>

Total Tayangan Halaman

Rabu, 16 Februari 2011

T asawuf S ufi Tareqat

Di tengah Euforia umat hari ini , di era keterbukaan , ternyata tidak selamanya memberikan dampak yang positif . Salah satu ekses negatif dari era ini adalah tumbuh suburnya paham paham dan aliran aliran sesat . Tasawuf , hari ini telah mendapatkan respon yang luar biasa di tengah masyarakat .Namun mereka tidak mengetahui adanya bahaya besar di balik ajaran ini . Dalam lintasan sejarah pahan sufi telah banyak menyerang sendi sendi pokok ajaran Islam , mulai dari kerancuan konsep Rububiyah hingga usaha mereka untuk mendistorsikan makna Jihad fie sabilillah . Bagaimanakah perkembangan ajaran ini sebenarnya ???? temukan jawabannya pada edisi kali ini . 

SUFI

Sufi , yang sebagian kalangan menyebutnya tasawuf telah berkembang sepanjang zaman . Aliran ini hampir hampir mencakup seluruh kawasan dunia Islam , termasuk negri ini . Sehingga , istilah ini sudah tidak asing lgi di telinga kaum muslimin . walau demikian istilah sufi belumlah dikenal di awal awal Islam . 

Sejak pada permulaan abad pertama hingga abad kedua dimulai dari masa Rosulullah , KhulafaurRosyidin hinga wafatnya Hasan Al Basri ( Tabi'in ) belum dikenal istilah sufi baik itu nama , bentuk , maupun keadaanya . Yang ada pada masa itu adalah istilah muslimin dan mukminin . Atau penamaan khusus seperti kaum Muhajirin , kaum Anshar , ashabul Badr, Ashabul Bai'ah , dan lain sebagainya . Istilah sufi baru muncul setelah abad kedua Hijriyah .

Banyak sekali kaum muslin yang terjerumus kedalam faham ini , baik itu disadarinya atau tidak . Mereka mengangap atau menyangkanya tasawuf merupakan satujalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Rabbul Alamin . Banyak orang yang mengaku paling salaf , akan tetapi tanpa mereka sadari mereka telah terkontaminasi virus tasawuf dengan tarbiyah dan tashfiyahnya . Mereka hanya mencukupkan diri engan tarbiyah dan tashfiyah serta mengabaikan urusan kaum muslimin yang sedang menghadapi makar orang orang kafir . Menurut mereka ( yg telah terkontaminasi dengan tasawuf itu ) yang paling dibutuhkan umat sat ini dua hal tersebut ( tarbiyah dan tashfiyah) dengan mengabaikan satu syareat yaitu Jihad fie sabililah . Padahal , diberbagai belahan bumi , kaum muslimin tertindas , di jajah , di bantai dan di rampas hak haknya . Bahkan mereka tidak segan segan melontarkan tuduhan keji kepada para penegak syareat dan para mujahidin yang mengawal kemulian umat ini .

Pengertian 

secara bahasa , kata tasawuf tidak memiliki asal usul yang jelas . Tidak ada sebuah katapun dalam bahasa Arab yang bisa di jadikan masdar ( kata dasarnya ) . Oleh karena itu para ulama' berbeda pendapat berkenaan asal usul kata sufi . Sedangkan diantara pendapat pendapat mereka adalah sebagai berikut .

Ada yang mengatakan bahwa kalimat sufiberasal dari kata ahli suffah , satu julukan yang di berikan kepada para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi untuk mendapatkan ilmu dari Rosulullah . Ada juga yang mengatakan bahwa yang di maksut adalah barisan ( shaaf ) terdepan di hadapan Allah . Ada juga yang mengatakan bahwa ungkapan tersebut bermakna : makhluk pilihan Allah ( shafwah ) . Ada juga yang mengatakan - dan inilah yang terkenal - bahwa kalimat tersebut berasal dari kata shuufa ( wol ) . Inilah yang di rajihkan oleh Syeikhul Islam . Beliau menolak dari versi versi lain dengan alasan semua tidak tepat jika ditinjau dari segi bahasa . 

Dari perbedaan definisi secara bahasa , penganut tasaewuf berbeda pendapat mengenai definisi tasawuf . Hingga melahirkan dua ribu definisi . Semuanya itu hanya batasan batasan kata dan definisi definisi kosong tanpa ada hakekatnya .
Namun dengan melihat keberadaan tasawuf dari zaman ke zaman dapat diketahui bahwa yang di maksut tasawuf ketika pertama kali muncul adalah mengikhlaskan amal hanya kepada Allah Ta'ala , Zuhud terhadap dunia , meninggalkan ajakan syahwat dan condong kepada sifat tawadhu' lemah lembut dan menyingkirkan syahwat dari jiwa .
 Adapun menurut Ibnul Jauzi , pada awal kemunculanya tasawuf bermakna " Olah jiwa , yaitu membentuk watak dengan mengusir perlaku buruk dan mengarahkannya kepada akhlaq mulia , berupa zuhud , santun , sabar , ikhlas , dan jujur " . Inilah yang difahami oleh generasi pertama dari kalangan tasawuf . Mereka menyendiri untuk memperbaiki diri dan menghindar darihiruk pikuk dunia . Akan tetapi pada perkembangan selanjutnya Iblis menyesatkan mereka dan menjauhkannya dari ilmu . Sehingga berkembang dari kalangan mereka akan faham al hulul ( peleburan dirinya dengan Allah ) , al ittihad ( Allah berada dalam dirinya ) dan wihdatul wujud . Ta'alallah mimmaa washafuuh .

Sejarah Kemunculanya  

Kelompok tasawuf mulai muncul sekitar abad ketiga atau keempat Hijriyah . Pada awal kemunculannya , tasawuf relatif lebih moderat dan belum banyak terjadi penyimpangan . Tasawuf yang mereka maksut adalah hidup zuhud , ketekunan beribadah dan kebersihan hati dari syahwat .
Kemudian Iblis menyesatkan orang orang sesudah mereka dan pengikut mereka . Setelah berlalu satu abad , keinginan Iblis untuk menyesatkan semakin menjadi jadi hingga berhasil menyesatkan generasi belakangan . Sedangkan prinsip dari penyesatan Iblis adalah mencegah mereka dari ilmu dan menggiring mereka kepada pemahaman bahwa yang paling penting adalah amal walau tanpa di landasi pemahaman yang benar tentang amal tersebut beradasarkan Al Qur'an dan As Sunah . Maka ketika pelita ilmu padam , dan mereka berjalan terhuyung huyung dalam kegelapan tanpa adanya petunjuk .

Diantara mereka ada yang mengatakan bahwa tujuan sebenarnya adalah meninggalkan kediniaan secara keseluruhan , mereka menolak merawat tubuh mereka dan menyerupakan harta dengan kalajengking . Mereka lupa bahwa harta di ciptakan untuk maslahat . Mereka berlebih lebihan membebani jiwa hingga ada diantara mereka yang hampir hampir tidak pernah berbaring . Padahal mereka sebenarnya mempunyai tujuan yang baik , akan tetapi cara mereka yang tidak tepat . Ada juga diantara mereka yang - karena sedikitnya ilmu - beramal berdasarkan hadits hadits palsu ( maudu' ) sedangkan dirinya tidak mengetahui halitu 
Datanglah setelah itu orang orang yang berbicara kepada mereka tentang lapar , kefakiran , was was ( keragu raguan ) dan lintasan lintasan pemikiran lalu mereka mengarang buku tentang hal itu . Dan datang yang lain lagi lalu menyusun madzhab sufi dan memberinya kekhususan dengan sifat sifat tertentu ; penampilan lusuh , nyannyian sentimentil , tarian dan tepuk tangan . 

Kondisi seperti ini terus berkembang . Hingga mereka jauh dari para ulama' . Mereka melihat pada guru mereka terdapat kelebihan sehingga mereka menyebutnya dengan ilmu batin , sementara ilmu syareat mereka anggap sebagai ilmu dzahir .
Pada perkembangan selanjutnya tasawuf di dominasi oleh pemikiran filsafat yunani . Ajaran al hulul ( peleburan antara dirinya dengan tuhan ), al ittihad ( tuhanberada dalam dirinya ) , wihadatul wujud mulai berkembang . Iblis terus menjerumuskan mereka dengan berbagai bid'ah , hingga mereka membuat ajaran ajaran tertentu yang menyelisihi ajaran Islam . Pada periode inilah masa yang paling parah dan menghawatirkan dalam sejarah perkembangan tasawuf . 

Pada abad kelima hijriyah , mulailah bermunculan tariqah tariqah sufiyah , yang merupakan mata rantai dari sufi abad abad sebelumnya . Dan pada akhigr abad tersebut , atau awal awal abad ke enam Hijriyah , muncul Abu Hamid al ghazaly , yangmereka gelari Hujatul Islam . Abad ini juga di nyatakan sebagai abad berakhirnya peletakan pokok pokok ajaran tasawuf . Tokoh tokoh yang berperan besar dalam marhalah ini antara lain , Abu Hamid Al Ghazaly , Muhyiddin Ibnul 'Araby, Abu Hasan Asy Sadzaly , Abdul Qadir Jailany , Ahmad bin Abu Hasan Ar Rifa'i Muhammad Bahaudin An Naqsabandy .

Diantara Pokok pokok Pemikirannya   

1 . Beribadah hanya berdasarkan rasa Cinta dan mengabaikan sisi yang lainnya seperti rasa takut dan harap .
 
Sebagaimana yang diucapkan oleh sebagian dari mereka , " Saya tidakberibadah kepada Allah karena mengharap surga , bukan juga karena takut neraka " . Cinta merupan hal yang sangat asasi dan penting dalam beribadah , akan tetapi ibadah tidak semata mata berlandaskan cinta saja sebagaimana yang mereka sangkakan . Cinta merupakan salah satu dari sekian banyak sisi selainnya . Seperti rasa takut ( khauf ) , tunduk ( Khudhu' ) , harap ( Roja' ) , merendah ( Dzul ) , do'a dan lain lainnya . Berkenaan ibadah sebagian salf berkata ,
" Siapa yang beribadah kepada Allah dengan cinta semata , maka dia adalah zindiq . Dan siapa yang beribadah kepada Allah dengan Raja' ( harapan ) semata , maka dia adalah Murji'ah . Dan siapa yang beribadah kepada Allah dengan takut semata maka dia adalah hururi ( Khawarij ) . Dan barangsiapa yangberibadah kepada Allah dengan rasa cinta , harap dan takut , maka dia adalah Mukmin sejati " .

2. Berpegang Teguh kepada Dzikir dzikir atau wirid wirid yang telah di tetapkan oleh guru guru 
mereka   

Mereka menjadikanya sebagai pegangan dan sarana ibadah dengan membacanya bahkan lebih mengutamakannya dari pada membaca Al Qur'an . Mereka menamakannya sebagai dzikrul khasah ( dzikir untuk orang orang khusus ) . Sedangkan dzikir yang terdapat di dalam Al Qur'an dan As Sunah mereka namakan dengan dzikrul ammah ( dzikir untuk orang orang awam ) . Ucapan kalimat Laa Ilaha Ilallah bagi mereka adalah dzikrul ammah , sedangkan dzikrul khassahnya adalah kalimat tunggal , yaitu lafazh Allah , sedangkan dzikrul khasshatul khassha ( yang lebih khusus lagi ) adalah huwa ( Dia ) . Maka hal yang demikian adalah yang lebih sesat dan menyesatkan lagi .

3. Keyakinan mereka terhadap Auliya' ( para wali )

Kalangan tasawuf lebih mengutamakan wali dari pada Nabi . Menurut mereka para wali adalah maksum sehingga harus di ikuti dan di ta'ati  , walaupun perintah mereka menyelisihi Al Qur'an dan As Sunah ( karena sudah terlanjur taqlid buta ) .
Kalangan tasawuf juga mempunyai keyakinan bahwa seseorang menjadi wali Allah , dia dapat melakukan berbagai perkara atau kejadian diluar adat kebiasaan . seperti terbang di udara ke Makkah , atau berjalan diatas air , mengetahui hal hal yang ghaib , menyembuhkan orang yang sakit dan lain sebagainya . 
Atau ada sebagian dari mereka yang meminta pertolongan kepada wali tersebut saat dia tidak ada atau setelah kematiannya . 


Bahkan tidak hanya sampai di situ saja , bahkan mereka berlebih lebihan terhadap para wali dengan memberikan sifat Ilahiyah yaitu dengan mengatakan bahwa para wali berperan atas apa yang terjadi di alam ini , mengetahui yang ghaib , dapat memenuhi setiap permohonan yang tidak mampu direalisasikan kecuali oleh Allah . Nama nama mereka di sebut sebut saat ada bencana , padahal di sat yang bersamaan , mereka telah mati atau tidak berada di tempat itu . Mereka di inta untuk memenuhi kebutuhan dan menolak kesulitan , memberikan gelar kesucian dalam kehidupan mereka , kemudian menyembahnya setelah mereka wafat ( dengan satu peribadatan tertentu ) . Diatas kubur para wali mereka mendirikan bangunan bangunan dan mengambil barakah dari tanah kuburnya dan thawaf di sekelilingnya , bertaqarrub kepada mereka dengan berbagai macam nadzar serta menyebut nyebut nama mereka ketika berdo'a .


4. Mereka meyakini seseorang dapat keluar dari beban syareat bila telah mencapai derajat tertentu 


Diantara mereka ada yang berhujjah dengan firman Allah Ta'ala ; 
" Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang di yakini ( ajal ) " . ( QS : Al Hijr 99) 
Mereka mengatakan bahwa artinya ( ayat diatas ) , " Sembahlah Rabbmu hingga kamu meraih ilmu dan ma'rifat . Jika kamu mendapatkan hal tersebut , maka gugurlah kewajiban ibadah darimu " . Dan sebagian lainnya berkata , " beramalah hingga engkau mencapai derajat tertentu , jika telah sampai derajat tasawuf , maka gugurlah ibadah darimu " . 
Dan mereka adalah orang orang yang apabila telah tercapai maksudnya berupa ma'rifat dan kondisi tertentu , maka baginya di perbolehkan untuk meninggalkan kewajiban kewajiban dan melaksanakan yang diharamkan . Padahal Al yakin dalam ayat diatas maknanya adalah kematian . Jadi maksutnya , " Sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian " ( hal ini sebagaimana yang di sebutkan oleh Hasan Al Basri ) .


5. Mereka meyakini tentang adanya ilmu laduni 

Mereka mengaitkan ilmu laduni dengan firman Allah dalam QS : Al Kahfi 65 : 
" ... dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami " . 
Menurut mereka adalah di singkapnya alam ghaib bagimereka yaitu dengan kasyaf ( penyingkapan ) , tajliyat ( penampakan ) serta melakukan kontak langsung dengan Allah dan Rosulullah . Mereka berdalil dengan firman Allah dalam QS : Al Baqarah 282 
" ... dan bertaqwalah kepada Allah , maka Allah akan mengajari kalian semua ..." .


6. Paham Al Hulul , Al Ittihad dan Wihdatul wujud

Sebagian kelompok sufi berhayal , siapa saja yang menempuh ilmu batin , pada akhirnya akan mencapai pada tingkatan melebur dengan Dzat Allah , sehingga menyatulah sifat ketuhanan dan tabi'at kemanusiaan . Bentuk lahirnya manusia akan tetapi batinya adalah sifat ketuhanan . Orang orang yang memiliki fikiran seperti ini misalnya : Al Hallaj , Ibnu Al Faradh dan Ibnu Sa'in dari kalangan sufi . Ajaran ini biasa di kenal dengan Al hulul Wa Al Ittihad.
Kelanjutan dari faham Al Hulul Wa Al Ittihad adalah Wihdatul Wujud . Istilah ini berdasarkan ola fikir orang orang sufi yang bermakna bahwa tidak ada yang wujud didunia ini kecuali Allah . Dan tidaklah segala hal yang nampak kecuali penjelmaan dari DzatNya . Ibnu 'Arabi berkata : " Tidaklah yang nampak ini kecuali Allah , dan tidak mengetahui Allah kecuali Allah " .
Dan masih banyak lagi pemikiran dan keyakinan sesat tasawuf lainya . Semoga Allah menujukan kepada kita jalan yang lurus dan menyelematakan dari faham faham sesat tersebut .

Wallahu a'lam bishawwab






 

Minggu, 13 Februari 2011

FUTUR

 "Dan sekiranya Kami tidak memperteguh ( hati ) mu , niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka " . ( QS : Al Isra' 73 ) 

Pada saat harta kita longgar , rengekan anak anak kita yang tidak mau di tinggal sendirian , pandangan sayu sang istri pelaku kemaksiatan yang memberikan sogokkan sejumlah dunia , para thoghut yang bersikap lunak dengan banyak memberikan segala fasilitas dunia kepada kita agar supaya kita mau sedikit lunak terhadap mereka atau sedikit melonggarkan aktivitas keislaman kita , maka pada saat itu futur menyapanya  .

Allah Azza wajalla menciptakan manusia di dunia ini dengan berbagai fasilitas di berikan kepada manusia tersebut mempunyai satu tujuan utama ( tidak main main ) . Untuk mencapai apa yang di tuju oleh manusia itu jalanya telah Allah tentukan , atau dengan bahasa yang lain Allah Ta'ala telah memberikan beberapa petunjuk kepada anusia di dalam upayanya ( seorang manusia ) mencapai apa yang di tujunya itu . Itulah salah satu bentuk Rokhman Rokhimnya Allah kepada manusia .Manusia tidak perlu bersusah payah di dalam dia berjalan menuju tujuan akhirnya itu .Di samping itu jauh jauh sebelumnya Allah juga telah memberi tahukan akan halangan dan rintangan apa saja yang ada di sempanjang jalan itu sehingga manusia tersebut bisa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi rintangan di sepanjang perjalananya itu .
Ibarat seseorang yang ingin menempuh satu perjalanan dari Semarang menuju Jakarta ( misal ) , maka jalan yang ingin dia lalui menuju jakarta itu telah terbetang dengan jelas , rambu rambu penunjuk jalan menuju Jakarta juga telah terpampang jelas ( di samping rambu rambu yang lain ) , sehinga dia tidak perlu repot repot membuat jalan sendiri atau membuat rambu rambu sendiri . Apa yang terjadi jika dia tidak mempersiapkan dirinya , membawa bekal yang cukup untuk menempuh perjalananya itu atau dia malah  membuat jalan sendiri atau membuat rambu rambu sendiri ( karena kebodohanya atau kesombonganya ) , maka yang terjadi bisa di pastikan dia akan tersesat , perjalananya akan semakin berat dan yang di tujunya itu tidak akan pernah sampai atau dia tidak akan selamat di dalam menempuh  perjalanannya itu .

Seorang manusia yang di lahirkan di muka bumi ini mempunyai satu tujuan utama yaitu hanya untuk beriadah saja dengan memurnikan ketaatannya itu hanya untuk Allah saja tidak kepada yang lain . Sedangkan tujuan akhir dari perjalanannya itu demi meraih ridho Allah semata . Sedangkan start perjalanya itu dia mulai dari orang tersebut aqil baligh hingga maut menjemputnya . Sedangkan jalan yang di tempuhnya itu untuk mencapai apa yang dia cita citakan itu ( ridho Allah ) hanyalah dengan Islam ( tidak dengan yang lain ) karena hanya dengan Islam sajalah yang dapat menghantarkan apa yang akan dia tuju .
Tentunya orang yang ingin berjalan kesatu tempat tentulah dia harus mematuhi rambu rambu yang ada di sepanjang jalan itu ( jika orang tersebut ingin ampai di tempat tujuan dengan cepat dan selamat ) . Adapun rambu rambu yang ada di sepajang perjalanannya itu adalah syareat Allah dan RosulNya yaitu Al Qur'an dan As Sunah , sedangkan pemandu jalan adalah lesan para ulama' yang lurus . Adapun bekal yang harus dia bawa di dalam menempuh perjalannya itu hanyalah taqwa .

Akan tetapi seorang manusia di dalam menempuh perjalananya itu tidaklah selamanya mulus , hal itu tergantung dengan seberapa besar kadar keimanannya . Karena hakekat dari iman seseorang itu ialah naik dan turun atau keimanan seseorang itu mengalami pasang surut . 
Ketika keimanan seseorang itu mengalami pasang atau naik maka , orang tersebut begitu bersemangat di dalam menempuh perjalananya , akan tetapi pada giliran imanya itu sedag mengalami penurunan , maka yang terjadi pastilah semangatnya tu sedikit demi sedikit akan mengendur . Boleh jadi pada satu titik dia akan berhenti di tengah jalan atau  berbelok arah . 
Adapun penyakit yang harus di waspadai adalah penyakit futur . Karena jika tidak di waspadai , maka dapat menyebabkan perjalananya akan berhenti di tengah jalan atau pada satu titik yang telah parah orang tersebut akan berbelok arah .

Apa Itu Futur

Futur ialah lemah setelah semangat . Penyakit ini dapat menimpa atau menyerang siapa saja , baik itu di kalangan orang awamnya atau maupun di kalangan orang alimnya sekalipun .

Pada suatu hari sahabat Handzalah al Asadi r.a - salah seorang penulis wahyu berkata : " Aku pernah bertemu dengan Abu Bakar r.a . Beliau bertanya , " Apakabar , Handzalah ?". Handzalah telah munafik " . Jawabku . " Subhanallah ! Apa katamu ? " Tanya Abu Bakar r.a . Aku menjawab " Saat kami bersama Rosulullah SAW , beliau mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehinga seakan akan kami melihatnya . Namun saat kami tidak bersama Rosulullah SAW istri , anak dan harta benda  merusak kami .Kami pun banyak lupa . " Demi Allah , akupun merasakan hal yang sama ." Kata Abu Bakar ra . Maka aku dan Abu Bakar ra berangkat menemui Rosulullah SAW . Di sana aku ceritakan ( kepada Rosulullah ) seperti yang aku ceritakan kepada Abu Bakar ra . Rosululah bersabda : " Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya ! jika kalian senantiasa berada dalam keadan seperti saat bersamaku dan di dalam dzikir , niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di atas tempat tidur kalian dan di jalan jalan kalian . Akan tetapi , wahai Handzalah , ada saat semangat ada saat kurang semangat . Ada saat semangat ada saat kurang semangat . Ada saat semangat ada saat kurang semangat ". ( HR. Muslim ) 

      Dari kisah Handzalah diatas kita dapat memetik pelajaran , bahwa kondisi keimanan seseorang itu naik turun . Hampir bisa di pastikan tidak ada seorangpun yang imanya senantiasa stabil , hatta sahabat sekelas Abu Bakar r.a sekalipun . Mustahil seseorang memiliki keimanan yang selalu ada di puncaknya . Sehingga hal itu berimbas ketika iman kita turun , maka terseretlah kita pada lembah kefuturan .

Futur menjadi fenomena tersendiri bagi orang orang beriman , bagi para pegiat amal islami dan juga bagi para pejuang Islam . Hal itu menjadi satu dilema antara memegang teguh ketaatan dan bisikan malas menjauhi amal ketaatan tersebut ( apapun jenis amalannya ) . Sehinga bahayanya bukan hanya bagi dirinya sendiri , akan tetapi terkadang dapat berimbas kepada teman , sahabat seperjuangan pun dapat menjadi ikut futur .
Pada saat dir ini di hingapi rasa malas dalam beramal dan rasa malas dalam berjuang iqomatuddin . Terjatuh di terpa cobaan cobaan yang amat berat di dalam amal tersebut ( buah dari sebab akibat ) . Mundur teratur di dalam menatap jalan yang menanjak yang penuh duri dan onak . bahkan ada juga pada satu keadaan terdiam dan pasrah lalu berpaling dari amal Islami , menjadikan satu problematika tersendiri bagi setiap orang yang menapaki jalan menuju Rabbnya .

Orang orang yang terserang penyakit futur terbagi menjadi 3 golongan 

1. Golongan yang yang setelah futur , mereka terputus dari amalanya sama sekali . Ada banyak sekali orang yang masuk kedalam golongan ini . Meskipun pada awal sebelumnya mereka sedemikian teguh beriltizam dalam amalan Islam .
Sebelum dia terkena penyakit futur dia begitu bersemangat sekali dalam beramal seakan akan halangan dan rinangan dalam beramal mudah dilaluinya . Akan tetapi setelah futur menyapanya , maka pada satu titik keadaan dia bimbang dan ragu . Dia berada di persimpangan jalan . Dia lupa dan mengira jalan yang di tempuhnya selama ini salah jalan , jalan yang di laluinya selama bertahun tahun tidak membuahkan hasil apa apa , malah yang terjadi menyengsarakanya . sebelum dia menapaki jalan tersebut hidupnya berkecukupan ( malah lebih lebih ) banyak teman , akan tetapi setelah melalui jalan ini hidupnya agak kekurangan ( usahanya seret dan mandek ) banyak orang yang melupakanya . Sehingga dia berfikir ( jalan yang di tempuhnya pasti salah ) dan perlu putar haluan .

2. Golongan yang terus dalam keadaan lemah dan lamban , namun dia tidak sampai terputus dari amalnya . Kebanyakan orang yang futur masuk golongan ini . 
Di dalam hati manusia seolah olah ada kaca bening yang  mengelilingi hatinya , akan tetapi syetan senantiasa masuk kedalam diri manusia dengan menghembus hembuskan kedalam hati manusia itu sifat ragu ragu , sehinga kaca yang mengelilingi hatinya itu jadi buram dan kabur , sehingga ia terjangkiti penyakit futur . Hal itu berakibat dia merasa berat untuk memulai kembali amalan amalan yang dulunya pernah dia lakukan .
3. Golongan yang setelah futur mereka kembali lagi ke amalan amalannya dulu seperti sedia kala . Hanya orang yang senantiasa di iringi oleh rahmat Allah dan ridho Allah yang menjadi golongan ini .
Pada saat futur menyapa golongan ini , mereka berhenti sejenak dalam beramal sunah ( akan tetapi hal itu tidaklah berlangsung lama dan berlarut larut ) . Setelah itu dia meniti kembali jalan tersebut ( karena dia tidak ingin menunda nunda amal ) sehingga grafik amalnya meningkat kembali .

Solusi 

Perbaharuilah Amal Kita 

Ingatlah akan firman Allah : 
" Dan ketahuilah , bahwa hartamu dan anak anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar ( QS : Al Anfal 28 )
Imam Al Hakim dan Ath Tabrani meriwayatkan bahwa Nabi bersabda : 
" Sesungguhnya iman benar benar bisa menjadi usang di dalam tuibuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian . Maka memohonlah kepada Allah untuk memperbaharui iman di hati kalian ". 
Di dalam haditsnya yang lain Nabi SAW bersabda : 
" Tidak ada satu hatipun kecuali di sana ada mendungnya , seperti mendung yang menutupi rembulan . Jika saat rembulan bercahaya , tiba tiba mendung menutupinya maka gelaplah . Dan jika mendung menyingkir darinya rembulanpun bercahaya lagi " . ( HR . Abu Nu'aim ) 

Ketika futur menyapa seseorang syatan memainkan peranya dengan menggoda dan membisikkan seseorang dengan harta yang melimpah , rengekan anak anak yang tidak ingin ditinggalkan sendirian . Pandangan sayu sang istri ketika tekad mulai muncul kembali . Para pelaku maksiat yang memberikan iming iming kenikmatan dunia kepada kita , agar supaya dunianya tidak di usik . Para thoghut juga memberikan iming iming kemudahan fasilitas dunia kepada aktivis dakwah agar supaya dia sedikit lunak kepada mereka ( para thoghut ) atau mau sedikit berkompromi dengan mereka . Maka benarlah apa yang di firmankan Allah : 
" Dan sekiranya Kami tidak memperteguh ( hati ) mu niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka " . ( QS : Al Israa' 73 ) 

Fitnah fitnah itu semua membuai kita untuk terus terlelap di dalam kefuturan dan enggan untuk bangkit  Hanya dengan berdo'a yang tulus . Memohon yang ikhlas kepada Rabb kita untuk senantiasa merindhoi kita dengan menjaga dan memperbarui iman kita , agar Allah memberikan keteguhan dan agar kita tidak berpaling dari amal islami . Meskipun godaan demi godaan datang menyapa kita silih berganti .
Istiqamahlah Dalam Beramal 

Terkadang ketika iman kita sedang berada di puncak , ibadah sebanyak apapun akan terasa ringan di lakukan . Shalat lail 11 rekaat bahkan lebih terasa mudah di lakukan . Membaca Al Qur'an berpuluh puluh juzpun mampu . Sujud yang lamapun terasa betah berlama lama dan terasa nikmat . Namun hal itu tidaklah berlangsung lama saat futur datang menghampiri kita .Amal ibadah mulai menurun dan menurun . Yang sunah hilang dan yang wajibpun terlambat . Amal ibadah yang tadinya penuh dengan kekhusyu'an yang tinggi , kini menjadi sekedarnya saja dan semaunya saja ( itulah fakta di lapangan ) .
Rosululah Saw bersabda : 
" Hendaklah kalian beramal sekedar kemampuan kalian . Demi Allah ! Allah tidak akanbosan hinga kalian bosan . Dan amalan agama yang paling di cintai Allah adalah amalan yang di kerjakan secara kontinyu oleh pelakunya ". ( HR. Bukhari dan Muslim ) 
Imam Nawawi berkata tentang hadits ini , " Hadits ini mengandung anjuran untuk beribadah sekedarnya dan larangan berlebih lebihan . Juga pereintah untuk serius dalam beribadah di kala semangat ( saat iman kita naik ) . Apabila seseorang dilanda futur hendaklah dia beristirahat sampai futurnya hilang " .
 Sahabat Umar bin Khattab ra berkata : " Iman itu naik turun . Ketika iman kita naik , maka berusahalah dengan sungguh sungguh dan baguskanlah amalan sunah kalian . Akan tetapi manakala iman kita turun , maka bertahanlah pada yang wajib " . 

Pada hadits diatas dan perkataan sahabat Umar bin Khattab r.a terdapat satu rahasia , bahwa : amalan yang terbaik adalah amalan yang di kerjakan secara kontinyu walaupun sedikit artinya kita mengerjakan amalan amalan sunah setelah kita kerjakan amalan yang wajib dengan benar dan tertib .
Sebagai contoh 
Pada saat kita membaca Al Qur'an ( terasa berat pada mulanya ) usahakan kita baca walaupun satu halaman saja di saat habis sholat maghrib saja ( misal ) . Hal itu kita lakukan beberapa hari ( satu minggu misal ) jangan kita tambah sampai kita betul betul bisa melakukan dengan ringan walaupun satu halaman saja kita baca ) . Pada saat kita ingin menambah bacaan Al Qur'an tersebut maka kita tambah satu halaman lagi ( jangan banyak banyak ) dan kita ulangi hal itu selama beberapa hari sampai kita mampu membaca Al Qur'an beberapa halaman dengan ringan . Maka di dalam hati pasti akan timbul rasa untuk menambah dan menambah amalan tersebut . Sehingga pada satu titik ( bosan ) maka hal itu perlunya kita berhenti sejenak , lalu kita ulangi lagi dari awal mula tahapan ( begitu seterusnya ) . Itulah maksut dari hadits diatas .  

Sebagai penutup marilah kita renungi firman Allah : 
" Hai orang orang yang beriman , jika kalian menolong ( agama ) Allah , niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu " . ( QS : Muhammad 7 )
Dengan apa kita menolong agama Allah yaitu senantiasa menjaga dan melaksanakan hukum hukumNya ( Al Qur'an ) dan juga Hukum hukum RosulNya ( As Sunah ) sesuai kemampuan kita dan dengan penuh kesungguhan , yang tentunya harus memenuhi 2 syarat ikhlas dan itiba'ussunah ( mengetahui ilmunya ) . Kita lakukan pada saat kita sendirian atau pada saat kita bersama orang banyak .
Dengan kita melakukan hal itu semoga kita mudah tersembuhkan dari penyakit futur pada saat penyakit futur itu menyapa kita .
Karamah yang terbesar adalah bilamana kita bisa melazimi Istiqamah .


Wallahu 'alam Bisshowab



 

Selasa, 08 Februari 2011

ADA APA DENGAN REZEKIKU ??

" Apakah mereka yang membagi bagi rahmat Tuhanmu ? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia , dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain . Dan rahmat Tuhanmu yang lebih baik darri apa yang mereka kumpulkan " . QS : Az Zukhruf 32 

Pernahkah kita bertanya tentang bagaimana rizki kita ? Hal itu sebuah teka teki kehidupan , yang sadar atau tidak sering timbul di dalam pikiran kita , mengapa saya tidak sekaya orang lain ? Mengapa mereka yang banyak maksiat justru semakin sukses bisnisnya ? Apakah hal ini sudah menjadi takdir saya ? Oleh karena itu perlunya kita kaji ayat diatas .

Apakah kita yakin bahwasanya Allah Azza Wajalla -lah yang mengatur pembagian rizki kepada kita dan kepada seluruh makhluk hidup yang ada di permukaan bumi , Allah juga -lah yang mengatur penghidupan kita ( ma'isyah kita ) bukanya orang lain bukannya pelangan kita , bukan bisnis kita , bukan pimpinan perusahaan kita , dan juga bukan pula diri kita sendiri , akan tetapi hanya Allah-lah yang menentukan seberapa banyak kadar rezeki kita hari ini dan esok hari .

Kalau Alah yang mengatur rizki , kenapa Dia menentukan rizkiku sedikit 

mungkin terlalu sering diantara kita yang mengeluhkan tentang jumlah rizki kita . Padahal boleh jadi karena Allahlebih tahu akan batas kemampuan kita , jika di berikan kekayaan melimpah , kita tidak lagi ingat kepadaNya , dan kita banyak berbuat maksiat . Di karenakan Alah Maha tahu , Dia mengetahui kadar kemampuan kita dala menerima fitnahharta . Sedangkan Allah sangat dan paling tahu apa kebutuhan kita dan Allah tidak akan mendzolimi hambaNya . Apalagi sampai kekurangan rizki . Jelas tidak mungkin dan sangat tidak mungkin !
Sebagaimana firman Allah Ta'ala di dalam Al Qur'an di sebutkan , Dia tidak akan membebani seorang hambaNya diluar kesanggupanya .
"Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba hambaNya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi , tetapi Allah menurunkan apa yang di kehendakiNya dengan ukuran . Sesungguhnya Dia Maha mengetahui ( keadaan ) hambaNya lagi MahaMelihat " . QS Asy Syuura 27

Semua itu terjadi karena Allah tau kapasitas dan kemampuan kita dalam menerima ujian kekayaan , itu semua karena kasih sayang Allah kepada hambaNya . Ada orang yang jika di berikan kemiskinan , maka dia akan bermaksiat , sedangkan jika dia di berikan kecukupan , maka dia banyak beramal kebajikan . Sebaliknya juga ada orang orang yang jika diberikan kemiskinan justru dia banyak beribadah , sedangkan jika di berikan kekayaan atau kelapangan rizki akan bermaksiat .
Sebuah hadits qudsy menyebutkan : 
" Aku bersama persangkaan hambaKu " 
Artinya hendaklah kita senantiasa berkhusnudzon kepada Allah , baik itu di dalam do'a atau di dalam perkataan kita atau apa yang terdetik di hati kita , karena persangkaan kita tersebut boleh jadi akan terjadi pada diri kita ( orang jawa bilang dilalah atau secara kebetulan hal itu terjadi pada diri kita ) .
Maka benarlah apa yang Rosulullah takutkan sebagaimana sabda beliau : 
" Bagi setiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan , dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta benda " . HR . Tirmidzi 

Dari hadits riwayat Tirmidzi diatas lebih seringnya kita salah duga , yang Allah timpakan kepada kita itu apakah satu ujian atau satu teguran . Lebih seringnya kita melihatnya satu ujian , padahal boleh jadi hal itu satu teguran dari Allah agar kita mau kembali kepadaNya . Jika sesuatu itu bentuk ujian dari Allah , manakala kita dalam berjalan menapaki kehidupan ini sudah sesuai sunahNya dan sunah NabiNya . Akan tetapi jika dalam menapaki kehidupan ini melenceng dari syareat , maka hal itu ( yang terjadi pada kita ) satu bentuk teguran keras dari Allah agar kita mau kembali kejanNya ( Islam ) .

Kalau rizki sudah di takdirkan , lalu mengapa kita harus berusaha dan bekerja 
Di dalam Islam bekerja dan berusaha serta bersungguh sungguh dan juga melihat sebab akibat bagi orang orang beriman adalah satu kewajiban yang harus di laksanakan dan itu hukumnya wajib , akan tetapi masalah hasil maka hal itu persoalan keimanan atau bukan urusan manusia . Jika mendapat hasil yang banyak kita bersukur dan jika dikaruniai hasil yang sedikit kita bersabar .
Meskipun rizki kita sudah Allah tentukan , akan tetapi kita tidak pernah tahu akan takdir kita itu sebelum takdir itu terjadi pada kita . Olehkarena itu tetaplah berusaha dan bekerja dengan sunguh sunguh dan juga banyak beramal kebajikan untuk menyambut takdirt kita , karena kita akan di permudah munuju takdir kita .
Tentang masalah ini , jangankan kita , para sahabat Rosulullah SAW -pun menanyakan hal yang sama kepada beliau , buat apa berusaha dan bersusah payah jika sudah di takdirkan buruk ? 
" Wahai Rosulullah !Kalau begitu apakah kita tidak sebaiknya berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal usaha ? Rosulullah SAW bersabda : " Barang siapa yang telah di tentukan sebagai orang yang berbahagia , maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang orang yang berbahagia . Dan barang siapa yang telah di tentukan sebagai orang yang sengsara , maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang orang yang sengsara ". Kemudian beliau melanjutkan sabdanya : " Beramallah ! Karena setiap orang akan di permudah ! Adapun orang orang yang ditentukan sebagai orang yang berbahagia , maka mereka akan dipermudah untukmelakukan amalan amalan orang orang bahagia . Adapun orang orang yang di tentukan sebagai orang yang sengsara , maka mereka juga akan dipermudah untuk melakukan amalan orang orang yang sengsara " . Kemudian beliau membacaka ayat berikut ini : " Adapun orang orang yang memberikan hartanya dijalan Allah dan bertaqwa , dan membenarkan adanya pahala yang terbaik ( jannah ) , maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jan yang mudah . Dan adapun orang orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup , serta mendustakan adanya pahala yang terbaik , maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar " . ( Shahih Muslim no 4786)   

Jadi bersukurlah jika anda termasuk orang orang yang di mudahkan dalam berbuat kebaikan . Selain dari pada itu , perbaikilah kualitas agama kita , agar kita lebih siap menerima ujian , baik itu ujian kekayaanmaupun ujian kemiskinan , karena jika kita sudah berbuat baik dengan banyak bersedekah dan bertaqwa ,maka Allah akan memudahkan jalan sukses kita . Dan sekali lagi kita renungi firman Alah berikut ini : 
" Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda beda . Adapun orang yang memberikan ( hartanya dijalan Allah ) dan bertaqwa , dan membenarkan adanya pahala yang terbaik ( jannah ) , maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah " . (QS : Al Lail 4-7 ) 


Lalu bagaimana dengan mereka yang berbuat dosa , mengapa mereka justru sukses di dunia ini ? 

Semoga Allah memberikan RahmatNya kepada orang orang yang bersungguh sungguh , untuk menyempurnakan hidupnya dengan ilmu dan amal islami . Kita lihat orangorang yang bermaksiat kepada Allah ! mereka telah melupakan peringatan Allah , maka Allah akan memberikan semua kenikmatan dunia , sehingga mereka akansemakin lupa dan semakin berbuat dosa yang pada akhirnya akan di adzab ( di dunia ini ) dengan sekonnyong konyong . Hal itu sesuai dengan firman Allah : 
" Maka tatkala mereka telah melupakan peringatan yang telah di berikan kepada mereka , Kamipun membuka semua pintu pintu kesenangan untuk mereka ; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka , kami siksa mereka dengan sekonyong konyong , maka ketika itu mereka terdiam berputus asa " . ( QS : Al An'aam 44 ) 

Jadi berhati hatilah jika disaat kita banyak berbuat dosa dan maksiat justru Allah memberikan rizki yang berlimpah   

Ingatlah 

" Kehidupan dunia di jadikan indah dalam pandangan orang orang kafir , dan mereka memandang hina orang orang yang beriman . Padahal orang orang yang bertaqwa itu lebih mulia dari pada mereka di hari kiamat . Dan Allah memberi rizki kepada orang orang yang dikehendakiNya tanpa batas " . ( QS : Al Baqarah 212 )


Oleh karena itu bukalah pintu rizkimu dengan beribadah 

Rosulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : 
" Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman ,' Wahai anak Adam ! , beribadahlah sepenuhnya kepadaKu , niscaya Aku penuhi ( hatimu yang ada ) di dalam dada dengan kekayaan ( dengan sifat Qona'ah ) dan Aku penuhi kebutuhanmu . Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu ( kepada manusia ) " .

Dalam hadits tersebut menjelaskan , bahwasanya Allah menjanjikan kepada orang yangberibadah kepadaNya sepenuhnya dengan dua hadiah dan sebaliknya mengancam bagi yang tidak beribadah kepadaNya dengan sepenuhnya dengan dua siksa . Adapun dua hadiah tersebut adalah memenuhi hatinya dengan kekayaan yaitu Allah akan menumbuhkan dalam dadanya sifat qana'ah ( merasa cukup ) dan memenuhi kebutuhannya . 
Sedangkan dua siksa yaitu Allah akan memenuhi tanganya itu dengan kesibukan dan ia sendiri walaupun telah berusaha tidak mampu memenuhi kebutuhannya itu ( senantiasa merasa kurang dan kurang ) , sehingga ia tetap atau senantiasa  membutuhkan bantuan manusia  .

Dan akhirnya marilah kita renungi nasehat Ibnul Qayyim 

" Tidaklah kelapangan rizki dan amalan itu di ukur dengan jumlahnya yangbanyak , tidaklah panjangnya umur itu di lihat dari bulan dan tahunya yang berjumlah banyak . Akan tetapi kelapangan rezeki dan umur itu di ukur dengan keberkahannya " .




Wallahu 'alam Bishowab












Minggu, 06 Februari 2011

MENSINERGIKAN GERAKAN DAKWAH

pada saat berakhirnya perang salib pada tahun 1683 tepatnya di perbentengan Wina ( sekarang Austria ) . Merupakan salah satu wujud benih kehancuran Daulah Turki Utsmaniyah , yang mrupakan kekhalifahan terakhir Dunia Islam setelah Daulah Abasiyah , hal itu menunjukkan satu bukti bahwa masa kejayaan Islam telah berakhir (pada masa itu tentunya ) . Yang pada puncaknya adalah ketika " Bocah Salonika " yang bernama Mustafa Kemal Attaturk singgah dipanggung pemerintahan Turki , yang sebelumnya sukses menggulingkan Khlaifah terakhir Bani Saljuk ( Turki Ustmaniyah ) tersebut , sehingga membuat Dunia Islam resmi kehilangan bentengnya pada tahun 1924 .
Mungkin kita sedikit merenung kebelakang . Salah satu faktor penyebab runtuhnya Khlaifah Islamiyah itu , adalah terjadinya perpecahan dikalangan Umat Islam itu sendiri , walaupun di sisi yang lain tidak menutup kemungkinan sebab sebab yang lain yang sedemikian kompleknya . Bukankah Rosulullah Muhammad SAW pernah bersabda dan benarlah ( menjadi kenyataan ) : 
" Hampir hampir Umat umat lain mengerumuni kalian segenap penjuru sebagaimana ( mereka mengerumuni ) hidangan diatas piring besar . " Kami berkata : " Wahai Rosulullah , apakah jumlah kami sedikit waktu itu ? " Nabi menjawab : " Pada sat itu jumlah kalian banyak , tetapi kalian seperti buih air bah . Akan di cabut rasa segan , dan hormat dari hati musuh musuh kalian , dan akan di jadikan pada hati kalian penyakit Wahn . " Mereka bertanya : " Apa wahn itu ? " Nabi menjawab : " Cinta hidup dan takut mati " ( HR . Ahmad dan Abu Dawud ) 

Dari hadits diatas salah satu penyebabnya adalah adanya propaganda dari para ulama' suu' konservatif nan pragmati yang menyatakan " Pintu Ijtihad telah tertutup rapat " . Hal itu berdampak , akan memacu umat untuk bersikap taqlid ( mengikuti secara membabi buta tanpa mengetahui dasar ilmunya atau mematikan akal ) . Atau banyak para cendekiawan Muslim yang dengan mudahnya melakukan satu Ijtihad pribadi padahal dalil dalil telah jelas dan tidak perlu di lakukan satu Ijtihad ( padahal seseorang melakukan satu Ijtihad ada satu syarat syarat yang harus di penuhinya untuk melakukan satu Ijtihad ) dan umat ini di giring pada satuupaya untuk bersikap taqlid , padahal seseorang bersikap taqlid kepada seorang ulama' ada juga syaratnya ( tidak asal taqlid saja ) .

Selain itu sikap bid'ah , khurofat , serta mempercayai hal hal yang bersifat takhayul juga turut menyemarakkan krisi kepribadian umat islam hari ini . Dan juga hal itu di perparah lagi dengan banyaknya berbagai macam sekte (  aliran ) serta kesyubhatan mutakalimun banyak bermunculan yang melahirkan tokoh tokohnya . Seperti ; Washil bin Atta' ( Mu'tazilah )  , Abu Hasan Al Asy'ari ( Asy'ariyah ) , Abu Ali Muhammad bin Al Jubai , Abdullah bin Saba' ( Syi'ah ) , dll yang dari mereka berkembang kepada sekte sekte yang lain yang induknya dari sana . Alah Azza Wajalla berfirman : 
" Dan janganlah kalian mengikuti ( taqlid ) apa yang kalian tidak mempunyai pengetahuan terhadapnya . Sesungguhnya pendengaran , penglihatan dan hati semua akan di mintai pertanggung jawaban ( QS : Shaad 36 ) 

Imam Ahmad bin Hambal pun pernah berkata : " Janganlah kalian taqlid kepadaku , jangan pula kepada Imam Malik , kepada Al Auza'i jangan pula kepada Al Tsauri (  Sufyan Atsauri seorang tabi'in ) dan jangan pula kepada imam imam yang lain . Akan tetapi ambillah hukum hukum dari mana mereka itu semua mengambilnya " .

Belum lagi krisis sosial dan politik yang sedang menggejala . Dinamika umat mulai yang bersifat firqah , hizbiyyah jahiliyah serta ashabiyah tak pelak lagi turut menyemarakkan problematika  secara historis tersendiri bagi umat islam . Sehingga hal itu berdampak kepada kestabilan ketahanan pemerintahan kekhalifahan Islamiyah yang serta merta menjadi labil . Sehingga tak hayal lagi hal itu dapat membuka satu peluang bagi bangsa , agama , ras dan ideologi di luar Islam untuk menggeser dominasi Dunia Islam yang telah memimpin peradapan dunia , sehingga benarlah apa yang di sabdakan Rosulullah Muhammad SAW 
" Hampir hampir Umat umat lain mengerumuni kalian segenap penjuru sebagaimana ( mereka mengerumuni ) hidangan diatas piring besar " 

Syaikh Shafiyyurakhman Al Mubarokfuri ( pemenang penulisan sirah Nabi tingkat Internasional ) di dalam kitabnya  Al Ahzab As Siyasiyah fil Islam " , hal 101 , sedikit memaparkan bahwa : " Benih benih perpecahan di tubuh umat berawal ketika masa awal kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib r.a , terkait kesalah fahaman diantara Amirul Mukminin dengan para sahabat terkait kasus pembunuhan Amirul Mukminin Utsman bin Affan r.a sebagai salah satu faktor ( di samping faktor faktor yang lainnya ) . Yang di perkeruh lagi oleh kaum munafikin yang bermain di belakangnya . Kemudian berlanjut pasca Khulafaur Rasidin yaitu Yazid bin Muawiyah bin Abu Sofyan , yang membuahkan satu tragedi terbunuhnya cucu Rosulullah Husein bin Ali bin Abu Thalib r.a dan putra dari Az Zubair ( Abdullah bin Zubair ) " . Ini dari segi konflik internal umat .

 Sedangkan konflik eksternal yang merupakan akibat dari persoalan politik , adalah jatuhnya kota Kordoba , Andalusia ( sekarang Spanyol ) yang masa itu merupakan wilayah kekhalifahan Daulah Umayah yang terakhir . Pada tahun 1236 ke tangan konspirasi salib ( Raja Ferdinan III dari Aragon , dengan Ratu Isabella dari Castillia ) .
Hal itu terus berlanjut ketika era kekhalifahan Abasiyah , walaupun pada masa masa pemerintahannya mengalami kemajuan dibebagai bidang seperti halnya Daulah Umayah . Contoh pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid , Khalifah Walid bin Abdul Aziz , serta khalifah besar yang lainnya . Akan tetapi penyakit Al Wahn yang menggejala di kalangan umat yang membuat ke khalifahan ini bernasib sama seperti Daulah Umayah .Puncaknya adalah , ketika bangsa Mongol pimpinan Hulagu Khan pada tahun 1258 menyerang ibu kota ( Baghdad ) serta menghancurkan kekhalifahan Islamiyah itu .
Hingga pada fase kekhalifahan Daulah Bani Saljuk ( Turki Usmaniyah ) , sama pula dengan daulah daulah islamiyah yang sebelumnya yang juga sempat mengalami kemajuan di berbagai bidang . Namun lagi lagi penyakit Wahn yang menjadi penyebab Daulah Islamiyah ini mengalami nasib sama seperti ke khalifahan sebelumnya , mengalami kemunduran hingga berbuah kehancuran . Hal itu bermula ketika perang salib ( 1060 - 1270 ) , perang besar yang berlangsung 2 abad , bahkan ada pula ahli sejarah yang mengatakan 6 abad , sehingga tak heran ada rumusan yang menjelaskan perang salib berakhir pada era 1680 an . Cukup riskan , mengingat posisi Daulah Turki pada fase ini berada dalam posisi " serba " defensif akibat krisis dalam negri yang juga melanda Daulah Islamiyah itu .

Solusi Dakwah   

Perpecahan umat pada saat itu merupakan buah dari imbas dari sikap yang berlebih lebihan secara psikologi yang menyebabkan akal telah menjelma menjadi alat pemicu kepuasan tanpa batas ( Al Wahn ) . Mungkin dalam hal ini ada baiknya jika ita sedikit bermuhasabah perihal sabda Rosul SAW : 
" Binasalah hamba dinar , binasalah hamba dirham , binasalah hamba perhiasan ...." ( HR . Bukhari Muslim ) 
Tak mengherankan jika banyak umat islam , hingga para tokoh tokohnya yang telah terontaminasi pandangan hidupnya di luar Islam , terbelenngu dengan sistim hukum thaghut , berprinsip matrialis , berlogika dengan bukan Islam . Dengan bergantinya ideologi maka praktis berganti pula aqliyahnya , sehingga wajar jika hal ini turut berimbas pula pada konsep pentarbiahan yang merupakan produk pemikiran Islam . 

jika ruhiyahnya yang merupakan sumber inspirasi sekaligus spiritnya tergantikan , niscaya buah dari spirit itu atau dalam hal ini mu'amalah salah satunya tentu akan turut tergantikan . Lantaran spiritnya atau sumbernya telah kotor . Terutama dari cara berpikirnya , hingga gaya hidupnya . Oleh karena itu benarlah apa yang di katakan Imam Ghazali : 
" Agama adalah asas ( dasar ideologi ) sedangkan Sulthan ( Khalifah / imam ) adalah penjaga , apa saja yang tegak tanpa asas , pastilah akan runtuh . Sedangkan apa saja yang ada tanpa penjaga , pastilah akan hilang " ( Al I'tiqad fil Iqtishaq ) 
Muhamad Ima'il AlMuqaddam di dalam kitab " Uluwul Al Himmah " menjelaskan . Syaikhul Islam Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata : "  Inti kesempurnaan hamba itu ada 2 macam : Mengetahu yang haq dari yang batil dan juga mengutamakan yang haq dari yang batil " .
Terkait hal ini , betapa solusi satu satunya dalam memperbaiki kondisi pelik umat ini adalah menyerukan dakwah agar umat itu kembali kepada fitrahnya agar seiring dengan hukum hukum Allah ( baik itu Kauniyah maupun Kauliyah ) . Namun , menilik kembali terhadap apa yang terjadi pada masa lampau , sekaligus fakta diatas , tidak terkecuali mengikuti tuntunan Rosululah SAW . Maka metode yang sepatutnya kita terapkan adalah menyinergikan berbagai macam aspek terkait tarbiayah Islamiyah , yang tertuang di dalam seruan dakwah : 
" Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian umat yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar . Mereka itulah orang orang yang beruntung " . ( QS : Ali Imran 104 ) 

Memang beragam realita yang kita amini bersama adalah banyaknya bermunculan ide ide perihal solusi apa yang tepat untuk mengembalikan umat ini , dalam merawat umat yang sudah kelewat jauh dari Al Qur'an dan As Sunah . Ada yang menggaris bawahi bahwa solusi memperbaiki umat adalah melaui jalur tarbiyah secara mutlak , ada pendapat yang menandaskan bahwa perbaikan umat melalui politik , tidak ketingalan pula  yang lebih memprioritakan kebutuhan yang bersifat jasadiyah seperti memperbanyak sarana sosial dan sarana kesehatan serta fasilitas fasilitas yang lainnya . Itu semua memang tidaklah salah , dan betapun Islam juga memperhatikan hal hal diatas yang memang akan terwujud dengan sendirinya , jika Umat konsisten dalam berislam yang kafah , bahkan yang bersifat kecil sekalipun juga di perhatikan ( dilaksanakan ) . 

Namun satu hal yang patut kita perhatikan adalah dalam hal menjawab problematika umat , tentunya kita akan menemukan satu sistem yang bersifat fundamental ( paling mendasar ) . Tarbiyah adalah wahana dakwah yang mutlak dan tak tergantikan , akan tetapi pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa lahirnya khilafah atau imarah itu merupakan satu wujud dari implementasi dari tarbiyah yang turut menjadikannya sebagai sarana mendakwahkan Laa ilaha Ilalah ? Dan bukankah bentuk ke rahmatal lilalaminannya Islam adalah menyatukan umat atau manusia di bawah kedaulatan syareat yaitu Allah Azza Wajala secara mutlak ? dan memang demikian tujuan dari dakwah .
Mengapa ketika mereka berbicara perihal solusi dakwah , ranah jihad fi sabililah tak pernah di persoalkan (  diangkat ke permukaan )  padahal persoalannya sama pentingnya dengan tarbiyah , serta Imarah dalam mewujudkan implementasi syareat ? Bukankah juga termasuk pragmatis , seandainya kita dalam bertujan akhir dari tarbiyah kita melupakan jihad , dan khalifah Islamiyah .
Mensinergikan penegakan tarbiyah Islamiyah , jihad dan khalifah Islamiyah lah solusinya atas umat Islam saat ini , dalam rangka menyatukan Umat Islam di bawah kedaulatan Allah Azza Wajalla secara mutlak sebagaimana di jelaskan dalam QS : An Nisa' 60 , Al Maidah 44 - 50 yaitu Islam . 
Dengan di terapkannya Islam sebagai Way Of Life secara kaffah , akan berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan .

Atau dengan bahasa mudahnya Al Qur'an telah sempurna dan seluruh syareat Islam telah sempurna . Di sana ada satu kewajiban bagi umat Islam untuk merealisasikan Islam secara menyeluruh pada kehidupan nyata ( sehari hari ) baik itu masalah yang kecil dan ringan sampai masalah yang besar . Ladang untuk beramal sholeh sangatlah banyak sekali , oleh karena itu kita janganlah membatasi diri untuk melakukan satu amalan saja sehingga hal itu akan mengesampingkan amal amal yang lain ( yang boleh jadi amalan yang kita kesampingkan itu malah lebih penting kita kerjakan ) .
Akan tetapi lain ceritanya jika kita mungkin hanya memfokuskan diri kita untuk mengerjakan satu atau dua amalan ( dakwah misalnya dalam bidang pendidikan saja ) , mungkin karena kemampuan kita saat ini hanya sebatas itu  saja . Akan tetapi kita tidak menafikan amalan yang lain ( taruhlah jihad fi sabilillah ) karena kita belum di berikan kemampuan untuk melaksanakannya pada saat ini dan kita berazam jika di berikan karunia oleh Allah untuk melakukan hal itu , maka kita akan melakukannya .
Begitu juga jika seseorang telah memfokuskan diri pada pembinan umat , maka janganlah serta merta kita mengkritik  orang yang tidak mau ikut ambil bagian di dalamnya ( seperti kita ) , karena boleh jadi dia bergerak pada bidang yang lain . 
Atau jika kita pada saat ini diberikan oleh Allah satu kemampuan untuk melaksanakan amalan puncak amalan Islam , maka janganlah kita mencibir orang lain yang tidak sepaham dengan kita dengan mengatakan : " apa kamu itu kerjanya hanya ta'lim dan ta'lim saja ,  kapan Islam ini akan menang " . Karena boleh jadi dia belum di berikan kemampuan untuk melaksanakan seperti kita dan dia bergerak di bidang yang lain .
Dakwah Islamiyah atau mengembalikan kemulyaan Islam ini bukanlah kepunyaan satu dua orang atau golongan saja atau satu dua generasi , akan tetapi dakwah Islamiyah ini milik Umat . Yang penting bagaimana kesungguhan kita memikul beban itu . Apakah kita nantinya akan melihat keberhasilan dari usaha kita atau apakah kita akan keburu menemui kematian maka hal itu bukan urusan kita ( itu urusan Allah Ta'ala semata ) .
Allah Azza wajalla tidak melihat apakah kita berhasil apa tidak dalam mengembalikan kemulyaan Islam , akan tetapi yang di nilai Allah hanyalah bagaimana kesungguhan kita dalam berjalan mengikuti manhaj-Nya . Jika kita sempat melihat keberhasilan dari usaha kita , maka hal itu yang akan menjadi pertanyaan di akherat kelak ( dengan cara apa kita meraih semua itu sesuai sunah apa tidak ) . Oleh karena itu  proyek besar ini mari kita pikul bersama sama diatas pundak kita . Ibarat membuat sebuah bangunan , tidak mungkin jadi tukang batu semua , atau ingin jadi mandor bangunan semua . Akan tetapi di sana perlu adanya satu kerja sama yang kompak antara seorang arsitek bangunan , mandor bangunan , tukang batu , tukang kayu dan kuli bangunan untuk merealisasikan sebuah bangunan yang megah . Apa jadinya jika para pekerja itu saling merendahkan dengan kritikan yang pedas , maka boleh jadi bangunan tersebut akan terbengkelai . 
Dan itulah yang dimaksut dengan rahmatal lil 'alamin dalam QS : Ibrahim 24 .


Wallahu'alam Bishowab
      

Rabu, 02 Februari 2011

Penipu Mata

Segala sesuatu yang akan di perbuat oleh seorang manusia berawal dari mata , sedangkan informasi yang di berikan oleh mata akan di sampaikan ke otak . Sedangkan sang penguasa adalah hati .
Dari hati sinyal akan di kirim ke otak , yang selanjutnya otak akan memerintahkan anggota badan yang lainnya untuk melakukan suatu kerja nyata .

 Benarlah apa yang di sabdakan oleh Rosulullah Muhammad Saw bahwa baik buruknya seorang manusia itu di tentukan oleh segumpal darah yang bernama hati . Apabila hati seseorang itu baik maka hal itu akan mendorong seseorang melakukan suatu amal kerja yang baik pula ( baik itu amalan lisan maupun amalan anggota badan ) . Akan tetapi jika segumpal darah atau hati seseorang itu buruk , maka hal itu juga akan mendorong orang tersebut berbuat kejelekan .
 Oleh karena itu , yang bisa membuat sebuah hati manusia itu jadi baik atau tidak tak lain hanya Islamlah yang bisa memberikan satu jawaban yang jelas dan terang , akan tetapi karena kebodohannya dan kesombongannya dia mengesampingkan hal itu ( membuang Islam jauh jauh dan lebih mengandalkan akal dan nafsunya sendiri ) .

Informasi yang di berikan oleh mata tadi akan di respon baik oleh hati dan seluruh anggota badan yang lainnya manakala hati seseorang itu baik ( begitu juga sebaliknya ) . Jadi , jika sebuah hati telah di sinari oleh Nur Ilahi maka , pandangan seorang manusia akan jauh memandang ( menembus ruang dan waktu ) . Pandangannya tidak picik dan tidak dangkal .
Pandangannya akan tertuju jauh di kampung akherat kelak , walaupun dia masih hidup di dunia ini , akan tetapi pandangannya sudah sampai di akherat ( itulah orang orang langka dan aneh di tengah tengah masyarakat yang telah rusak ) .

Dia tau betul apa yang harus di perbuatnya . Melalui pandangan matanya itu dia khawatir bagaimana nasibnya kelak di akherat , sehingga apa yang di kerjakannya itu dia lakukan dengan penuh kesungguhan dan kehati hatian .
Dia faham bahwa hasil kerjanya itu pada satu keadaan akan menyengsarakannya di dunia ini , atau jika Allah menghendaki dia bisa merasakan hasil kerjanya di dunia sewaktu di masih hidup . Hal itu dia yakini sebagai bentuk cicilan dari Allah ( jika dia bisa merasakan nikmatnya hasil kerjanya di dunia ) dan akan di bayar kontan oleh Allah besok di hari kiamat kelak .
Dan dia juga faham bahwa masa kerjanya itu sepanjang hidupnya hingga ajal mendatanginya( masa kerjanya bukan satu tahun atau sepuluh tahun saja ) .
Itulah pandangan mata yang telah di sinari oleh Nur Ilahi .

Berikut ini 4 perkara yang kebanyakan mata manusia itu tertipu olehnya :

1. Oleh dosa dosa yang telah lewat , pandangan mata tidak mengetahui apa yang Allah perbuat kepadanya sebagai balasan atas dosa dosanya tersebut .
Dia merasa bahwa apa yang telah di perbuatnya itu ( kemaksiatan atau kesyirikan atau dosa besar ) tidak akan terjadi apa pada dirinya itu . Mungkin sebagai buktinya dia tidak mengalami satu musibah atau sesuatu yang tidak mengenakkan pada dirinya walaupun dirinya banyak melakukan hal hal yang melanggar syareat Allah .

Jika ada orang yang mengingatkan agar dia itu sadar dari perbuatan dosa dosanya itu , maka dia menganggapnya sambil lalu saja toh selama ini tidak terjadi apa apa pada dirinya dan ironinya dia masih mengaku sebagai orang beriman yang taat . Itulah satu gambaran kehidupan orang munafik tulen , sedikit beramal sholeh dan banyak melakukan pelanggaran syareat akan tetapi dia merasa aman aman saja dari Makar Allah Azza Wajalla .
Hal itu sebagai akibat dari banyaknya kemaksiatan yang telah di lakukannya , sehingga Allah menutup hatinya dari menerima kebenaran . Dan jika hal itu telah terjadi pada diri seseorang , maka itulah seburuk buruk manusia atau bentuk dari adzab Allah buat orang tersebut  di dunia ( lebih lebih besok di hari kiamat kelak adzab yang pedih telah menantinya ) .

2. Oleh umur yang telah berlalu , pandangan mata tidak mengetahui bagaimana harus mempertanggung jawabkan dosa yang telah di perbuatnya selama itu .
Kemaksiatan akan membawa satu kemaksiatan yang lain ( ibarat satu mata rantai yang saling berkaitan ) . Sebagai contohnya : korupsi ( yang akhir akhir ini marak terjadi di negri ini yang telah terorganisir rapi ) hal itu akan membawa satu kemaksiatan yang lain yaitu berbohong dan main suap agar supaya korupsinya itu tidak di ketahui orang , kalaupun orang sampai tau hukuman yang akan di terimanya di harapkan akan ringan . Atau boleh jadi dosa dari korupsinya tersebut akan membawa juga kepada dosa pembunuhan ( jika hal itu di anggap perlu ) . Hal itu di lakukannya jika berbohong dan main suapnya sudah tidak ampuh lagi . Adapun yang lain masih banyak lagi macamnya

Dia lupa bahwa hidupnya itu tidak hanya di dunia ini saja , akan tetapi setelah dia mati juga masih ada kehidupan yang sangatlah panjang sekali telah menantinya . Bagaimana dia mempertanggung jawabkan dosa dosa itu ( yang telah dia lakukan di dunia dulu ) pada saat pengadilan akherat di tegakkan . Semua saksi saksi di hadirkan atas semua perbuatannya dulu . Pada saat mulutnya di kunci rapat rapat ( padahal dulunya bisa dan ahlinya bersilat lidah ) seluruh anggota badanya bersaksi di hadapan Allah bahkan bumi yang di pijaknya pun juga ikut bersaksi . Hal itulah yang kebanyakan pelaku kemaksiatan lalai .
Mereka menyangka akan terlepas dari itu semua

3. Oleh kemulyaan yang Allah berikan , pandangan matanya tidak mengetahui , apakah kemulyaanya itu adalah tipuan ( istidraj ) ataukah memang tingkatan yang sebenarnya telah dia raih .
Sudah menjadi fitrah manusia bahwa seseorang ingin di pandang mulya di hadapan manusia yang lain . Orang akan senang jika dia di sanjung sanjung , di segani atau menjadi idola setiap orang . Dan tentunya semua orang tidak senang jika semua orang mengucilkannya , mencemoohkannya atau merendahkannya , sehingga wajar jika semua orang yang hidup di dunia ini menginginkan sebuah kemulyaan di hadapan manusia .

Dia rela mengeluarkan biaya yang banyak demi meraih sebuah kemulyaan di hadapan manusia . Dia juga rela bersusah payah demi meraih sebuah kemulyaan .

Orang ingin menjadi kaya harta dan di sebut orang yang terkaya di kampungnya , sehingga dia berusaha sekuat tenaga mengumpulkan harta benda siang dan malam demi di sebut orang kaya  . Atau jika hartanya sudah terkumpul dia akan memberikan hartanya tersebut kepada setiap orang yang di jumpainya ( atau yang dia kenal ) demi di sebut orang yang kaya dermawan lagi ..... Dia tidak menghiraukan jalan untuk meraih itu sudah di benarkan oleh syareat atau tidak . Jika tidak maka , seluruh usahanya itu akan sia sia belaka nantinya dan juga akan mgenambah beban pederitaannya di akherat kelak .

Atau seseorang yang giat belajar Islam , waktunya , hartanya dan seluruh tenaganya dia kerahkan untuk mempelajari Islam . Dengan harapan nantinya setelah dia tamat dari studinya dan berinteraksi di tengah tengah masyarakat dia di sebut Kiyai , seorang ulama' atau sebutan sebutan yang lain . Dia ingin jika dia ceramah banyak orang yang mendengarkannya , banyak pengikutnya , dia ingin di undang kesana kemari untuk memberikan ceramah agama atau di sebut da'i sejuta umat ??? . Apakah yang di lakukannya sudah sesuai syareat apa tidak ??  Padahal Rosulullah Muhammad SAW sebelum diangkat sebagai Rosul sebutannya Al Amin ( orang yang dapat di percaya ) akan tetapi setelah menjadi atau diangkat menjadi Rosul ( menerima wahyu dari Allah ) maka sebutannya tidak lagi Al Amin , akan tetapi Al Majnun ( orang gila ) atau orang yang memecah belah keluarga dan sebutan sebutan buruk lainnya .
Padahal Rosululah saja selama berdakwah di Makkah 13 tahun hanya mendapat orang 300 , itupun banyak diantara mereka yang miskin dan orang yang tidak punya pengaruh apa apa di tengah masyarakat .

Orang hari ini bangga jika dakwahnya telah di hadiri ribuan manusia , diantara mereka banyak para pejabat , tidak banyak halangan yang di hadapinya . Dia bicara sebentar banyak rupiah yang masuk di kantongnya .
Apakah yang di lakukannya itu sudah sesuai syareat apa tidak atau apakah sunah dakwah para Rosul demikian ??.
Ada sebuah kisah nyata di zaman Imam Hasan Al Bana . Di kisahkan pada suatu hari di adakan suatu tablik akbar yang akan di isi oleh pembicaranya adalah Hasan Al Bana .
Setelah hari H di tentukan dan seluruh panitia telah memasang panflet di seluruh tempat , maka datanglah hari H itu . Seluruh rakyat Mesir tumpah ruah memenuhi lapangan tempat tablik akbar itu berlangsung . Ribuan orang yang datang memenuhi undangan sang panitia tersebut .
Singkat cerita , pada saat  acara inti akan berlangsung Sang pembicara ( Hasan Al Bana ) tidak ada di tempat . Sontak saja seluruh panitia bingung di buatnya , maka seluruh panitia mencari di semua tempat karena acara inti sebentar lagi akan berlangsung .
Setelah mencari kesana kemari akhirnya ketemu juga . Imam Hasan Al Bana bersembunyi di suatu ruangan dengan menangis . Sontak si panitia tersebut kaget di buatnya , lalu panitia tersebut menghampirinya sambil berkata : " Ya Syeikh , ada apa gerangan yang terjadi sehingga anda menangis . Di luar sudah banyak sekali orang yang menunggu anda , menanti fatwa fatwa anda . Bukankah banyaknya orang yang hadir di acara anda ini sebagai indikasi akan keberhasilan dakwah anda selama ini ???".
Hasan Al Bana menjawab : " Bukan itu yang aku harapkan , akan tetapi aku khawatir , jika yang aku sampaikan selama ini tidak sesuai sunah . Sedangkan Rosulullah sendiri dalam berdakwah , beliau di lempari batu di Taif , di lumuri kotoran sewaktu beliau sedang shalat di Baitullah , di dustakan kaumnya . Apakah saya lebih baik dari beliau ??" .
Beliau ( Hasan Al Bana ) takut kemulyaan akan banyaknya orang yang hadir di acara tablik akbar itu sebagai Istidraj dari Allah Azza Wajala .

4. Oleh kesesatan yang menghiasi seseorang , sedangkan ia mengangapnya sebagai petunjuk .
Barang siapa yang menyeleweng sedikit , maka dengan cepat matanya akan membohonginya dan agamanya akan rusak , sedangkan ia sendiri tidak menyadarinya .
Para shabat Radhialahu anhum membrikan satu suri tauladan bagaimana berjalan diatas dien ini . Mereka r.a senantiasa berhati hati di setiap langkahnya , karena tau betul bahaya yang di hadapinya .

Umar bin Khatab r.a berkata : " Hisaplah dirimu sebelum engkau di hisab " . Ya mengevaluasi di setiap langkah kita . Itu artinya setiap kita akan melangkah yang kita fikirkan adalah : 1. apakah yang akan saya kerjakan ini sudah betul betul ikhlas Illahi Ta'ala apa belum . 2. Apakah yang akan saya kerjakan ini ada tuntunannya apa tidak baik dari Al Qur'an , As sunah , maupun Ijma' ulama' Islam  . Itu yang selalu kita fikirkan sebelum kita akan melangkahkan kaki kita ( apapun jenis amalan kita ) .
Karena jarak antara kebenaran dan penyimpangan pada awalnya sangatlah tipis , dan disanalah kelihaian syetan memainkan perannya .

Islam adalah agama pertengahan . Artinya setiap amal yang di kerjakan umatnya itu jangan terlalu menyepelekan dan juga jangan terlalu berlebih lebihan , sehingga dalam berjalan menapaki As Shirathal Mustaqim ( di dunia ini yaitu Islam ) senantiasa berada di tengah ( tidak terlalu kekiri dan tidak terlalu kekanan ) . Jika menyepelekan artinya bermaksiat dan jika terlalu berlebih lebihan dapat terjebak dalam kebid'ahan . Karena bid'ah adalah menambah nambahi sendiri bentuk peribadahan yang telah baku baik itu secara akal maupun nafsu .
Jika kita tidak melakukan muhasabah ( evaluasi ) di setiap kita akan melangkah , maka langkah kita sedikit demi sedikit akan melenceng , yang lama kelamaan melencengnya tersebut semakin jauh , sehingga tingkat kesesatannya semakin parah dan jika ada orang yang mengingatkan untuk kembali tidak di hiraukanya ( di ibaratkan seseorang yang memanggil manggil temanya yang telah berjalan sangat jauh di panggil panggilnya temannya itu untuk kembali pastilah temannya yang telah di kejauhan itu sudah tidak mungkin mendengar teriakannya , karena saking jauhnya ) .

Oleh karena itu apabila kita dalam berjalan menapaki dien ini jika di tengah tengah  perjalanan kita tidak menemui ketidak ikhlasan ( di setiap amalan dan apapun bentuknya ) maka, akan lebih selamat kita berhenti sejenak ( tidak melakukan amalan tersebut ) sampai hati kita betul betul ikhlas . Atau di tengah tengah perjalanan amal kita ada orang yang mengingatkan bahwa ada amal kita yang tidak sesuai dengan sunah , maka hal itu akan lebih selamat kita berhenti sejenak sampai kita yakin betul bahwa amal yang kita lakukan sudah sesuai sunah . Karena beratnya timbangan amal kita ( yang akan di hisab ) bukanlah dari banyaknya amal yang telah kita kerjakan , akan tetapi yang Allah nilai adalah dari benarnya amal kita .

Itulah 4 perkara yang kebanyakan orang tertipu . Semoga hal tersebut dapat menjadi renungan kita bersama dalam menapaki kehidupan ini .