Total Tayangan Halaman
Selasa, 19 Oktober 2010
SUNNAH TADAAWUL ......2
Sudah seharusnya para pegiat amal islami atau para kader - kader kebangkitan islam yang sadar akan peran generasi dan menjalani tanggung jawab tersebut secara jujur dan bersungguh sungguh , telah mengerti dan faham bahwa mengjingkari kemungkaran itu wajib bil - qalbi . Adapun bil - lisan dan bil yad ( dengan lisan dan kekuatan ) hanyalah 'ala qodri istitho'ah ( sesuai dengan kadar kemampuan ) .
Ibnu Rajab menjelaskan di dalam hadist dari Abu sa'id ," Man roaminkum munkaron ..." ( riwayat Imam Muslim ) setelah menyebutkan sejumlah hadist , " Hadist hadist ini semuanya menunjukkan tentang wajibnya inkarul - munkar dengan sekuat kemampuan , adapun mengingkari kemunkaran dengan hati maka hal itu tidak dapat di tawar lagi wajib baginya . Orang yang tidak menolak kemunkaran sekalipun hanya dengan hatinya , maka hal itu menunjukkan akan hilangnya keimanan dalam hatinya ". Kemudian beliau melanjutkan ," Menjadi jelas dengan hadist ini bahwa inkar al - munkar dengan hati merupakan fardhu ain bagi setiap muslim dalam keadaan apapun , sedangkan mengingkari dengan lisan dan kekuatan menurut kadar kemampuian yang dimilikinya ". ( Ibnu Rajab dalam Jami' al Ulum wa al - Hikam )
Dalam perjalanan waktu yang ( mungkin ) panjang memenuhi syarat syarat dimana tidak setiap masa seorang muslim terlibat pertempuran fisik dengan musuhnya , bahkan tidak setiap generasi mendapatkan rizki pertempuran itu . Akan tetapi mereka secara terus menerus terlibat peperangan panjang tanpa henti dan tanpa putus . Hal itu di sebabkan karena karakter dari suatu keimanan yang akan selalu bermusuhan dengan kekafiran . Jadi hanya dengan kesungguhan dan kejujuran yang dapat menyelamatkan seorang hamba di hadapan Allah .
Jika telah memasuki kancah pertempuran , maka kesabaran adalah modal yang mutlak di miliki guna menempuh jalan menanjak sesudahnya . Baik itu dalam menghadapi reaksi tekanan balik musuh , menderita luka luka , di kejar kejar tanpa ada kepastian yang menolongnya kecuali hanya Allah saja , dalam keadaan kekurangan logistik , ketakutan dan kelelahan . Oleh karena itu semua , semestinya orang yang memasuki kancah pertempuran itu hanya hanya bermodal satu kesiapan saja , bahwa dia siap mati .
Tidak boleh memaksakan diri memasuki kancah pertempuran jika pada ujung akan tergalang dan manjadi hama bagi jalan jihad dan mujahiddin . kemudian menjadi faktor perusak kejayaan islam dan kaum muslimin . Aktif menjadi pembicara pembicara dalam dialog dialog dimedia massa yangmembongkar rahasia islan dan umat islam. Bergerak kesana kemari membawa signal musuh yang melakukan tranmit di setiap kantong kantong mujahiddin .
Seseorang yang mengatakan islasm itu agama cinta damai tidak suka berperang , maka orang tersebut tidak faham akan hakekat kebenaran dan hakekat dien ini yaitu islam .
Bahwa sanya peperangan ini sudahmerupakan karakter hubungan antara keimanan dan kekafiran , sudah merupakan tabiat kauniah yang Allah Azza Wajalla letakkan pada ciptaannya dengan timbunan hikmah yang mungkin tergali oleh hati manusia yang tewlah cenderung kepada dunia dan perhiasannya .
Karakter ini juga mengalami pasang surut di intern umat isla itu sendiri sebanding dengan besar kecilnya volume penjelasan yang dikumandangkan para ulama' rabbaniyyun di setiap waktu dan tempat . Semakin banyak ulamaa' yang alimul- lisan ( hanya pandai bersilat lidah ) tetapi kehilangan khasyyah ( rasa takut ) kepada Allah Ta'ala , maka akan semakin kecil suara dan gaung penyeru kearah tabi'at islam yang benar . Jadi semakin banyaknya ulama' yang tergalang akan kampanye perdamaian dengan kekuatan kafir , maka semakin kaburlah tabi'at sunah kauniah permusuhan ini .
Padahal kekuatan kekafiran itu tidaklah melakukan suatu kampanye perdamaian itu melainkan hanya untuk melanggengkan kepentingannya sendiri, yaitu untuk melanggengkan dominasi dan penghisapan mereka kepada umat islam .
Jika di renungkan secara jujur bahwa kekuatan kekafiran yang datang kenegri negri umat islam untuk kepentingan nasional negri tersebut juga bukan pula demi kemaslahatan negri yang di datangi tersebut .
Sementara , semakin banyak ulama' yang terjaring kampanye perdamaian dengan kekafiran , berarti semakin sempitlah bumi yang dipijak oleh seorang muslim yang komitmen dengan diennya . walaupun ada jaminan pertolongan dari Allah , bahwa Allah akan menjamin pada akhirnya dien ini dan ahlu dien ini akan menang , akan tetapi pada saat menghadapi ujian 'inda shodamatil-uulaa ( pada hentakan yang pertama ) tetap saja akan terasa berat , tetap saja hal itu menguras kesabaran . Bukti dilapangan berbicara , Betapa banyak yang berguguran karena hal itu .
Allah Azza wajalla tidak hanya menciptakan di dunia ini sebagai tempat pertarungan antara al haq dan al batil saja , akan tetapi Allah juga memperkuat dan menetapkannya dengan irodah syar'iyyahNya dengan :
* Mensyareatkan tauhid dan mengharamkan syirik .
* Mewajibkan perwalian ( al Wala' ) dan melarang orang muslim berwali kepada orang kafir ( al baro' )
* Mewajibkan ketidak tundukan kepada kekafiran dan kemusyrikan secara rela dengan kecintaan hati .
* Memerintahkan untuk berjihad baik dengan hujjah maupun dengan kekuatan senjata menghadapi kekafiran dan kemusyrikan itu .
Bahkan anasir kekafiran yang bersifat terselubung ( yakni kemunafikan ) di perintah untuk membongkarnya , karena bahayanya terhadap eksistensi masyarakat islam , dan untuk itu Allah memerintahkan untuk membongkar makar mereka seperti di jelaskan dalam QS : Al Baqarah 8-20 At Taubah , Al Ahzab , Al Munafikun , dan pada ayat ayat yang lainnya ( pada ayat ayat tersebut menelanjangi sifat sifat orang orang munafik secara gamblang ) .
Memang , umat islam ini sering terfitnah oleh segelintir orang muslim yang tergalang oleh kampanye kekuatan kafir . Segelintir orang yang telah berubah irodahnya dan aqidahnya mereka cenderung kepada dunia dan perhiasannya yang di tawarkan oleh kekafiran . Mereka itu terdiri dari 2 golongan manusia :
1. Orang yang berilmu lurus ( benar ) akan tetapi irodahnya ( tujuannya ) lemah , sehingga mereka mudah terjerat dalam kampanye musuh musuh islam .
2. Orang yang irodahnya hanya kepada dunia atau demi meraih keuntungan dunia sedangkan islam sebagai kendaraannya , mereka menyetir islam demi keuntungan dunianya .
Cara pandang mereka tentang islam mengalami pembiasan , penyelewengan itu bukan karena intelektualitasnya tak sanggup melakukan , akan tetapi penyelewengan itu karena daya intelektualitasnya di setir oleh sponsor yang terlanjur menggelontorkan sejumlah keuntungan dunia yang sangat besar baginya . Intelektualitasnya di jual untuk kepentingan dunianya .
Bahkan ada juga yang berani secara terang terangan mengatakan seandainya para teroris itu ( maksutnya orang orang yang komitmen kepada diennya ) merasakan fasilitas dunia yang di sediakan oleh para donator yayasan amal kafir , pastilah mereka akan lunak dan tidak sekeras itu .
Mereka ini menyangka mengukur orang lain seperti mengukur direinya . Di sangkanya semua orang bermental pelayan kepada orang kafir seperti dirinya .
Dalam ukuran personal atau team kecil , dana 1.5 milyar rupiah itu cukup besar dan cukup menggiurkan . Bahkan ada yang membuat naskah naskah buku atau makalah yang bila dapat merreka menukil pendapat pendapat para ulama' besar yang menjadi rujukan kaum jihadi seperti Ibnu Taimiah untuk mendukung pendapatnya yang menyimpang itu , maka naskah naskah mereka akan di hargai mahal ( walaupun naskah itu di terbitkan atau tidak ) .
Padahal angka 1.5 milyar itu tak sampai senilai sedikitpun dengan biaya yang dikeluarkan pentagon guna mengirimkan 2 personil tentaranya dalam memberangus Afganistan . Sementara sumber alam dan mineral yang di kuras oleh orang kafir dari dunia islam berlipat jutaan kali di bandingkan cipratan dana yang di nikmati oleh para pelacur intelektual itu . Jika orang kafir memberikan sesuatu dunia padamu pastilah mereka telah mengambil duniamu 10 kali lebih besar .
Kita lihat di Indonesia saja , penambangan tembaga ( dan emas ) di freeport selama beberapa dekade tanpa henti , PT Newmont di pulau Sumbawa dan Minahasa , tambang minyakbumi yang dikuras oleh Exxon Mobil , dll ( berapa keuntungan yang mereka keruk ) . Belum lagi tanah umat Islam yanglainnya di Timur Tengah . ( contoh fakta yang tak terbantahkan ) .
YA , kerugian kekayaan umat islam yang dikuras oleh orang kafir begitu menggunung . Umat islam dimiskinkan dan dijauhkan dari mengontrol dunianya sendiri ( dengan alasan SDM ) , sementara umat ini di gerogoti dan dilemahkan oleh pion pion yang berhasil di galang musuh dan di beli serta di pelihara untuk kepentingan mereka . Sungguh efisien peperangan yang mereka lakukan atas dunia islam . Sekiranya jika bukan karena dorongan dan panggilan keyakinan maka , besar kemungkinan banyak yang menyerah .
Akan tetapi tidak , perjalanan waktu akan menjadi saksi akan kebenaran janji Allah Ta'ala . Orang orang kafir hanya memainkan peran kauniah yang telah Allah tetapkan , sementara para aktivis islam mengunduh pahala yang besar lantaran melaksanakan perintah syar'i dari Allah , mereka berlepas diri dari kekafiran , menyusun kekuatan dan memerangi orang orang kafir dan para antek anteknya .
Panjang memang jalan yang harus di tempuh dan melelahkan , akan tetapi itulah sudah menjadi tugasnya dan mereka itu sedikitpun tidak bergeser dari jalan itu .
Wallahu a'lam bisshowab
Selasa, 12 Oktober 2010
TIMBANGAN KEMENANGAN tinjauan syar'i dan pandangan manusia
Orang yang mengatakan " Islam itu rokhmatal lilalamin tidak di sebarkan dengan peperangan , maka orang tersebut hakekatnya tidak faham akan dienul Islam itu sendiri " . Dan mungkin ada yang bertanya kenapa umat Islam hari ini di timpa kekalahan , banyak dari kaum muslimin yang di bantai oleh orang orang kafir dan kaum muslimin di hinakan ?? . Maka jawabnya adalah karena kaum muslimin enggan memenuhi seruan Allah untuk berjihad dan lebih cinta pada dunia serta takut mati .
Di dalam kancah peperangan atau pertempuran maka kedua belah pihak pasti menginginkan akan satu kemenangan . Kemenangan itu sendiri adalah tujuan dari setiap peperangan . Baik itu kemenangan maknawi maupn kemenangan hakiki , ia adalah satu salah satu tujuan dari sebuah pertempuran . Namun perlu di garis bawah , banyak skali kaum muslimin hari ini menyangka bahwa orang melakukan satu ibadah jihad fie sabilillah , Allah Ta'ala akan memberikan satu kemenangan yang kasat mata saja . Hal ini kebanyakan yang beranggapan bahwa makna kemenangan hanya terbatas pada kemenangan di medan tempur saja atau satu bentuk kemenangan hakiki saja dan sering melupakan kemenangan maknawi .
Padahal Allah Ta'ala mensyareatkan jihad fie sabilillah ini kepada kita kaum muslimin , akan tetapi tidak memberikan jaminan kepada orang orang yang menyambut seruannya itu ( untuk pergi berperang itu ) untuk selalu menang.Bahkan , Allah menetapkan kekalahan bagi kaum muslimin sekali waktu , sebagai mana firman Allah dalam QS : Ali Imran 140 yang artinya :
" Jika kalian mendapatkan luka , maka musuhpun mendapatkan luka , dan hari hari itu Kami pergilirkan diantara manusia ...."
Pada ayat tersebut menegaskan akan sunah tadaawul ( pergiliran ) yang pasti berjalan . Sunah kekalahan yang dialami kaum muslimin pada perang uhud ( konteks ayat diatas ) berlaku bagi siapa saja .
Seandinya manusia mau membuka lebih lebar pemahaman mereka tentang makna kemenangan , maka mereka akan berkesimpulan bahwa siapa saja yang berjihad yang merupakan puncak amalan tertinggi Islam ( tdk ada yang menyamai amalan jihad fie sabililah ) maka ia tidak akan pernah rugi sedikitpun dalam memenuhi seruan tersebut yakni jihad fe sabilillah . Bahkan mereka selalu dalam keadaan menang , apapun kondisinya. Baik dia itu berjaya , tertawan maupun terbunuh oleh musuh . jihad adalah sebuah keberuntungan dalam segala kondisinya , walaupun kenyataan dilapangan berbeda dengan apa yang di harapkan .
An Nashr ( pertolongan ) Dalam Pandangan Allah Azza Wajalla
Menilik kepada nash Al Qur'an dan As Sunah maka akan kita temukan hakikat kemenangan itu sendiri bagi seorang mujahid , baik itu secara individu maupun secara berjamaah . Adapun makna makna kemenangan itu adalah sebagai berikut :
1. Ketika seorang mujahid berhasil mengalahkan nafsunya , mengalahkan syetan yang menggodanya dan mengalahkan delapan perkara yang di sukai manusia serta kesukaan yang menjadi cabang cabangnya ( 8 perkara tersebut ) . Hal itu sebagaimana di jelaskan dalam QS : At Taubah 24 ( tentang 8 perkara yang di sukai sebagian besar manusia )
" Jika bapak bapak , anak anak , saudara saudara , istri istri , kaum keluarga , harta kekayaan yang kamu usahakan , perniagan yang kamu khawatir kerugiannya , dan rumah rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RosulNya dan dari berjihad dijalan Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang fasik " .
Maka ketika seorangmujahid berhasil keluar dari rumahnya untuk pergiberperang fie sabilillah berarti dia telah menang dan berhasil mengalahkan nafsu dan syahwatnya yangmembikin orang enggan untuk keluar berperang fie sabilillah .
2. Kemenangan atas syetan yang senantiasa mengintai dari menghalangi seseorang untuk berjihad .
Hal itu di jelaskan dalam shohih bukhori dari Abu Hurairah bahwasanya Rosulullah SAW bersabda
" Syetan duduk menghadang anak adam diatas jalan iman , syetan itu berkata padanya : " Apakah kamu mau beriman dan meninggalkan agamamu dan agama ayahmu ? " Anak adam itu tidak memperdulikannya dan terus beriman . Kemudian syetan duduk di jalan hijrah , ia berkata kepadanya : " Apakah kamu mau berhijrah dengan meninggalkan harta dan keluargamu ? " ia tidak memperdulikannya dan terus berhijrah . Kemudian syetan duduk diatas jalan jihad , ia berkata kepadanya : " Apakah kamu mau berjihad ? Nanti kamu terbunuh dan istrimu akan dinikai orang , hartamu akan di bagi bagikan orang lain . " Ia kembali tidak memperdulikannya dan terus berjihad hingga terbunuh . Siapa yang seperti itu keadaannya , menjadihak Allah untuk memasukkannya ke Jannah ".
3. Menang atas orang yang suka mempengaruhi orang lain agar lemah semangatnya untukberjihad dari kalangan saudaranya sekulit dan sebahasa .
Orang orang yangmenghalang halangi dari jihad ini mereka gunakan seluruh potensi yang dimilikinya dalam rangka untuk menghalagi seseorang untuk berjihad . Hal itu di jelaskan dalam QS : AtTaubah 47 dan QS : At Taubah 81 .
4. Allah akan menunjukkan hakekat dienul islam sesungguhnya yang hal itu tidak mungkin dimengerti dari orangorang yang hanya duduk duduk saja enggan berjihad . Allah akan menunjukkan hakekat dari kesabaran yang sebenarnya , hakekat tawakal yang sebenarnya akanmengtahui karomahorang yang mati syahid , mengetahui bagaimana pertolongan Allah itu datang yang hal itu tdk mungkin di dapat kecuali di kancah peperangan saja . Hal itu sebagaimana di jelaskan dalam QS : Al Ankabut 69
" Dan orang orang yang berjihad ( fie sabilillah ) Kami , pasti akan Kami tunjukkan kepadanya jalan jalan Kami . Dan sesungguhnya Allah bersama orang orang yang berbuat kebaikan " .
5. Allah Aza Wajalla akan meneguhkan dan mengokohkan langkahnya diatas jalan dan prinsib jihad , walaupun yang di deritanya itu kepayahan demi kepayahan datang bertubi tubi , komentar komentar yangmelemahnkannya . Hal itu sebagaimana di jelaskan dalam QS : Ibrahim 27
" Allahmeneguhkan orang orang beriman dengan perkataan yang kokoh ketika di dunia maupun di akherat . Dan Allah menyesatkan orang dzalim dan Allah mengerjakan apa yang Dia Kehendaki " .
Betapa banyak orang yang telah berjihad danmendapat kemenangan dimedan tempur , akan tetapi prinsip prinsip yang ia pegang selama ini telahmengendur , kemantaban aqidahnya yang dulu telah bergeser karena dunia telah mempengaruhinya sehinga ia lantas memperhatikan urusan syahwatnya dan dunianya dengan seribu alasan .
6. Kemenangan hujjah dan dalil .
Kemenangan ini tidak hanya di rasakan bagi sang pelaku saja tetapi akanmeluas pada oranglain , baik orang itu masih hidup maupun sudah mati . Yang penting hujjah dia tersampaikan dan memuaskan hatiorang , walaupun dia sendiri lemah keadaannya dan tidak meraih kemenangan di medan tempur .
Sebagaimana debatnya Kholilullah Ibrahim AS atas kaumnya yang hal tersebut diabadikan dalam QS : Al An'am 83 dan QS : Al Baqarah 258
Hal itu juga di dalam kisah kemenangan prinsip yang di raih pemuda ghulam dan ashhabul ukhdud . Saat itu ghulam terbunuh , tetapi hujjahnya menang dan berhasil mengalahkan kekufuran raja , semua orang beriman padanya . Ia telahmengalahkan kekufuran raja pada zamannya walaupun kekufuran itu mempunyai kekuatan dan kekuasaan , tetapi kekufuran itu tetap jatuh tak berdaya dihadapan keteguhan , dihadapan prinsip dan keyakinannya yang agung .
7. Allah akan menimpakan musibah dan mengahancurkan musuh mereka dari sisiNya , musibahini terjadi karena jihad yang dilakukan para mujahidin .
Seringnya mujahidin kalah menghadapi musuhnya dimedan karena tidak seimbangnya kekuatan kedua belah pihak . Karena para mujahidin telah berusaha dengan maksimal dan mencurahkan segala daya dan upayanya untuk menempuh sebab dan berjuang dengankekuatan yang Allahberikan itu serta mereka telah melakukan i'dadul quwwah dengan serius , maka Allah akanmenjadikan usahanya dan perlawanannya yang tidak seberapa itu menjadi sebab kehancuran musuh mereka .
Hal itu di jelaskan dalam QS : Al Baqarah 249
" Betapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yangbanyak dengan izin Allah, dan Allah bersama orang orang yang sabar " .
Kalau orang melihat danmemperhatikan sebab sebab kehancuran Uni Soviet , tidak akanmelihat kesimpulan lebih jelas selain bahwa penyebabnya karena mereka memerangi agama Islam dan di sebabkan jihad yang dilancarkan mujahidin melawan mereka .
8. Akan menyebabkan fakirnya orangorang kafir , matinya mereka diatas kekufuran dan terhalanginya mereka memperoleh hidayah .
Dulu jihad yang dilakukan Rosulullah Muhammad SAW menjadi penyebab dari pada kedengkian dan kedzaliman orang Yahudi , akhirnya Allah pun mengeraskan hati mereka sampaimereka mati , padahal mereka tahu kebenaran Nabi Muhammad SAW seperti mereka mengenali anak anak mereka sendiri . Mereka mati dalam kekufuran dan hari perhitungan telah menanti .
Begitu pula kesombongan dan keangkuhan serta keangkaramurkaan mereka orang orang kafir hari ini . Klaim klaim mereka bahwa merekalah pembela kebebasan , pembela peradapan danorang orang yang memerangi terorime , itu semua akan berakhir dengan habisnya masa kehidupanmereka yangbarangkali tidakberlangsung lama . setelahitu mereka akanberpindah kesuatu tempat yang kaum muslimin merasa terobati dengan melihat mereka di neraka . Hal itu di jelaskan dalam QS : Ad Dukhan 49 .
9. Ketika Allah mengambil sebagian hambanya itu sebagai syahid .
Setiap hamba yang berjuang dan terluka karena Allah semua itu sebenarnya agar ia bisa emperoleh tiket masuk jannah ( tanpa hisab ) Hal itu di jelaskan dalam QS : AliImran 140
" Dan hari hari itu kami pergilirkan diantara manusia dan agar Allah mengetahui orang orang yang benar benar beriman serta mengambil sebagian dari kalian sebagai syuhada' . Dan Allah tidak menyukai orang orang yang dzalim " .
Kesyahidan merupakan pilihan yang Allah tentukan bagi hambanya . Hal itu bermakna , siapa yang Allah pilih untuk bisa memperoleh derajat ini berarti telah meraih kesusessan dan kemenangan . Kesyahidan adalah puncak dari pada cita cita dan juga kesyahidan merupakan pilihan Allah sendiri , sampai sampai Rosulullah sendiri mengangankan kesyahidan hingga tiga kali di dalam sabda beliau :
" Sungguh aku benar benar berandai andai jika untuk terbunuh dijalan Allah , kemudian dihidupkan lagi , kemudian terbunuh lagi ,kemudian dihidupkan lagi , kemudian terbunuh lagi ".
10. Kemenangan dimedan tempur .
Kemenangan dimedan tempur ini taklain hanyalah salah satu dari sekian bentuk kemenangan .
Hal itu sebagaimana di jelaskan dalam QS : Al Ghafir / Al Mukmin 51
" Sungguh , Kami pasti menolong ( memenangkan ) Rosul rosul Kami dan orang orang beriman ketika di dunia dan ketika saksi saksi di tegakkan ".
Juga di jelaskan dalam QS : Ar Ruum 47
" Dan menjadikewajiban Kami memenangkan orangorang beriman " .
Juga sabda beliau seperti diriwayatkan Muslim dari Tsauban ra ia berkata , Rosulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah telah melipatkan bumi untukku , maka aku melihat bagian timur hingga baratnya , dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dilipatkan untukku tadi ".
Meski demikian tidak pernah dibenarkan seoranghamba hanya psrah saja menunggu kabar gembira dalam nash tersebut dan tidakmau berjuang dengan alasan toh kemenangan itu pasti akan datang juga . Jikaia memahami maknamakna kemenangan , maka yang wajibbagi dirinya adalah bagaimana menjadi orang pertama yang menjemput kemenangan tersebut . Sebab kalau nantinya umat ini mencapai kemenangan sementara ia tidak memberikan andil apapun , tentunya ia menjadi orang yang merugi . Jadi ia harus berusaha merealisasikan salah satu dari pada makna kemenangan selain kemenangan militer sampai nanti janji Allah berupa kemenangan militer itu datang .
Sabtu, 09 Oktober 2010
POLISI , ISLAM dan KEKUASAAN
Berbicara soal memecahkan kaca , agaknya polisi hanya kenal cara itu untuk mengambil ustadz Abu . Dulupun sama , waktu ia sakit dan dirawat di RS PKU Solo , kaca kacapun di pecahkan untuk menangkap dan membawa sang ustadz ke Jakarta .Intervensi dengan kekerasan rupanya menjadi pilihan meskipun sebenarnya ustadz Abu siap memenuhi panggilan .
Intervensi itulah kata yang saat ini begitu gemar dilakoni oleh polisi . Beberapa waktu yang lalu seorang kapolda Jateng kena batunya ketika mengintervensi pertandingan final Liga Indonesia . Ia ngotot mengganti wasit yang ia anggap tidak adil . Akibatnya masyarakat pecinta bola pun ikut protes keras , dan beberapa hari kemudian sang kapolda masuk kotak , ia jadi staf ahli mabes polri .
Kapolda yang satu ini memang pede abis . Meski ia bukan muslim , ia berani melarang jenazah tersangka teroris Muslim di makamkan di kampung halamannya sendiri . Hal ini terjadi di purbalingga dan Kudus . Tentunya ia tidak terang terangan , ia tinggal memberikan instruksi kepada kapolres , kapolres melakukan potensi penggalanganya , Sim salabim ... tiba tiba ada sekelompok warga yang menolak pemakaman teroris di kampungnya .
Di Porworejo lain lagi kisah intervensinya . Mungkin lebih tepatnya infiltrasi . Seorang reserse senior menjadi takmir masjid milik ormas islam terbesar yang selama ini welcome terhadap dakwah sesuai sunah .Ketua pusatnya aja berjenggot panjang dan lebat , sesuai sunah Nabi tentang janggit bagi laki laki .
Suatu pagi sang ketua takmir cum reserse itu tiba tiba berang ketika seorang da'i muda menyampaikan materi tentang wajibnya menjalankan sunah memelihara jenggot . Lalu conditioning pun dilakukan , tokoh tokoh ormas itu di suguhi laporan miring bahwa sang da'i di curigai sebagai penyebar faham teroris .
Aneh bin ajaib , ormas itu percaya begitu saja . Sang da'i dihentikan dakwahnya di masjid itu . Meski tak ada bukti ini instruksi dari atas , intervensi dakwah ini terjadi di masa jabatan sang kapolda yang tersandung bola tadi .
Masih dikota yang sama , posisi ketua takmir di sebuah masjid lain di kudeta . Seorang ustadz yang tinggal di masjid itu di datangi preman , diintimidasi agar pergi . Lalu kepengurusan takmir baru terbentuk , melibatkan orang orang yang belum pernah terlihat berjamaah di masjid itu . Takmir baruitupun di sahkan di depan kaposek dan muspika .
Dari beragam kisah diatas membangkitkan nostalgia masa orde baru yang penuh perhatian pada rakyatnya . Rakyat selalu di bimbing agar tidak selalu keliru arah jalannya .Rakyat dianggap anak kecil yang harus selalu di suapi dan dipegangi tangannya .
Dulu dimasa orde baru , semua urusan di tengah masyarakat harus melibatkan tentara . Babinsa menjadi pusat perijinan dilevel kampung . Dari mulai pertandingan voli hingga judi kopyok harus di bawah pengawasan dan ijinnya , " Pak Ijin " begitu mereka di panggil di desa desa .
Kini upaya serupa tak sama terjadi . serupa karena sama sama mengintervensi segalaurusan , tak sama karena aktornya berbeda .Kalo dulu tentara sekarang polisi . Fungsinya sama menjaga stabilitas agar jalannya kehidupan sesuai kepentingan penguasa .
Itu baru di level kampung , dilevel atas permainan tak kalah cantiknya . Seorang tokoh ormas besar harus sowan ke cikeas untuk bisa terpilih dalam muktamar . Tak cukup hanya dapat restunya saja , iapun harus memasukkan seorang petinggi badan intelejen dalam kepengurusannya .
Pola yag sama hampir terulang pada ormas besar yang satunya . Seorang mantan petinggi badan intelejen berusaha di susupkan dalam jajaran pengurus pusatnya . Agaknya negri ini begitu rawan kondisinya , sehingga aparat keamanan harus dilibatkan dalam segala urusan dan semua perkumpulan .
Kata orang jawa bilang tumbu ketemu tutup , bakul nasi ketemu tutup yaaa klop . Mental umat indonesia sendiri masih belum beranjak dari masa lalunya . suka sekali menjilat dan medekat pada penguasa . Alih alih akan bersikap kritis dan meluruskan penyimpangan penyimpangan , banyak tokoh dan kelompok Islam menggantungkan diri dan rizki pada penguasa .
Mental inilah yang membuat umat Islam selalu lemah . Tak bisa mandiri dan bersikap kritis . banyak toleran pada penyimpangan kekuasaan . Inilah sebabnya banyak ulama' yang melakukan kehianaan : mendatangi istana , menjilat penguasa dan makan dari kotoran penguasa . Itulah ulama' suu' yang di belejeti atau ditelanjangi keburukanya oleh Imam Ghozaly .
Padahal tradisi bergantung pada kekuasaan , tak pede kalo tak di restui dan diintervensi kekuasaan adalah tradisi Yahudi . Karena dahulu kala , orang orang Yahudi gemar mengundang dan melibatkan penguasa Romawi yang menindas mereka . Urusan ibadah pun tak lepas dari campur tangan kekuasaan .
Inilah ironi sekulerisme di indonesia . Agama di halangi dari mempengaruhi kekuasaan dengan kebaikan . Akan tetapi sebaliknya , penguasa selalu berambisi menguiasai kelompok dan urusan agama demi memperkokoh kekuasaannya . Politik harus steril dari pengaruh agama , tetapi agama dan umatnya harus menghamba pada penguasa .
Jumat, 08 Oktober 2010
Ad - Dien Menurut Al Qur'an dan As Sunah ...??
Salah satu metodologi berpikir orang orang jahiliyah dalam menilai dan menimbang baik buruknya suatu Ad Dien ( keyakinan / idiologi ) yaitu dari tingkat kecerdasan dan pendidikan penghasung ad Dien tersebut . Jika tingkat kecerdasan pengusungnya baik , IQ nya diatas rata rata ini pertanda ideologi tersebut baik dan benar . Mereka berhujah dengan QS : Huud 27
" Kami tidak melihat orang yang mengikuti kamu , melainkan orang orang yang hina dina diantara kami yang lemah akalnya ."
Kebanyakan penyimpangan penyimpangan yang terjadi hari ini di karenakan salahnya dalam memahami apa itu ad Dien . Pasalanya , seringkali kesalahan dalam memahami ajaran Islam dan perilaku menyimpang tersebut di sebabkan salahnya dalam memahami istilah ini .
Urgensi Pemahaman Istilah ad Dien .
Istilah ad Dien adalah salah satu dari empat istilah - yaitu , Lailahaillallah , Ar Rabb, Ibadah dan ad Dien . Dari keempat istilah tersebut yang sering di pakai dalam Al Qur'an . Kepahaman empat istilah tersebut merupakan kunci untuk memahami Al Qur'an dengan baik . Oleh karena itu seorang pemikir Islam kontemporer , Abu A'la al Maududi , menyusun buku khusus untuk menjelaskan tentang ke empat istilah ini , judulnya : " al Mustholahats al Arba'ah "
Tentang pentingnya memahami keempat istiah ini , salah satunya istilah ad Dien , Abu A'la al Maududi rahimahullah berkata ,
" Ketika seseorang tidak memahami Lailaha illallah , ar Rabb , Ibadah , dan istilah ad Dien . Maka ia akan melihat Al Qur'an hanya rangkaian kata dan kalimat saja . Tidak lebih . Ia tidak mampu memahami Al Qur'an sedikitpun , ia tidak bisa memahami hakekat tauhid dan syirik , juga tidak bisa mempersembahkan ibadahnya hanya kepada Allah serta tidak akan sanggup mengikhlaskan ketaatannya hanya untuk Allah semata ." ( al Mustholahat al - Ar ba'ah )
Makna ad Dien
Pemahaman yang kurang mendalam tentang makna ad dien , menyebabkan banyak syareat yang di langgar . Seorang muslim tidak merasa marah , terkejut jika ada seorang muslim yang keluar dari syareat islam , beralih ke aturan dan undang undang thoghut , beralih ke ideologi sekuler . Mereka tidak menganggap sekulerisasi atau liberalisasi sebagai agama . Sehingga orang yang berideologi liberal dianggapnya masih Islam ???
Karena salah dalam memaknai ad Dien seorang muslim rela menikahkan putrinya dengan seorang sekularis , liberalis , ataupluralis . Padahal sekuler , undang undang liberalis , atheis adalah ' ad Dien selain Islam . Memperjuangkannya berarti telah pindah ideologi ( agama ) . Hal itu yang jarang di sadari umat Islam hari ini .
Dalam bahasa arab istilah ad Dien memiliki banyak makna , diantaranya : Al Qahr ( kekuasaan ) , Al Ithoah wak Ubudiyah Wal khidmah ( ketaatan dan pelayanan ) Asy Syar'u Wal Qonun Wal Thoriqoh ( undang undang dan metodologi ) Al Mukaf'ah Wal Hisab ( pembalasan ) ... ( bisa dilihat dalam Al mustholahats al Ar ba'ah 65 -66 , Al Mustholahats wal Mafahim syaikh Abu Bayeer 42 -43 , dan lisanul arab 13/164 )
Sedangkan menurut istilah ad Dien memiliki makna ( di sadur dari al Mustholahats al Ar Ba'ah Abu A'la al Maududi dan Al Mustholahats wal mafahim Abu Basyeer )
a. Ketaatan , ketundukan dan ibadah .
Hal ini terkandung dalam QS : Al Baqarah 193 yang artinya
" Dan perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga ad Dien ( ketaatan ) hanya semata mata untuk Allah ."
Abu Ja'far At Thobari rahimahullah berkat ," yaitu agar semua ibadah dan ketaatan di peruntukkan bagi Allah , bukan untuk patung atau sesembahan lainnya .... kata ad Dien tercantum dalam ayat ini maknanya adalah ibadah dan ketaatan ( At Thobari 3/570 )
b. Aturan dan Undang undang
Hal ini terkandung dalam QS : Yusuf 76 yang artinya :
" Tiadalah paut Yusuf menghukum saudaranya menurut ad Dien ( undang undang Raja ) , kecuali Allah menghendakinya ."
Ibnu Jarir rahimahullah berkata , Tidak mungkin yusuf menghukum saudaranya dengan menggunakan hukum raja ." Jadi ayat ini menyebut hukum / aturan dengan ad Dien .
Jadi aturan atau undang undang adalah ad Dien . Maknanya siapapun yang mengambil aturan Allah Azza Wajalla sebagai satu satunya pedoman hidupnya maka ridho Allah selalu bersamanya . sebaliknya , siapa saja yang mengambil aturan / undang undang selain Allah Ta'ala sebagai pedoman hidupnya berarti ia telah mengambil dien / agama selain Islam .
c. Balasan
Hal ini di jelaskan dalam QS : Adz Dzariyat 6 yang artinya
" Dan sesungguhnya ad Dien ( hari pembalasan ) pasti terjadi ."
Kata ad Dien dengan arti pembalasan juga dapat dilihat dalam QS : Al Infthar 17 dan QS Al Ma'un 1 .
Berdasarkan makna istilah ini Abu A'la al Maududi menyimpulkan istilah ad Dien memiliki 4 unsur , jika ketiga istilah ini ada dalam pandangan hidup seseorang atau suatu bangsa berarti pandangan hidup itu adalah ad Dien . Adapun ke 4 unsur itu adalah :
1. Puncak kepemimpinan dan dan kekuasaan tertinggi
2. Mentaati dan tunduk kepada kepemimpinan yang tertinggi tersebut .
3 Pandangan hidup / ideologi yang di kendalikan oleh kekuasaan tertinggi tersebut .
4. Balasan ; ganjaran baik bagi mereka yang tunduk dan taat kepada ideologi tersebut . hukuman bagi yang melanggar ideologi tersebut .
Jadi kesimpulan beliau : " Kaslimat dien merupakan istilah yang menunjukkan - nidzomul hayyah - aturan hidup yang dianut oleh seseorang untuk mempersembahkan ketaatannya kepada kekuasaan tertinggi manapun , ketaatannya diatur oleh undang undang . Sehingga ketaatan kepada kekuasaantertinggi tersebut lancar dan melanggar undang undang tersebut di kenakan sanksi ".
Beliau memperkuat kesimpulannya itu berdasarkan dalil QS : AL Ghofir / Al Mukmin 26 yang artinya
" Dan berkata Fir'aun ( kepada pembesar pembesarnya ) : " Biarkanlah aku membunbuh Musa dan hendaknya ia memohon kepada Tuhannya , karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar dien kalian atau menimbulkan kerusakan di muka bumi ."
Ibnu Katsir berkata : " Fir'aun kawatir jika Musa memalingkan manusia dari undang undangnya dan mengganti undang undangnya serta budaya mereka ." Semua oranbg faham dinukum yang dimaksut oleh Fir'aun adalah undang undang Fir'aun . Jika Musa berhasil dalam dakwahnya ia akan mengganti aturan Fir'aun . Dan inilah yang dikhawatirkan Fir'aun .
Jadi jika ada kekuasaan tertinggi yang mengharuskan orang untuk tunduk kepadanya dan memaksakan sebuah ideologi kepada seseorang , dimana orang yang tunduk kepada aturan yang di buat oleh penguasa tertinggi tadi akan di berikan aplaus ( penghargaan ) atau minimal orang itu di anggap baik , sedangkan yang melanggar akan dikenakan sanksi , maka itulah ad Dien .
Sebagai contoh Islam adalah ad Dien . Karena ada kekuasaan yang mengatur yaitu ( Allah Azza Wajalla ) Ada keharusan untuk tunduk kepada kekuasaan tertinggi tersebut ( Allah Ta'ala ) . Ada aturan yang / ideologi yang di buat dan dikendalikan oleh penguasa tertinggi ( yaitu syareat Islam ) . Dan ada berbagai macam janji termasuk pahala bagi siapa yang mengikuti aturan / ideologi Islam , juga sanksi serta ancaman bagi siapa saja yangmel;anggar aturan Islam .
Setiap pandangan hidup atau ideologi berpotensi menjadi ad Dien . Jika sebuah ideologi atau pandangan hidup memiliki ke 4 unsur diatas , bisa diartikan ia adalah ad Dien selain Islam .
Demokrasi atau sekulerisme misalnya , keduanya adalah dien selain Islam . Demokrasi atau sekuler terdapat dewan tertinggi yang wajib di taati , ada aturan yang di buat dan dikendalikan oleh kekuasaan tertinggi tersebut , ada ganjaran bagi yang mematuhinya dan sanksi bagi yang melanggar .
Berikut Perbandingannya
1. Dien Islam
kekuasaan tertinggi ( di tangan Allah dan RosulNya ) . Ketundukan dan ketaatan ( harus tunduk pada aturan Islam ) . Undang undang ( Syareat Islam ) . Sumber aturan ( wahyu yaitu Al Qur'an , As Sunah , Ijma' Ulama' Islam dan Qiyas ) . Balasan dan sanksi ( taat : Jannah dan janji janji lainnya melanggar : Neraka dan ancaman lainnya atau hudud ) . Sifat ideologi ( tauhidi , tauqifi atau paketan , tsabit atau baku dan syumuliyah atau menyeluruh )
2. Dien Demokrasi / Dien sekuler
Kekuasaan tertinggi ( di tangan DPR , MPR , Penguasa dan suara terbanyak ) . Ketundukan dan ketaatan ( harus tunduk kepada aturan MPR , Presiden , dll ) . Undang undang ( undang undang positif yang di buat manusia ) . Sumber aturan ( Hasil sidang , dekrit , dll , agama sebagai salah satu sumber hukum bukan satu satunya sumber hukum ) . Balasan dan sanksi ( yang taat di biarkan diacungi jempol , penghargaan , yang melanggar penjara , ancaman teror , dll ) . Sifat ideologi ( bebas relatif dan tidak menyeluruh )
3 . Dien Nasrani
Kekuasaan tertinggi ( ditangan Allah dan pendeta ) . Ketundukan dan ketaatan ( klaim tunduk pada aturan Allah ) . Undang undang ( ketetapan dalam Injil ) . Sember aturan ( wahyu yang sudah tidak orisinil lagi ) . Balasan dan sanksi ( klaim meyakini Surga dan Neraka ) . Sifat ideologi ( Trinitas ) .
Semoga yang sedikit ini dapat menjadikan manfaat untuk diri kita dalam berjalan menuju Allah di dunia ini . Wallahu a'lam bish showab .
Rabu, 06 Oktober 2010
SUNNAH TADAAWUL (Pergiliran)
Sesungguhnya di alam semesta berlaku hukum Allah yang dikenal dengan sunnah tadaawul, hukum pergiliran. Kemenangan dan kekalahan, kejayaan dan kehancuran, terbit dan tenggelam suatu peradaban dipergilirkan diantara sesama manusia. Allah berfirman di dalam ayatnya :
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Alah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Ali 'Imran 140)
Di dalam Syarh Sahih Bukhari oleh Ibn Bathal dikisahkan bahwa suatu saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus salah seorang sahabat beliau Dihyah al-Kalbiy radhiyallahu 'anhu mengantarkan surat kepada kaisar Romawi Heraklius berisi seruan dakwah. Bertepatan dengan itu Abu Sufyan bin Harb dalam perjalanan dagang ke wilayah romawi, waktu Abu Sufyan masih musyrik. Diundangnya Abu sufyan ini oleh raja Heraklius untuk crosschek infomasi perihal keadaan yang berkirim surat dakwah kepadanya dengan menanyai orang yang belum mengikuti ajakannya. Abu Sufyan menjawab jujur pertanyaan Heraklius karena merupakan aib bagi orang terhormat pada masa itu untuk berdusta. Salah satu item soal yang ditanyakan oleh Heraklius yakni tentang bagaimana keadaan peperangan yang terjadi :
Bagaimana keadaan peperangan antara kalian dengan dia (maksudnya Rasululah)?
Peperangan antara kami dengan mereka merupakan kompetisi, kadang mereka mengalahkan kami, kadang kami mengalahkan mereka.
Uniknya Heraklius justru menimpali pernyataan Abu Sufyan bahwa memang begitulah situasi pertempuran antara nabi pembawa risalah dengan musuh-musuhnya. Tak selamanya menang terus semata-mata karena berkedudukan sebagai pembawa kebenaran yang layak ditolong oleh Rabb-nya.
Heraklius penguasa Romawi Timur itu ternyata pahan sunnah pergiliran itu. Uniknya lagi, dia juga meyakini jika memang benar dia seorang Nabi, maka kekuasaannya akan sampai ke bumi yang diinjaknya (dikuasainya) saat itu.
Jika (informasi mengenai Nabi baru) yang kamu katakan itu benar, maka dia akan menguasai tempat berdiri kedua telapak kaiku ini.
Sejarah mencatat, pada masa pemerintahan Al-Faruq 'Umar bin Khaththab kekuasaan Heaklius di wilayah Syam tumbang, dan ibu kota Romawi Timur dipindah ke konstantinopel.
Dimensi Waktu dalam Sunnah Tadaawul tersebut
Sunnah pergiliran tersebut dalam perjalanannya selalu berkaitan dengan dimensi waktu yang berjalan secara absolut. Manusia tidak seyogyanya menyesali dan mencela kekalahan ketika sedang ditaqdirkan diselimuti kekalahan. Ya,... sebab Ad-Dahr (masa waktu) di tangan Allah, Dialah yang menciptakan, menguasai dan mengatur pergantian siang-malam, Allah-lah yang mempergilirkan kejayaan dan kekalahan diantara manusia.
Ada hikmah besar pada pergiliran kekalahan-kemenangan tersebut. Allah mengambil sebagian ummat Islam dengan kekalahan secara fisik tersebut sebagai syuhada. Dia menguji dengan sunnah pergiliran tersebut agar orang yang beriman memaksimalkan usaha dalam mengambil sebab-sebab kemenangan, karena sekalipun dien islam adalah dienullah, namun dien itu diperuntukkan bagi manusia. Penegaknya dan pemenangnya dengan cara-cara manusia, tidak dijatuhkan dari langit, seperti pikiran kaum fatalis yang tidak mau berkeringat. Kekalahan juga mendidik orang yang beriman agar tidak menjadi ujub dan sombong. Sebaliknya, tidak seyogyanya dalam kondisi kalah, dan syarat-syarat untuk menang masih jauh, memaksakan diri untuk meraih kemenangan secepatnya.
Ketika umat ini sedang kalah, ibarat perputaran roda, kadang sedang berada disamping dalam perjalanan meluncur ke titik nadir kelemahan, kemudian setelah itu bergerak dari titik nadir itu untuk menanjak meniti jalan ke arah kejayaannya. Tentu diperlukan waktu, tidak jarang pula waktu yang diperlukan cukup lama. Usaha untuk menemukan jati diri dan sebab-sebab kemuliaan, merumuskannya, membuat rancana dan menapaki rencana tersebut, menghadapi jatuh bangun dalam mewujudkan rencana tadi, hingga akhirnya Allah mempercayai untuk menyandang kemuliaan. Waktu yang tidak sebentar, kadang sampai beberapa generasi. Lepasnya Al-Quds ketangan kaum salib, untuk mengembalikannya ke haribaan ummat Islam diperlukan waktu lebih dari 70 tahun, pekerjaan efektif dua generasi. Dengan segala dinamika sepanjang perjalanan untuk meraihnya.
Karakter Permusuhan dalam Hubungan dengan Dimensi Waktu tersebut.
Dalam hubungan dengan dimensi waktu yang dijalani untuk kembali meraih kemuliaan dengan menempuh jalan, memenuhi tuntutan dan menyempurnakan sebab-sebab kemenangan, ada peran beragam. Yang paling penting dati padanya adalah menyadari peran generasi.
Ketika suatu generasi umat telah menyadari keadaan umat Islam pada masa dia ditakdirkan hidup, memahami keadaan musuhnya, tahu posisinya di tengah umat di mana dia bertanggungjawab membawa umat kembali meraih kejayaannya, dia telah mempunyai modal untuk mengambil peran dan tanggung jawab. Yang diperlukan setelah itu adalah meg-ikhlskan diri kepada Allah dan bersungguh-sungguh untuk menunaikan peran generasinya.
Dia harus jujur dan bersungguh-sunggu. Jujur, jika memang kekuatan umat pada semua dimensinya memungkinkan untuk menghadapi musuh di kancah penentuan nasib menag atau kalah, dia memasuki pertempuran itu secara sadar. Bersungguh-sungguh untuk sanggup membayar harga yang dituntut dari pengambilan keputusan atas langkah itu. Jika mendapati umat belum memenuhi persyaratan untuk memasuki kancah pertempuran, harus pula jujur untuk bersedia sabar menjalani hari-hari tertekan melihat musuh yang jumawa memperagakan kedhaliman, sementara yang dapat dilakukan barulah mengambil sebab, memenuhi persyaratan untuk dapat memasuki kancah pertempuran.
Kejujuran dan kemampuan mengukur ini sangat diperlukan ketika dalam posisi memimpin, diikuti orang banyak, agar tidak terjadi langkah gegabah memasuki pertarungan hidup-mati sementara ummat belum siap untuk membayar harganya. Efek yang ditimbulkan dari langkah yang salah perhitungan, tak hanya menjadikan tujuan tujuan meraih al-qohru wal-gholabah (kemenagan dan dominasi) terhenti atau tertunda. Kekalahan dalam pertempuran, berujung kepada luka-luka, tertawam atau terbunuh. Luka-luka dan tertawan dapat berakibat trauma jika belum siap menghadapi hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Yang lebih serius dari itu ketika dalam keadaan tertawan musuh menggunakan kombinasi pendekatan kekerasan fisik dan penggalangan. Efeknya, jika belum siap, menjadi jera terhadap pilihan jalan yang ditempuh, atau jika proses penggalangan musuh berhasil, korban akan dilepas sebagai predator (hama) bagi teman-teman lamanya seperjuangan. Nas-aslullaaha al-'aafiyah. Meski tidak di inginkan, kenyataan pahit ini terjadi.
Jika dalam menghadapi kancah pertempuran itu dilakukan dengan sadar dan penuh perhitungan, jika pun ada kasus seperti tersebut di atas dapat diminimalisir dan dibatasi, tidak menjadi tren umum yang mewabah. Sebab jika keadaan tersebut mewabah, akan menimbulkan penurunan psikologis yang buruk, menurunkan tingkat kepercayaan diri dan kepercayaan ummat kepada abnaa' ashshohwah al-islamiyah.