng sedikit , maka dengan cepat matanya akan membohonginya dan agamanya akan rusak , sedangkan ia sendiri tidak menyadarinya .
Para shabat Radhialahu anhum membrikan satu suri tauladan bagaimana berjalan diatas dien ini . Mereka r.a senantiasa berhati hati di setiap langkahnya , karena tau betul bahaya yang di hadapinya .

Umar bin Khatab r.a berkata : " Hisaplah dirimu sebelum engkau di hisab " . Ya mengevaluasi di setiap langkah kita . Itu artinya setiap kita akan melangkah yang kita fikirkan adalah : 1. apakah yang akan saya kerjakan ini sudah betul betul ikhlas Illahi Ta'ala apa belum . 2. Apakah yang akan saya kerjakan ini ada tuntunannya apa tidak baik dari Al Qur'an , As sunah , maupun Ijma' ulama' Islam  . Itu yang selalu kita fikirkan sebelum kita akan melangkahkan kaki kita ( apapun jenis amalan kita ) .
Karena jarak antara kebenaran dan penyimpangan pada awalnya sangatlah tipis , dan disanalah kelihaian syetan memainkan perannya .

Islam adalah agama pertengahan . Artinya setiap amal yang di kerjakan umatnya itu jangan terlalu menyepelekan dan juga jangan terlalu berlebih lebihan , sehingga dalam berjalan menapaki As Shirathal Mustaqim ( di dunia ini yaitu Islam ) senantiasa berada di tengah ( tidak terlalu kekiri dan tidak terlalu kekanan ) . Jika menyepelekan artinya bermaksiat dan jika terlalu berlebih lebihan dapat terjebak dalam kebid'ahan . Karena bid'ah adalah menambah nambahi sendiri bentuk peribadahan yang telah baku baik itu secara akal maupun nafsu .
Jika kita tidak melakukan muhasabah ( evaluasi ) di setiap kita akan melangkah , maka langkah kita sedikit demi sedikit akan melenceng , yang lama kelamaan melencengnya tersebut semakin jauh , sehingga tingkat kesesatannya semakin parah dan jika ada orang yang mengingatkan untuk kembali tidak di hiraukanya ( di ibaratkan seseorang yang memanggil manggil temanya yang telah berjalan sangat jauh di panggil panggilnya temannya itu untuk kembali pastilah temannya yang telah di kejauhan itu sudah tidak mungkin mendengar teriakannya , karena saking jauhnya ) .

Oleh karena itu apabila kita dalam berjalan menapaki dien ini jika di tengah tengah  perjalanan kita tidak menemui ketidak ikhlasan ( di setiap amalan dan apapun bentuknya ) maka, akan lebih selamat kita berhenti sejenak ( tidak melakukan amalan tersebut ) sampai hati kita betul betul ikhlas . Atau di tengah tengah perjalanan amal kita ada orang yang mengingatkan bahwa ada amal kita yang tidak sesuai dengan sunah , maka hal itu akan lebih selamat kita berhenti sejenak sampai kita yakin betul bahwa amal yang kita lakukan sudah sesuai sunah . Karena beratnya timbangan amal kita ( yang akan di hisab ) bukanlah dari banyaknya amal yang telah kita kerjakan , akan tetapi yang Allah nilai adalah dari benarnya amal kita .

Itulah 4 perkara yang kebanyakan orang tertipu . Semoga hal tersebut dapat menjadi renungan kita bersama dalam menapaki kehidupan ini .

   
 

Minggu, 23 Januari 2011

Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman Hafidhahullah


Silsilah Beliau

Nama beliau adalah Masyhur bin Hasan bin Muhmud Ali Salman , dan kunyah beliau adalah Abu Ubaidah . Beliau adalah seorang Syeikh yang mengikuti manhaj salaf dan berpegang dengan atsar mereka . Beliau banyak memiliki buku buku yang unik , bermanfat dan sangat ilmiah . Juga termasuk buku buku para ulama' lain yang beliau takhrij dan tahqiq .


Kelahiran Beliau

Beliau di lahirkan di Palestina tahun 1380 Hijriah / 1960 Masehi .


Latar Belakang Keluarga dan Pencarian Ilmu


Beliau di didik oleh keluarga yang shalih yang telah berhijrah ke Yordania dan menetap di Amman pada tahun 1967 Masehi , sebagai akibat dari agersi militer Israel - La'nahumullahualaih - . Beliau menyelesaikan SMA nya di sana , kemudian beliau memasuki Universitas Syari'ah ( 1400 H / 1980 M ) dimana beliau mendaftar di jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh .
Beliau melewatkan waktrunya di sana dengan mengembangkan ketertarikan beliau yang sangat besar terhadap belajar , mermbaca dan menambah ilmu pengetahuan Islam .
Sehingga beliau telah membaca sejumlah besar buku buku seperti al Majmu' karya An Nawawi ,al Mughny karya Ibnu Qudamah , Tafsir Ibnu Katsir , Tafsir al Qurtuby , Shahih Bukhari dengan syarahnya Ibnu Hajar , Shahih Muslim dengan Syarahnya an Nawawi , dan masih banyak buku buku lainnya .
Beliau lebih banyak terpengaruh oleh Ulama' ulama besar seperti Syeikhul Islam Ibnu Taimiah dan muridnya yang mulia Alim Robbani , Syaikhul Islam kedua , Ibnu Qoyyim al Jauziah .

Guru Beliau yang Paling Menonjol

Beliau juga terpengaruh oleh sebagian besar guru gurunya , baik mereka yang belajar padanya secara formal maupun yang beliau bermajelis dengannya dalam halaqoh halaqoh ilmiyah . Diantara guru guru beliau yang paling terkenal adalah :
1. al Alamah Asy Syeikh al Muhaddits , Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah
2. Asy Syeikh al Faqih Muqtofa Az Zarqaa'

Aktivitas Dakwah Beliau

Gurunya Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah telahberulangkali memuji beliau dalam banyak pertemuan di berbagai tempat seperti yang beliau nyatakan dalam as Silsilah Ash Shahihah , " Dan semua ini adalah dari apa yang aku telah bersitifadhah ( memetik manfaat ) dari tahqiq dan ta'liq kitab al Khilaafat oleh saudaraku yang mulia , Masyhur Salman " . ( 1/193 )
Berikut ini juga apa yang di katakan oleh Syeikh Bakr Abu Zaid mengenai beliau dalam muqadimah Tahqiq Syeikh Mansyhur terhadap buku al Muwafaqaat , " Beberapa kali saya memandang buku ini sembari terhadap yang mentahqiq , mentashih dan mencetaknya sebagaimana layaknya , sehingga Allah Maha Bijaksana menjadikan hal ini dengan RahmatNya melalui tangan al Alamah al Muhaqqiq Asy Syeikh Masyhur bin Hasan Alu Salman " .

Aktivitas Beliau Sekarang


. Masjid As Sunah :

Syeikh yangmulia Abu Ubaidah Masyhur Hasan Ali Salman - Hafidhahullah - memiliki kelas mingguan pada kamis sore antara maghrib dan isya' , yang diadakan di Masjid as Sunah ( selatan Ibu Kota Aman Yordania ) , dimana beliau menjelaskan Shahih Muslim berdasarkan syarh Imam Nawawi . Alhamdulillah , kelas ini telah berlangsung selama lebih dari delapan tahun hingga sekarang .

. Masjid Imam Al Albani :

Berdasarkan kebutuhan , Syeikh sering kali berkumpul di Masjid Imam Al Albani di mana beliau akanmenjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan .

. Kunjungan ke Indonesia

Syeikh baru baru ini mengunjungi Indonesia bersama Syeikh Ali al Halabi , Syeikh Muhamad Musa Nashr dan Syeikh al Hilaly , dalam rangka mengajar di Dauroh Ilmiyah fi Masa'ili wal Manhajiyah , dimana Syeikh mengajar Fiqh di dalamnya .
Dauroh ini terselenggara atas kerja sama Markaz Imam al Albani dengan Ma'had Ali Al Irsyad Al Islamiyyah Surabaya

. Masjid Mu'awiyah bin Abi Sufyan

Syeikh mengajar Ushul Fiqh di musim panas di Dauroh Syari'ah Tahunan yang keempat yang di selenggarakan oleh Markaz Imam Albany di lokasi baru yang dekat dengan Masjid Mu'awiyyah bin Abi Sufyan ( utara Amman ) .

Rabu, 19 Januari 2011

SYEIKH SHALIH FAUZAN


Beliau adalah Syeikh yang mulia , DR. Shalih bin Fauzan bin Abdilah , dari keluarga Al Fauzan , dari suku Asa Syamasiyah . Beliau lahir pada tahun 1345 Hijriah atau 1933 Masehi . Ayahnya meninggal dunia semenjak beliau masih kanak kanak dan beliau dipelihara oleh keluarganya . Beliau belajar Al Qur'an , dasar membaca dan menulis di bawah asuhan Imam Masjid wilayah yang juga qari' tetap , yaitu Syeikh yangmulia Haamud bin Sulaiman Ath Thallal , yang kemudian menjadi hakim di kota Dar'iyah ( bukan Dar'iyah di Riyadh ) di wilayah Qasim .Beliau kemudian belajar di sebuah madrasah negri yang di buka di asa Syamasiyah pada tahun 1369 Hijriah . Beliau menyelesaikan studinya di madrasah Faishaliyah di Buraidah pada tahun 1371 Hijriah dan kemudian beliau diangkat menjadi guru madrasah anak anak .
Beliau melanjutkan studi di Institut pendidikan Buraidah ketika di buka pada tahun 1373 Hijriah , dan lulus tahun 1377 Hijriah . Beliau kemudian melanjutkan di fakultas Syari'ah di Universitas Imam Muhamad Ibnu Saud di Riyadh dan lulus tahun 1381 Hijriah . Setelah itu , beliau mengambil gelar Magister dan Doktoralnya di bidang Fiqh .

Setelah lulus dari Fakultas Syari'ah , beliau diangkat menjadi mudaris ( pengajar ) di sebuah institut pendidikan di Riyadh , kemudian beliau pindah mengajar ke fakultas syari'ah .
Sesudah itu , beliau pindah lagi mengajar di pendidikan yang lebih tinggi di fakultas Ushulud Dien , dan pindah lagi mengajar di mahkamah Syari'ah dan beliau di tunjuk sebagai ketua . Kemudian kembali mengajar di sana setelah masa jabatan ketuanya berakhir . Beliau juga menjadi anggota Lajanah Daimah lil Buhutts wal Ifta' ( komite tetap riset ilmiah dan fatwa )

Syeikh juga salah satu anggota Haiah Kibaril Ulma' dan Komite Fiqh Rabithah Alam Islamiy di Makkah serta menjadi anggota komite pengawas Du'at Haji sekaligus mengepalai keanggotaan Lajnah Daimah lil Buhuts Wal ifta' . Selain itu beliau juga seorang imam , khtaib , dan pengajar di masjid Pengeran Mut'ib bin Abdul Aziz di Al Malzar .Beliaujuga berperan aktif di dalam menjawab pertanyaan pertanyaan di program radio 'Nuurun 'ala Darb dan memberikan kontribusi terhadap penerbitan sejumlah riset / penelitian Islam di lembaga riset studi , tesis dan fatwa Islami , yang kemudian diperiksa dan di terbitkan .
Syeikh juga berperan dalam mengawasi sejumlah tesis Magister dan disertasi Doktoral

Beliau memiliki banyak murid yang senantiasa bermulazamah dalam darus ( pelajaran ) dan mujtama' ( Pertemuan ) rutinnya . Beliau sendiri belajar melalui tangan sejumlah Ulama' dan Qodhi terkemuka , diantara guiru guru beliau adalah :
1. Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Bazz
2. Samahatus Syaikh Abdulah bin Humaid
3. Samahatus Syaikh Muhamad Amin Asy Syinqithy
4. Samahatus Syaikh Abdurrazaq afifi
5. Fadhilatus Syaikh Shalih bin Abdurrahman As Sukayti
6. Fadhilatus Syaikh Shalih bin Ibrahim al Bulayhi
7. Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Subayyil
8. Fadhilatus Syaikh Abdullah bin Shalih al Khulaifi
9. Fadhilatus Syaikh Ibrahim bin 'ubaid al Abdul Muhsin
10. Fadhilastus Syaikh bin Aqla'
11. FADHILATUS Syaikh Shalih bin Ali An Naashir

Beliaujuga belajar di bawah bimbingan sejumlah Ulama' Universitas Al Azhar di Mesir yang memiliki takhoshus ( spesialisasi ) di bidang hadits , tafsir dan bahasa Arab .
Beliau telah memainkan peran penting dalam berdakwah kepada Alah , mengajar dan berfatwa , berkhotbah dan bantahan bantahan ilmiah .Karangan beliau sangat banyak diantaranya adalah Syarh aqidah Wasithiah , Al Irsyad Ila Shahihil I'tiqad ( bimbingan kepada aqidah yang benar ) , Al Mulalkhashal Fiqh ( fikih ringkas ) makanan dan hukum hukum yang berkenaan dengan penyembelihan danberburu yangmerupakan disertasi Doktoral beliau , At Tahqiiat Al Mardhiyah dalam masalah waris yang merupakan tesis Magister beliau . Juga buku tentang mukminah dan bantahan buku Yusuf al Qordhawi " Al Halal Wa Al Haram " .
SYAIKH MUQBIL DARI YAMAN


Iamam Syaikhul Islam , Al 'Allamah dan Muhaddits , Abu Abdir Rahman Muqbil bin Hadiy Al Wadi'i , dilahirkan dan di besarkan dilingkungan Zaidiyah ( salah satu sekte Syi'ah ) yang bercirikan tasawuf , mu'tazilah dan berbagai kebid'ahan lainnya .

Seperti para pendahulunya di Yaman , semisal Syeikh Muhammad bin Ibrahim Al Wazir , Shalih bin Mahdi Al Muqbili , Muhammad bin Ismail Al Amir ( pengarang kitab Subulus Salam ) Muhamad bin Ali Asy Syaukaniy , akhirnya beliau meninggalkan madzhab Zaidi . Alasan kepergiannya dari bid'ah dan kemudian mendekat kepada Sunah adalah sebagaimana yang telah di nyatakan oleh Imam Muqbil sendiri : " Karena mereka belajar dan datang untuk mengetahui apa yang ada di dalam ( madzhab ini ) , kemudian mereka melihatnya telah menyimpang jauh dari Al Qur'an dan As Sunah Shalalahu Alaihi Wassalam " . ( Maqtal Syeikh Jamiilur - Rahman , hal 6 )

Syeikh Muqbil mengikuti langkah keempat tokoh tadi , mempelajari sunah dan sadar untuk mencintainya , dan telah mempelajari sunah selama tiga tahun . Selama ini , pelajaran madzhab Zaidinya hanya semakin menambah kebenciannya akan sunah dan menjauhkannya dari sunah . Mengapa ? " Karena di ambil dari golongan mu'tazilah dalam masalah aqidah ... dan dari golongan Rafidhoh " . ( maqtal Syeikh Jamilur Rahman , hal 7 )
Kesadarannya akan larangan taqlid dan golongan golongan ( madzhabiyah ) menuntunya kepada As Sunah .Setelah sekian lama beliau tidak belajar , beliau kembali lagi untuk mempelajari Sunah , dengan kehendak Allah . Syeikh belajar dan banyak mengambil manfaat dari Imam Al Albani dan Imam bin Baz , selama masa studinya di Jami'ah Islamiyah Madinah .

Syiah dan tasawuf telah ada di Yaman selama 11 abad lebih dan dalam keadaan ini Syeikh memulai dakwahnya . Seperti empat tokoh yang telah di sebutkan sebelumnya , beliau banyak menjumpai tantangan dan gangguan . Imam Muqbil di perlakukan sebagai orang asing oleh kerabat dekat dan masyarakatnya , ketika memulai dakwahnya . Terutama sekali ketika mereka melihat bahwa Syeikh Muqbil dan orang orang yang bersama beliau , beribadah menurut tuntunan Sunah dan meninggalkan praktek dan kebiasaan bid'ah dan Syirik yang telah merajalela di Yaman .
Syeikh mulai mengjarkan Al Quran dan As Sunah dan beliau mulai mengajarkan apa yang telah di sebutkan di dalam As Sunah , yaitu mencintai Rosulullah , keutamaan bershalawat atas Nabi ( Shalallahu Alaihi Wassalam ) , dan mencintai ahlul Bait . Karena seperti yang beliau saksikan , masyarakatnya menyatakan bahwa beliau dan orang orang yang samanya tidak pernah mencintai Rosulullah SAW . Namun demikian , walaupun hal ini ( seruannya diatas ) dan seruannya kepada As Sunah dilakukan , beliau masih di jauhi oleh masyarakat .

Seorang kanalan lamanya dari Madinah , Mursyid Al Kabuudiy , tatkala berkunjung untuk menemui Syeikh Muqbil , di bunuh oleh orang komunis - semoga Allah membinasakan mereka - namun demikian setelah peristiwa ini banyak yang mulai berkunjung ke Syeikh , baik itu dari dalam dan luar negri Yaman , seperti Shan'a 'Ans , Ta'iz , Haasyid , Sudan , Mesir Belgia dan Negri negri lainnya .
Setelah itu Dammaj , dimana , Syeikh bertempat tinggal , segera menjadi tewmpat berkumpul para penuntut ilmu dan belajar mengajar telah menjadi kegiatan yang tetap . Hasil dari hal ini adalah menghilangnya Zaidiyah dan Syi'ah dari Dammaj dan masyarakat di wilayah tersebut mulai mencintai dawah ini .

Setelah beberapa tahun usaha dakwah di Dammaj , terlihat banyak murid murid asuhan Syeikh Muqbil menjadi penuntut ilmu yang kuat yang kemudian akan membawa cahaya tauhid dan sunah ke berbagai wilayah di Yaman . Sampai sekarang , ada sekitar empat belas atau lebih pusat menuntut ilmu . Dari yang hanya di Dammaj menyebar ke seluruh Yaman . Beberapa diantaranya adalah tempat Syeikh Muhamad bin Abdullah Wahhab di Hadiidah , tempat Syeikh Abul Hasan Al Ma'riibi di Ma'rib , tempat Syeikh Muhammad bin Abdullah al Imaam di Mi'bar dan tempat tempat lainnya . Seluruh pusat pusat tempat menuntut ilmu ini bermacam macam ukurannya dan jumlah orang yang belajar di sana - yang datang dari berbagai negara .

Syeikh Muqbil telah memberikan jasa besar dalam bidang Hadits dan ilmu hadits dengan mengarang banyak kitab , beberapa diantaranya sangat istiomewa dan sangat sulit mendapatkanya . Selain itu Syeikh Muqbil juga di kenal oleh penakluk dan penghinanya terhadap para pengikut taqlid yang condong kepada kelompok tertentu , baik itu di Yaman atau diluar Yaman dan perang beliau terhadap orang orang semacam ahli bid'ah dan komunis . Beliau dikenal sebagai seorang yang pemberani dan tegas , selalu berbicara kebenaran , tidak takut cacian siapapun membantah siapa saja yang berlawanan dengan As Sunah , menganggap kecil dan rendah orang orang yang menentang as Sunah dan tidak berucap sesuatu pun kecuali kalimat Allah Ta'ala .

Hasil dari usaha Fadhilatusy Syaikh adalah banyak Syirik dan bid'ah lambat laun hilang dari Yaman , di gantikan oleh seruan kepada Al Qur'an dan As Sunah dengan pemahaman Salaf Al Ummah dan orang orang yang kembali sadar untuk mencintai dakwah ini . Dan usaha dakwah ini telah membawa hasil tidak hanya di Yaman , namun di seluruh dunia , karena banyak murid murid Syeikh yang belajar dan mendapatkan manfaat yang besar , kemudian kembali ke negri mereka untuk menyampaikan ilmu Sunah dan cahaya tauhid .

Semoga Alah mencurahkan RahmatNya atas Syeikh , yang kemuliaan dan kebaikannya tidak dapat di sebutkan di sini , dan telah memberikan pengabdiannya kepada Islam dan menghidupkan kembali Sunah pada masa hidupnya tatkala banyak orang yang tidak mengetahui danmenghargainya . Semoga Allah memberikan ganjaran atasnya dengan jannah dan menyatukan saudara saudanya yeng telah mendahuluinya dari Imam Imam di zaman kita ( Al Albani , Ibnu bin Baaz , Ibnu Utsaimin ) , dan imam imam sebelum zaman kita .
Fadhilatusy Syaikh dimakamkan di dekat makam Imaam Syeikh bin Baaz dan Imam Utsaimin , di pemakaman Al 'Adl , Makkah Mukarramah , sebagaimana yang telah beliau wasiatkan sebelumnya .