Cinta Allah kepada hambaNya merupakan perkara yang luar biasa , karunia yang melimpah tiada yang bisa di ketahui nilainya kecuali oleh orang yang telah mencapai ma' rifat akan Allah dengan berbagai sifat yang melekat padaNya .
Tanda tanda kecintan Allah kepada seseorang adalah menjaga sang hamba dari terjebak kepada urusan duniawi semata . Sebagai mana sabda Nabi yang artinya :
" Sungguh Allah senantiasa menjaga hambaNya yang mukmin dari keburukan perkara dunia , dimaqna sang hamba pada hakekatnya sangat mencintainya . Sebagaimana layaknya seorang yang tengah menjaga saudaranya yang sedang sakit dari makan dan minum yang membahayakannya ". ( HR: Al Hakim )
Allah menjaga hambanya dari terlena pada kesenangan duniawi dan menjadikan suatu penghalang ( filter ) dari kenikmatan serta nafsu syahwat yang melalaikan . Allah juga menjaga hambaNya agar tidak selalu berlumuran dengan gemerlapnya bunga bunga dunia . Dengan harapan agar hatinya tidak sakit dari kejahatan yang di timbulkan oleh dunia , serta kecintaan dan rutinitasnya . Yang demikian itu karena kenikmatan dunia cenderung untuk mengiringi orang orang yang terlena , menyibukkan orang orang yang berhasrat terhadapnya , dan menjegal orang orang mukmin dari kebiasaan yang baik .
Di samping itu Allah juga bertindak sebagai penolong bagi para waliNya dan penjaga bagi mereka dari keburukan keburukan dunia , kendatipun sebenarnya mereka menginginkan akan hal itu . Allah Azza Wajalla menjaga mereka dengan tujuan agar hal ikhwal mereka senantiasa berada dalam kondisi terpuji dan membahagiakan . sebagaimana sabda Nabi yang artinya : " Jika engku mengetahui bahwa Allah memberikan kepada seorang hamba sesuatu dari kenikmatan dunia ini , walaupun sang hamba banyak berbuat maksiat yang Allah tidak menyukainya , maka hal itu hanyalah sebagai istidraaj ( mengolok olok ) . Lalu Nabi membacakan firman Allah dalam surat Al An 'am 44 yang artinya : " Maka tatkala mereka melupakan apa yang di peringatkan kepada mereka , kamipun membuka semua pintu pintu kesenangan untuk mereka dan Kami ( Allah ) siksa mereka dengan serta merta . Maka etika itu mereka terdiam dan berpuutus asa " . ( HR: Imam Ahmad dan Ath Thobari )
Di samping itu Allah juga mendidik sang hamba dengan baik semenjak masa kanak kanaknya , berdasarkan pada sistim aturan aturan yang terbaik . Allah juga akan menetapkan keimanan yang kukuh pada hati hamba tersebut , sebagaimana hal ini di tegaskan dalam sebuah Hadist : " Sesungguhnya Allah Azza Wajalla membagi akhlak diantara kalian , sebagaimana Allah juga membagi rizki diantara kalian . Dan sesungguhnya Allah memberi kenikmatan duniawi kepada orang orang yang Allah cintai dan orang orang yang tidak Allah cintai . Namun Allah hanya memberikan hidayah keimanan kepada oprang orang yang Allah cintai saja " . ( HR : Al Hakim ) .
Allah juga memberikan cahaya pada akal pikiran , di mana Allah menuliskan hal itu semata mata untuk mencintai sang hamba agar mengkhususkan diri dengan hanya beribadah kepadaNya , menyibukkan lisan untuk menyebut namaNya dan seluruh anggota tubuhnya untuk berkhidmad kepadaNya serta menghindari ( berpaling dari ) setiap apa yang menjadikan dinya melupakan Sang Khaliq . Lalu Allah menolongnya dengan mempermudah segala bentuk urusannya , tanpa harus merendahkan akhlaknya . Allah juga melapangkan dzahir dan batinya , menjadikan cita citanya hanya tertuju pada satu tujuan , yaitu ridho Allah semata . Dengan demikian , jika cinta itu bertambah , maka Allah akan menyibukkan jiwanya dan membandingkan dirinya dari segala sesuatu yang ada di muka bumi ini . Allah juga akan bersikap lemah lembut terhadapnya . Maksudnya Allah akan mempermudah dan memperlakukan sang hamba dengan baik .
Dari Jabir Ra ia berkata , bahwa Rosulullah telah bersabda : " Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang penghuni rumah , maka Allah memasukkan padanya ( rumah tersebut ) kemurahan dan rahmatNya ". ( HR : Abi Dunya )
Allah akan menjadikan diri sang hamba di terima oleh penduduk bumi ( masyarakat pada umumnya ) , yaitu hati para penduduk bumi menyambut secara baik terhadap kehadirannya dengan rasa cinta , cenderung kepadanya , bersikap rela serta memujinya .
Dari Abi Hurairah Ra berkata , Rosulullah bersabda : " Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba , maka Allah memanggil Malaikat Jibril As seraya berkata , bahwasesungguhnya Aku mencitai fulan ,dan untuk itu cintailah ia . Kemudian beliau melanjutkan ; lalu Jibril mencintai hamba tersebut dan berseru dilangi seraya berkata : " Sesungguhnya Allah mencintai fulan , maka cintailah ia " ! Lalu penduduk langit mencintainya . Kemudian di tanamkan sikap menyambut baik terhadap fulan - sang hamba - di muka bumi . Sebaliknya , jika Allah membenci seorang hamba , maka Allah memanggil Malaikat Jibril dan berkata kepadanya :" Sesungguhnya Aku membenci fulan maka bencilah ia" . Kemudia Nabi melanjutkan : Lalu Jibril membencinya , seraya berseru dikalangan penduduk langit :" Sesungguhnya Allah membenci fulan maka bencilah ia " ! Lalu di tanamkan sikap benci di kalangan penduduk bumi " . ( HR : Imam Malik , Imam Ahmad , Imam Bukhari dan Imam Muslim ) .
Demikian pula jika seorang hamba yang di cintai oleh Allah , maka dia akan di berikan cobaan ( ujian ) oleh Allah . Sebagaimana Hadist dari Annas Ra bahwa Rosulullah bersabda : " Sesungguhnya besarnya dari pahala itu akan di sertai dengan besarnya cobaan . Dan apabila Allah mencintai sekelompok kaum , maka Allah menguji mereka dengan berbagai ujian . Barangsiapa yang ridha dengan ujian tersebut , maka akan mendapat ridha Allah . Sedangkan bagi siapa yang berbalik mencaci Allah akibat dari ujian yang di timpakan kepadanya - maka akan mendapat kemurkaan Allah " . ( HR : At Tirmidzi dan Ibnu Majah )
Untuk itu Allah menguji mereka dengan berbagai ujian , sehingga Allah membersihkan dosa dosa mereka dan mengosongkan hati mereka dari kesibukan duniawi . Sebagaimana sabda Nabi : " Ujian itu berlangsung pada diri seorang mukmin dan mukminat , baik pada diri , harta maupun kekuasaannya . Hingga Allah membuang ujian ujian tersebut dan tiada lagi sedikitpun kesalahan kesalahan yang melekat padanya " . ( HR : Imam Ahmad At Tirmidzi dan Al Hakim ) .
Dan besar kecilnya ujian tersebut tergantung pada kadar keimanan seseorang . Hal ini karena semata mata kecitaan Allah kepada mereka , agar mereka tidak terjerumus pada hal hal yang mengancam dan membahayakan kehidupan mereka di akherat kelak . Dan seluruh bentuk ujian yang di berikan kepada mereka merupakan satu bentuk dari miniatur kehidupan yang sempit dan suram serta memberikan kekuasaan pada ahli duniawi ; agar Allah menyaksikan kesejatian dalam mujahadah hambaNya ( QS : Muhammad 31 ) . Dan hadist Nabi yang artinya : " Aku bertanya kepada Rosulullah tentang siapakah orang yang lebih berat cobaannya di dalam mgenjalani kehidupan ini ? Beliau menjawab : para Nabi , lalu orang yang menyerupai mereka dan seterusnya . Seseorang itu di uji berdasarkan kadar keimanannya . Jika keimanannya kukuh , maka semakin berat ujian yang akan di berikan kepadanya . Akan tetapi jika keimanan yg melekat padanya itu lemah , maka ia akan di coba menurut kadar keimanannya tersebut . Cobaan dan ujian itu akan senantiasa datang pada diri seorang hamba , hingga Allah membiarkannya berjalan di atas bumi dalam keadaan tidak menanggung ( terbebas dari ) kesalahan " . ( HR : Ahmad , At Tirmidzi , Ibnu majah , Ad Darimi dan Al Hakim ).
Dari Abi Sa'id Ra , ia berkata : " Aku menemui Rosulullah , sedang beliau dalam keadaan sakit demam . Lalu aku meletakkan tanganku diatas tangan beliau . Aku mendapati panas beliau menembus di antara tanganku dengan selimut yang beliau pakai . Lalu aku berkata : Wahai Rosulullah alangkah beratnya demam yang menimpa dirimu . Bewliau berkata : Sesungguhnya keadaan kita akan seperti itu , dimana akan semakin berlipat ujian bagi kita , maka akan semakin berlipat pula pahala yang bakal kita dapatkan . Lalu aku bertanya : Siapakah yang terberat di dalam menerima ujian dari Allah ? Beliau menjawab : para Nabi . Aku bertanya kembali : kemudian siapa ? Beliau menjawab : Kemudian orang orang sholeh . Sesungguhnya ada diantara mereka yang senang menerima cobaan , sebagaimana kalian senang mendapatkan kemudahan " . ( HR : Ibnu Majah dan Al Hakim )
Allah Azza wajalla mencintai para hambaNya yang meninggal dunia pada saat tengah beramal sholeh . Ketahuilah bahwa kita semua tidak tau dengan pasti perbuatan apa yang nantinya akan mengakhiri usia kita atau pada saat kita meninggalkan dunia fana ini . Untuk itu sudah selayaknyalah kita memohon - husnul khotimah - akhir hayat yang baik , di ridhoi oleh Allah - dan hindarilah dari menunda nunda persiapan untuk menghadapi kematian .
Sebab sesungguhnya umur manusia di bumi ini pada hakikatnya sangatlah pendek . Setiap nafas dari nafas kita yang terakhir mungkin saja merupakan akhir dari kehidupan kita . Yang mana pada saat kita menarik nafas yang terakhir , maka pada saat itulah ruh kita di cabut . Sedangkan manusia meninggalkan dunia ini akan di nilai berdasarkan pada akhir dari kehidupannya dan pada saat kembali menghadap Allah Azza Wajalla - berdasarkan pada bagaimana keadaan ketika ia meninggal dunia .
Total Tayangan Halaman
Senin, 10 Mei 2010
CINTA , CINTA ....... ( bagian 2 )
Cinta adalah suatu derajat yang untuknya kebanyakan manusia berlomba lomba , kepadanya orang kembali , kepadanya alamnya mereka bergegas dan karenanya orang yang mencintai saling memusnahkan serta dengan semilir anginnya mereka merasakan kebahagiaan .
Cinta merupakan makanan bagi hati , santapan bagi jiwa dan obat penenang bagi hati . Cinta adalah kebahagiaan bagi jiwa , cahaya bagi akal dan bangunan bagi batin . cinta juga merupakan jiwa bagi kehidupan dan kehidupan bagi jiwa .
Cinta merupakan suatu kehidupan yang mana seseorang di anggap mati karena terhalangi darinya . Cinta merupakan cahaya , yang mana seseorang berada dalam lautan kegelapan di karenakan / jika kehilangan cinta . Cinta adalah obat jika karena ketiadaannya seluruh penyakit bersarang bersarang di hati seseorang . Cinta juga merupakan kebahagiaan yang jika seseorang tidak mendapatkannya maka seluruh kehidupannya berarti kepadihan dan penderitaan .
Cinta adalah jiwa bagi amal dan iman . Juga merupakan suatu derajat dan kondisi , yang mana jika cinta pergi darinya seperti jasad yang tidak bernyawa . Cinta membawa beban bagi para pejalan kaki menuju suatu negri yang untuk mencapainya seseorang harus bersusah payah terlebih dulu . Cinta dapat menghantarkan mereka ke suatu tempat , yang jika tanpa cinta mereka tidak akan sampai selamanya .
Cinta adalah lintasan bagi suatu kaum untuk menuju apa apa yang di cintainya dan jalan lurus yang menghantarkannya ketempat yang di cintai dengan jarak yang dekat .
Demi Allah orang yang memiliki cinta akan mendapat kemulyaan di dunia dan di akherat . Karena mereka mendapat bagian terbanyak dari kebersamaan , atau pertolongan dari yang di cintainya . Sungguh pada hari dimana Allah Azza Wajala menentukan takdirNya , Allah telah menentukan ukuran ukuran ciptaan ciptaan Nya dengan Maha Bijaksana Nya yang sempurna . Sesungguhnya seseorang itu bersama dengan apa yang di cintainya itu .
Telah berlalu suatu kaum yang berusahja , sementara mereka tertidur pulas di atas punggung kuda yang telah mereka tunggangi . Mereka melalui beberapa etape , dari perjalanan tanpa mereka harus bergerak .
Mereka mencurahkan hatinya untuk berpikir tentang apa yang di ciptakan untuk mereka . segenap anggota badannya di pergunakan untuk mengerjakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka . SEluruh waktunya mereka isi dengan apa yang akan meramaikan tempat tempat mereka di akherat kelak . Dan mereka bersiap siaga melaksanakan apa yang telah di perintahkan dengan secepat mungkin . Mereka mendiami dunia , sedang hati mereka berkelana seolah olah mereka telah mendiami akherat sebelummereka berpindah ke sana . Mereka mencurahkan segenap perhatian kepada Allah dan mentaatiNya sesuai dengan kadar kesanggupan mereka kepada Allah ( dengan maksimal ) .
Mereka membawa bekal untuk negri akherat sesuai dengan kadar kedudukan mereka di akherat . Oleh karenanya , Allah pun segera memberikan kepada mereka sebagian kenikmatan syurgawi ; Allah bersikap lembut kepada mereka , memalingkan hati mareka hanya kepadaNya dan menyatukan mereka kepada CintaNya . Menjadikan hati mereka rindu kepadaNya , Memberikan kepada mereka kenikmatan berupa kedekatan Nya pada mereka , membersihkan hati mereka dari segala kotoran - berupa cinta duniawi -, menghapuskan kesedihan serta kegalauan hati mereka karena kehilangan harta duniawi .
Sehingga mereka menganggap lunak apa yang orang orang sesat menganggapnya berat , dan menganggapnya jinak apa yang orang orang bodoh menganggapnya liar . Mereka menjalani kehidupan ini dengan jasadnya ( yang bersifat manusiawi ) , sedangkan para malaikat mendiami jiwa mereka .
Mereka menjawab seruan " penyeru kerinduan " , ketika memanggil mereka : " Marilah kita menuju kemenangan " . Dan mereka mengerahkan jiwa raga mereka dalam rangka mencapai apa yang mereka cintai . Demikian pula ketika telah sampai mereka , mereka memuji perjalan tersebut dan bersyukur kepada Alah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada mereka .
Berkata Ibnul Qayyim : " Wahai , jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan keriduan
Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat
Karena kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru .........!
Maka katakanlah , kami penuhi panggilan Mu
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah berpaling dari mereka
Hanya karena melihat gerimis
Jika engkau melihatnya
Maka ia akan kembali menjadi penghalang
Janganlah menunggu teman dalam perjalanan
Tinggalkanlah ia ...............!
Cukuplah bagimu kerinduan sebagai penghantar
Ambillah bekal dari mereka dan berjalan lah
Diatas lintasan petunjuk dan kesederhanaan
Niscaya engkau akan sampai
Ambillah secercah cahaya dari mereka
Lalu berjal;anlah dengannya ........!
Cahaya mereka yang menyuluhimu
Bukan sesuatu yang menyala nyala
katakanlah , sahabatku wahai jiwa
Bersabarlah untuk sesaat
Pada saat pertemuan , keletihan itu akan hilang
Keletihan hanyalah sesaat lalu berakhir
dan yang bersedih menjadi sangat gembira
Itulah kemulyaan dan keberhasilan , yang untuk semua itu banyak orang yang berlomba lomba serta saling menebar hasud . Itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang di kehendaki Nya . Hal yang seharusnya menjadi imbalan untuk mendapatkannya adalah mengerahkan seluruh jiwa untuk menggapainya dan bergegas serta mencurahkan seluruh waktu . Saya memohon kepada Dzat yang seluruh kunci kebaikan ada di dalam genggamanNya , semoga Allah membukakan bagi kita perbendaharaan rahmatNya , dan menjadikan kita pemilik sifat ini dengan nikmat serta karomahNya . AMIN
Cinta merupakan makanan bagi hati , santapan bagi jiwa dan obat penenang bagi hati . Cinta adalah kebahagiaan bagi jiwa , cahaya bagi akal dan bangunan bagi batin . cinta juga merupakan jiwa bagi kehidupan dan kehidupan bagi jiwa .
Cinta merupakan suatu kehidupan yang mana seseorang di anggap mati karena terhalangi darinya . Cinta merupakan cahaya , yang mana seseorang berada dalam lautan kegelapan di karenakan / jika kehilangan cinta . Cinta adalah obat jika karena ketiadaannya seluruh penyakit bersarang bersarang di hati seseorang . Cinta juga merupakan kebahagiaan yang jika seseorang tidak mendapatkannya maka seluruh kehidupannya berarti kepadihan dan penderitaan .
Cinta adalah jiwa bagi amal dan iman . Juga merupakan suatu derajat dan kondisi , yang mana jika cinta pergi darinya seperti jasad yang tidak bernyawa . Cinta membawa beban bagi para pejalan kaki menuju suatu negri yang untuk mencapainya seseorang harus bersusah payah terlebih dulu . Cinta dapat menghantarkan mereka ke suatu tempat , yang jika tanpa cinta mereka tidak akan sampai selamanya .
Cinta adalah lintasan bagi suatu kaum untuk menuju apa apa yang di cintainya dan jalan lurus yang menghantarkannya ketempat yang di cintai dengan jarak yang dekat .
Demi Allah orang yang memiliki cinta akan mendapat kemulyaan di dunia dan di akherat . Karena mereka mendapat bagian terbanyak dari kebersamaan , atau pertolongan dari yang di cintainya . Sungguh pada hari dimana Allah Azza Wajala menentukan takdirNya , Allah telah menentukan ukuran ukuran ciptaan ciptaan Nya dengan Maha Bijaksana Nya yang sempurna . Sesungguhnya seseorang itu bersama dengan apa yang di cintainya itu .
Telah berlalu suatu kaum yang berusahja , sementara mereka tertidur pulas di atas punggung kuda yang telah mereka tunggangi . Mereka melalui beberapa etape , dari perjalanan tanpa mereka harus bergerak .
Mereka mencurahkan hatinya untuk berpikir tentang apa yang di ciptakan untuk mereka . segenap anggota badannya di pergunakan untuk mengerjakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka . SEluruh waktunya mereka isi dengan apa yang akan meramaikan tempat tempat mereka di akherat kelak . Dan mereka bersiap siaga melaksanakan apa yang telah di perintahkan dengan secepat mungkin . Mereka mendiami dunia , sedang hati mereka berkelana seolah olah mereka telah mendiami akherat sebelummereka berpindah ke sana . Mereka mencurahkan segenap perhatian kepada Allah dan mentaatiNya sesuai dengan kadar kesanggupan mereka kepada Allah ( dengan maksimal ) .
Mereka membawa bekal untuk negri akherat sesuai dengan kadar kedudukan mereka di akherat . Oleh karenanya , Allah pun segera memberikan kepada mereka sebagian kenikmatan syurgawi ; Allah bersikap lembut kepada mereka , memalingkan hati mareka hanya kepadaNya dan menyatukan mereka kepada CintaNya . Menjadikan hati mereka rindu kepadaNya , Memberikan kepada mereka kenikmatan berupa kedekatan Nya pada mereka , membersihkan hati mereka dari segala kotoran - berupa cinta duniawi -, menghapuskan kesedihan serta kegalauan hati mereka karena kehilangan harta duniawi .
Sehingga mereka menganggap lunak apa yang orang orang sesat menganggapnya berat , dan menganggapnya jinak apa yang orang orang bodoh menganggapnya liar . Mereka menjalani kehidupan ini dengan jasadnya ( yang bersifat manusiawi ) , sedangkan para malaikat mendiami jiwa mereka .
Mereka menjawab seruan " penyeru kerinduan " , ketika memanggil mereka : " Marilah kita menuju kemenangan " . Dan mereka mengerahkan jiwa raga mereka dalam rangka mencapai apa yang mereka cintai . Demikian pula ketika telah sampai mereka , mereka memuji perjalan tersebut dan bersyukur kepada Alah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada mereka .
Berkata Ibnul Qayyim : " Wahai , jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan keriduan
Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat
Karena kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru .........!
Maka katakanlah , kami penuhi panggilan Mu
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah berpaling dari mereka
Hanya karena melihat gerimis
Jika engkau melihatnya
Maka ia akan kembali menjadi penghalang
Janganlah menunggu teman dalam perjalanan
Tinggalkanlah ia ...............!
Cukuplah bagimu kerinduan sebagai penghantar
Ambillah bekal dari mereka dan berjalan lah
Diatas lintasan petunjuk dan kesederhanaan
Niscaya engkau akan sampai
Ambillah secercah cahaya dari mereka
Lalu berjal;anlah dengannya ........!
Cahaya mereka yang menyuluhimu
Bukan sesuatu yang menyala nyala
katakanlah , sahabatku wahai jiwa
Bersabarlah untuk sesaat
Pada saat pertemuan , keletihan itu akan hilang
Keletihan hanyalah sesaat lalu berakhir
dan yang bersedih menjadi sangat gembira
Itulah kemulyaan dan keberhasilan , yang untuk semua itu banyak orang yang berlomba lomba serta saling menebar hasud . Itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang di kehendaki Nya . Hal yang seharusnya menjadi imbalan untuk mendapatkannya adalah mengerahkan seluruh jiwa untuk menggapainya dan bergegas serta mencurahkan seluruh waktu . Saya memohon kepada Dzat yang seluruh kunci kebaikan ada di dalam genggamanNya , semoga Allah membukakan bagi kita perbendaharaan rahmatNya , dan menjadikan kita pemilik sifat ini dengan nikmat serta karomahNya . AMIN
Minggu, 09 Mei 2010
CINTA , CINTA...... ( bagian 1 )
Cinta adalah bahasa yang abstrak dan sulit untuk di mengerti oleh sebagian orang . Akan tetapi cinta juga mempunyai bentuk yang mudah untuk di rasakan bagi sebagian yang lain . Wujud atau bentuk cinta itu bisa dilihat melalui cerminan dari muatan dan nilai yang di munculkannya .
Allah sebagai Dzat Yang Maha memiliki cinta , memberikan cinta Nya kepada seorang hamba yang terpilih agar sang hamba dapat mencintai Nya .
Potensi cinta mampu untuk mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik . Sebaliknya cinta juga dapat menjerumuskan hamba kepada berbuat nista . Dengan niatan yang baik dan mendapatkan bimbingan dari Sang Pemilik cinta yaitu Allah . Yang insya Allah orang yang mencintai selamat dari tipu daya cinta .
Ketahuilah dan semoga Allah senantiasa merahmati kita , bahwa tujuan utama , puncak tertinggi , obyek termulia , dan maksud terbesar dari seorang hamba adalah mendapatkan cinta dari Allah Azza Wajalla . Barang siapa yang di cintai Allah maka segala beban yang di hadapinya menjadi ringan dan segala perasaan takut berubah jadi rasa aman , tersiobaklah mendung kegelapan , kecemasan , kesedihan , dan ketakutan dari hatinya . Segala suka cita bergelora di dalam hatinya . Segala kemudahan dan kabar gembira datang kepadanya dari segala penjuru .
Allah akan menjaga dan melindungi anggota tubuh kita dari terjerumus kepada hal hal yang di benci , yakni mendengarkan kesia siaan , melihat sesuatu yang di larang oleh Allah dengan matanya , menyentuh sesuatu yang di haramkan , dan bergerak menuju kearah kebatilan dengan kakinya . Dengan begitu sehingga jadilah ia orang yang do'anya di kabulkan oleh Allah , di karenakan kemulyaannya di sisi Allah . Jika ia memohon sesuatu , maka Allah mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan kepada Allah dari sesuatu yang membahayakan jiwa dan agamanya , maka Allah melindunginya .
Para penghuni alam ghaib menemuinya dengan cinta dan persahabatan mereka , karena hamba tersebut mengikuti RabbNya . Jika Allah telah mengumumkan mencintai seorang hamba , maka mereka ( penghuni alam ghaib ) juga mencintai hamba tersebut . demikian pula jika Allah menjadikan seorang hamba sebagai wali Allah , niscaya mereka juga akan menjadikannya seorang wali . Ia pun akan di cintai oleh penduduk langit dan penduduk bumi , sehingga ia mendapatkan sambutan baik di kalangan mereka . Dan Allah menjadikan hati para wali itu mendekat kepadaNya dengan rasa cinta , kasih sayang , cenderung serta merasa rela kepada Allah . Cukuplah bagi seorang hamba , yang mana Sang Penguasa Yang Maha Agung dan Maha Mulia memperlakukan Nya dengan cinta serta mengarahkanNya dengan karomahNya . Itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada hamba yang Allah kehendaki . Maka Allah lah sebaik baik Pemilik karunia yang Agung .
Barang siapa yang mendapat /di cintai Allah , maka dia sungguh beruntung dengan mendapatkan kebaikan seluruhnya , baik yang kecil maupun yang besar .
Bagaimana mungkin orang yang akalnya tersekap dalam belantara syahwatnya bisa mendapatkan cinta dari Allah . Jika demikian dialah orang yang hayalannya tertuju pada kenikmatan hidup semata , yang perilakunya mengalir pada kebiasaan kebisaan buruk , yang agamanya rusak oleh sebab berbagai pelanggaran pelanggaran yang telah di lakukannya , yang cita citanya tergantung pada hal hal yang hina dan aqidahnya tidak terpancari oleh cahaya kenabian .
Dia terbenam pada lembah syahwat , terjerebab di dalam lingkungan syubhat ( keragu raguan ) , menentang orang orang yang berusaha menasehatinya , terlelap dalam kesenangan hidup dan hatinya senantiasa dahaga pada setiap mata air yang di jumpainya .
Kita semua sangat membutuhkan cinta Allah , karena pada banyak kesempatan sering kali kita di hadapkan dengan berbagai persoalan .Dan kita melihat campur tangan syetan dalam menyelesaikannya , sehingga akan mempersulit diri kita sendiri . Sedangkan kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut sangatlah terbatas .
Cara yang dapat menjamin dan sangat mudah untuk di lakukan adalah memperjelas hubungan cinta antara kita dengan Allah Sang Penguasa yang menguasai jiwa serta raga kita di dalam pemeliharaan Nya . Maka di harapkan seorang hamba dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang menimpa dirinya dalam menjalani kehidupannya , sehingga hati jadi lapang , serta segala masalah yang tadinya rumit menjadi mudah untuk di pecahkan .
Hanya karena Allah lah segala kesulitan jadi mudah dan setiap yang jauh jadi dekat . Juga karena Allah lah menjadi hilang kekhawatiran , kesedihan dan kesulitan . Maka tidak ada kesulitan dan kesedihan jika bersama pertolongan Allah . Segala kesedihan hanyalah milik orang orang yang di tinggalkan oleh Allah . Jika demikian halnya bagi siapa yang di beri pertolongan Allah , maka atas dasar apa dia bersedih ?? . Dan sebaliknya bagi siapa yang di tinggalkan oleh Allah , maka atas dasar apa dia ia bergembira ???.
Kebahagiaan atau kesenangan itu lebih di sebabkan oleh karena mendapatkan apa yang di cintai . Sedangkan kesedihan , kesengsaraan , dan kenestapaan lebih di akibatkan karena kehilangan apa yang di cintainya . Yang mana hati , jiwa , dan hidup tidak lagi mempunyai kekuatan , kecuali yang di sebabkan oleh kekasihnya . Juga tiada kepuasan baginya walau sekejap mata , tiada pula kebahagiaan dan ketenangan di dalam hatinya kecuali oleh sebab kekasihnya itu . Sesungguhnya seseorang lebih membutuhkan kekasihnya dari pada pendengaran , penglihatan , dan kekuatannya sendiri bahkan dari hidupnya sendiri sekalipun . Karena hidup tanpa memiliki apa yang di cintai adalah siksaan dan kepedihan . Untuk itu kehidupan seseorang sangat bergantung pada kedekatannya dengan apa yang di cintainya .
Kita butuh suatu perenungan yang dapat memperjelas eksistensi diri kita . Dimanakah kita berada ?? Apakah kita selama ini sudah mendapatkannya dal;am bentuk perbuatan ?? ataukah kita masih berada dalam lingkup usaha menapaki kearah itu ?? Apakah kita selama ini bersungguh sungguh di dalam usaha tersebut , ataukah hanya berbuat sedang sedang saja ??
Allah sebagai Dzat Yang Maha memiliki cinta , memberikan cinta Nya kepada seorang hamba yang terpilih agar sang hamba dapat mencintai Nya .
Potensi cinta mampu untuk mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik . Sebaliknya cinta juga dapat menjerumuskan hamba kepada berbuat nista . Dengan niatan yang baik dan mendapatkan bimbingan dari Sang Pemilik cinta yaitu Allah . Yang insya Allah orang yang mencintai selamat dari tipu daya cinta .
Ketahuilah dan semoga Allah senantiasa merahmati kita , bahwa tujuan utama , puncak tertinggi , obyek termulia , dan maksud terbesar dari seorang hamba adalah mendapatkan cinta dari Allah Azza Wajalla . Barang siapa yang di cintai Allah maka segala beban yang di hadapinya menjadi ringan dan segala perasaan takut berubah jadi rasa aman , tersiobaklah mendung kegelapan , kecemasan , kesedihan , dan ketakutan dari hatinya . Segala suka cita bergelora di dalam hatinya . Segala kemudahan dan kabar gembira datang kepadanya dari segala penjuru .
Allah akan menjaga dan melindungi anggota tubuh kita dari terjerumus kepada hal hal yang di benci , yakni mendengarkan kesia siaan , melihat sesuatu yang di larang oleh Allah dengan matanya , menyentuh sesuatu yang di haramkan , dan bergerak menuju kearah kebatilan dengan kakinya . Dengan begitu sehingga jadilah ia orang yang do'anya di kabulkan oleh Allah , di karenakan kemulyaannya di sisi Allah . Jika ia memohon sesuatu , maka Allah mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan kepada Allah dari sesuatu yang membahayakan jiwa dan agamanya , maka Allah melindunginya .
Para penghuni alam ghaib menemuinya dengan cinta dan persahabatan mereka , karena hamba tersebut mengikuti RabbNya . Jika Allah telah mengumumkan mencintai seorang hamba , maka mereka ( penghuni alam ghaib ) juga mencintai hamba tersebut . demikian pula jika Allah menjadikan seorang hamba sebagai wali Allah , niscaya mereka juga akan menjadikannya seorang wali . Ia pun akan di cintai oleh penduduk langit dan penduduk bumi , sehingga ia mendapatkan sambutan baik di kalangan mereka . Dan Allah menjadikan hati para wali itu mendekat kepadaNya dengan rasa cinta , kasih sayang , cenderung serta merasa rela kepada Allah . Cukuplah bagi seorang hamba , yang mana Sang Penguasa Yang Maha Agung dan Maha Mulia memperlakukan Nya dengan cinta serta mengarahkanNya dengan karomahNya . Itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada hamba yang Allah kehendaki . Maka Allah lah sebaik baik Pemilik karunia yang Agung .
Barang siapa yang mendapat /di cintai Allah , maka dia sungguh beruntung dengan mendapatkan kebaikan seluruhnya , baik yang kecil maupun yang besar .
Bagaimana mungkin orang yang akalnya tersekap dalam belantara syahwatnya bisa mendapatkan cinta dari Allah . Jika demikian dialah orang yang hayalannya tertuju pada kenikmatan hidup semata , yang perilakunya mengalir pada kebiasaan kebisaan buruk , yang agamanya rusak oleh sebab berbagai pelanggaran pelanggaran yang telah di lakukannya , yang cita citanya tergantung pada hal hal yang hina dan aqidahnya tidak terpancari oleh cahaya kenabian .
Dia terbenam pada lembah syahwat , terjerebab di dalam lingkungan syubhat ( keragu raguan ) , menentang orang orang yang berusaha menasehatinya , terlelap dalam kesenangan hidup dan hatinya senantiasa dahaga pada setiap mata air yang di jumpainya .
Kita semua sangat membutuhkan cinta Allah , karena pada banyak kesempatan sering kali kita di hadapkan dengan berbagai persoalan .Dan kita melihat campur tangan syetan dalam menyelesaikannya , sehingga akan mempersulit diri kita sendiri . Sedangkan kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut sangatlah terbatas .
Cara yang dapat menjamin dan sangat mudah untuk di lakukan adalah memperjelas hubungan cinta antara kita dengan Allah Sang Penguasa yang menguasai jiwa serta raga kita di dalam pemeliharaan Nya . Maka di harapkan seorang hamba dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang menimpa dirinya dalam menjalani kehidupannya , sehingga hati jadi lapang , serta segala masalah yang tadinya rumit menjadi mudah untuk di pecahkan .
Hanya karena Allah lah segala kesulitan jadi mudah dan setiap yang jauh jadi dekat . Juga karena Allah lah menjadi hilang kekhawatiran , kesedihan dan kesulitan . Maka tidak ada kesulitan dan kesedihan jika bersama pertolongan Allah . Segala kesedihan hanyalah milik orang orang yang di tinggalkan oleh Allah . Jika demikian halnya bagi siapa yang di beri pertolongan Allah , maka atas dasar apa dia bersedih ?? . Dan sebaliknya bagi siapa yang di tinggalkan oleh Allah , maka atas dasar apa dia ia bergembira ???.
Kebahagiaan atau kesenangan itu lebih di sebabkan oleh karena mendapatkan apa yang di cintai . Sedangkan kesedihan , kesengsaraan , dan kenestapaan lebih di akibatkan karena kehilangan apa yang di cintainya . Yang mana hati , jiwa , dan hidup tidak lagi mempunyai kekuatan , kecuali yang di sebabkan oleh kekasihnya . Juga tiada kepuasan baginya walau sekejap mata , tiada pula kebahagiaan dan ketenangan di dalam hatinya kecuali oleh sebab kekasihnya itu . Sesungguhnya seseorang lebih membutuhkan kekasihnya dari pada pendengaran , penglihatan , dan kekuatannya sendiri bahkan dari hidupnya sendiri sekalipun . Karena hidup tanpa memiliki apa yang di cintai adalah siksaan dan kepedihan . Untuk itu kehidupan seseorang sangat bergantung pada kedekatannya dengan apa yang di cintainya .
Kita butuh suatu perenungan yang dapat memperjelas eksistensi diri kita . Dimanakah kita berada ?? Apakah kita selama ini sudah mendapatkannya dal;am bentuk perbuatan ?? ataukah kita masih berada dalam lingkup usaha menapaki kearah itu ?? Apakah kita selama ini bersungguh sungguh di dalam usaha tersebut , ataukah hanya berbuat sedang sedang saja ??
Selasa, 04 Mei 2010
KHALWAH.......
Salah satu sarana untuk memperbaruhi keimanan seseorang,hendaklah seorang pegiat amal islami menyediakan waktu khusus di luar waktu qiamullailnya ,dzikirnya dan tilawahnya untuk menyendiri . Dalam sebuah atsar di sebutkan bahwa seorang yang berakal membagi waktunya menjadi 4 : salah satunya adalah waktu yang dia isi untuk menyendiri , merenungi diri .
Bagi para pegiat amal islami waktu untuk menyendiri ini sangat penting. Disaat ia dapat menyendiri bersama Rabb Nya , PenolongNya , dan Khaliqnya , ia dapat bersungguh sungguh / semaksimal mungkin mendekatkan diri kepada Nya ,ia dapat bersungguh sungguh bersama Dzat yang paling di cintainya , dan di saat itu ia dapat merasakan manisnya bermunajat kepadaNya .
Selain itu dengan khalwah ( menyendiri ) seorang pegiat amal islami bisa mengintrospeksi diri dan menghitung hitung semua yang telah di kerjakanya selama ini tanpa ada gangguan dari orang yang memujinya . Di saat itu ia dapat merenungi sudah seberapa besar peribadahannya di hadapan Sang Khaliq . Di saat itu pula ia dapat berkesempatan untuk mengingat dosa dosanya , kemaksiatannya , keteledorannya , dan kealpan dirinya , khususnya kemaksiatan batiniah yang tidak di ketahui oleh orang orang yang selama ini memujinya , yang hal tersebut hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Rabbnya .
Di sat khalwah inilah ia bisa mencucurkan air mata penyesalannya dan taubat nasuhanya , bisa menangis karena malu , takut , dan khusyu' kepada Alah Yang Maha Suci . Semoga saja air matanya yang mengalir itu adalah air mata kejujuran yang manfaatnya jauh lebih besar dari pada amalan amalan yang selama ini dia banggakan .
sangat mungkin kita jumpai seorang pegiat amal islami yang telah bertahun tahun beriltizam namun tidak setetes pun air mata membasahi pipinya karena takut dan malu kepada Alah Azza Wa Jalla . Siapa saja yang keadaannya demikian , maka hendaklah dia mencatat bahwa faedah yang di bawanya dalam dien hampir hapir tidak bisa di sebut . Dan siapa saja yang keadaannya demikian mestinya dia menyadari bahwa dia tidak termasuk kedalam salah satu kategori manusia yang di kabarkan oleh Rosulullah SWA akan mendapatkan naungan dari Allah di bawah Arsy Nya pada hari tiada naungan selain naungan Nya . Beliau bersabda :
" Dan laki laki yang mengingat Allah dalam keadaan kesendiriannya lalu air matanya mengalir ." ( HR: Bukhari dan Muslim )
Pada saat khalwatini dia dapat mengingat ingat nikmat yang telah di anugrahkan oleh Allah kepadanya , kepada saudaranya . Dan juga merenungkan pemberian dari Allah kepadanya yang terbesar adalah nikmat hidayah ( baik hidayatul bayan maupun hidatut taufiq ) . Di saat itu dia akan mengulang ulang firman Allah yang artinya
" Dan kami sekali kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidakmemberi kami petunjuk ". ( QS : Al A'raaf 43 )
Allah telah banyak sekali menganugrahi nikmat yang begitu banyaknnya dan besar sampai dia sendiri tidak dapat menghitungnya , lalu apa yang telah dia perbuat untuk Allah sebagai rasa syukurnya tersebut .
Ia dapat memikirkan bagaimana umat merespon dan menjawab seruannya bukan karena kefasihannya , retorikanya , kekuatan logikanya , atau kemampuan hujjahnya , melainkan itu semua karena taufik dari Allah , kemurahan Nya dan anugrahNya semata secara mutlak .
Demikian seterusnya dia akan menghitung semua nikmat yang telah Allah berikan dalam khalwahnya itu . Dia juga memikirkan betapa semua nikmat ini mesti di syukurinya dengan sangat .Lalu mana wujud dari kesyukurannya itu ?? sudahkah ia bersyukur ??!
Pada saat khalwahnya itu , ia dapat mengingat ingat cobaan dan musibah yang menimpanya dan juga saudara saudaranya , kalau kalau faktor penyebabnya adalah dosa dosanya , apalagi jika dia menduduki posisi pemimpin dan jajaranya .
Kemudian hatinya terus mengumandangkan firman Allah yang bunyinya : " Katakanlah ," Itu berasal dari diri kalian sendiri " . ( QS : Ali Imran 165 )
Dan selanjutnya ia bertekad untuk bertaubat dari dosa dosa itu , menambal lubang , dan memperbaiki aib dirinya . Atau bertekad untuk semisal dengan itu , jika kemaksiatan di lakukan oleh saudaranya . " Turunya bala' itu hanyalah karena dosa , dan baru di angkat karena taubat ". Demikianlah menurut pandangan para salafus sholeh .
Dalam khalwat itu ia akan membiasakan diri untuk memperhatikan faktor faktor turunnya bala' dengan seksama menurut kaca mata syareat Islam , bukan kaca mata dunia ( kebanyakan umumnya manusia ) .
Masih banyak lagi manfaat dari khalwat yang tidak bisa saya sebutkan disini semuanya . Namun saya yakin , keluasan pemahaman dan kemampuan akal anda semua akan menuntun anda dalam mengetahui semuanya , semua yang belum sempat saya sebutkan disini .
Wallahu a'lam bishowab .
Bagi para pegiat amal islami waktu untuk menyendiri ini sangat penting. Disaat ia dapat menyendiri bersama Rabb Nya , PenolongNya , dan Khaliqnya , ia dapat bersungguh sungguh / semaksimal mungkin mendekatkan diri kepada Nya ,ia dapat bersungguh sungguh bersama Dzat yang paling di cintainya , dan di saat itu ia dapat merasakan manisnya bermunajat kepadaNya .
Selain itu dengan khalwah ( menyendiri ) seorang pegiat amal islami bisa mengintrospeksi diri dan menghitung hitung semua yang telah di kerjakanya selama ini tanpa ada gangguan dari orang yang memujinya . Di saat itu ia dapat merenungi sudah seberapa besar peribadahannya di hadapan Sang Khaliq . Di saat itu pula ia dapat berkesempatan untuk mengingat dosa dosanya , kemaksiatannya , keteledorannya , dan kealpan dirinya , khususnya kemaksiatan batiniah yang tidak di ketahui oleh orang orang yang selama ini memujinya , yang hal tersebut hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Rabbnya .
Di sat khalwah inilah ia bisa mencucurkan air mata penyesalannya dan taubat nasuhanya , bisa menangis karena malu , takut , dan khusyu' kepada Alah Yang Maha Suci . Semoga saja air matanya yang mengalir itu adalah air mata kejujuran yang manfaatnya jauh lebih besar dari pada amalan amalan yang selama ini dia banggakan .
sangat mungkin kita jumpai seorang pegiat amal islami yang telah bertahun tahun beriltizam namun tidak setetes pun air mata membasahi pipinya karena takut dan malu kepada Alah Azza Wa Jalla . Siapa saja yang keadaannya demikian , maka hendaklah dia mencatat bahwa faedah yang di bawanya dalam dien hampir hapir tidak bisa di sebut . Dan siapa saja yang keadaannya demikian mestinya dia menyadari bahwa dia tidak termasuk kedalam salah satu kategori manusia yang di kabarkan oleh Rosulullah SWA akan mendapatkan naungan dari Allah di bawah Arsy Nya pada hari tiada naungan selain naungan Nya . Beliau bersabda :
" Dan laki laki yang mengingat Allah dalam keadaan kesendiriannya lalu air matanya mengalir ." ( HR: Bukhari dan Muslim )
Pada saat khalwatini dia dapat mengingat ingat nikmat yang telah di anugrahkan oleh Allah kepadanya , kepada saudaranya . Dan juga merenungkan pemberian dari Allah kepadanya yang terbesar adalah nikmat hidayah ( baik hidayatul bayan maupun hidatut taufiq ) . Di saat itu dia akan mengulang ulang firman Allah yang artinya
" Dan kami sekali kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidakmemberi kami petunjuk ". ( QS : Al A'raaf 43 )
Allah telah banyak sekali menganugrahi nikmat yang begitu banyaknnya dan besar sampai dia sendiri tidak dapat menghitungnya , lalu apa yang telah dia perbuat untuk Allah sebagai rasa syukurnya tersebut .
Ia dapat memikirkan bagaimana umat merespon dan menjawab seruannya bukan karena kefasihannya , retorikanya , kekuatan logikanya , atau kemampuan hujjahnya , melainkan itu semua karena taufik dari Allah , kemurahan Nya dan anugrahNya semata secara mutlak .
Demikian seterusnya dia akan menghitung semua nikmat yang telah Allah berikan dalam khalwahnya itu . Dia juga memikirkan betapa semua nikmat ini mesti di syukurinya dengan sangat .Lalu mana wujud dari kesyukurannya itu ?? sudahkah ia bersyukur ??!
Pada saat khalwahnya itu , ia dapat mengingat ingat cobaan dan musibah yang menimpanya dan juga saudara saudaranya , kalau kalau faktor penyebabnya adalah dosa dosanya , apalagi jika dia menduduki posisi pemimpin dan jajaranya .
Kemudian hatinya terus mengumandangkan firman Allah yang bunyinya : " Katakanlah ," Itu berasal dari diri kalian sendiri " . ( QS : Ali Imran 165 )
Dan selanjutnya ia bertekad untuk bertaubat dari dosa dosa itu , menambal lubang , dan memperbaiki aib dirinya . Atau bertekad untuk semisal dengan itu , jika kemaksiatan di lakukan oleh saudaranya . " Turunya bala' itu hanyalah karena dosa , dan baru di angkat karena taubat ". Demikianlah menurut pandangan para salafus sholeh .
Dalam khalwat itu ia akan membiasakan diri untuk memperhatikan faktor faktor turunnya bala' dengan seksama menurut kaca mata syareat Islam , bukan kaca mata dunia ( kebanyakan umumnya manusia ) .
Masih banyak lagi manfaat dari khalwat yang tidak bisa saya sebutkan disini semuanya . Namun saya yakin , keluasan pemahaman dan kemampuan akal anda semua akan menuntun anda dalam mengetahui semuanya , semua yang belum sempat saya sebutkan disini .
Wallahu a'lam bishowab .
Senin, 03 Mei 2010
Bersucilah Sebelum Merebahkan Diri
Kematian tidak ada seorang pun yang bisa memperkirakan kedatangannya . Sakit memang terkadang pendahuluan sebelum datangnya kematian . Namun tidak jarang orang orang yang sebelumnya sehat wal afiat , tanpa adanya sebab akhirnya meninggal dunia . Bahkan kematian datang saat seseorang sedang tidur .
Tidur merupakan kematian kecil yaitu perpaduan antara kehidupan dan kematian . Ketika seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah sementara dengan badannya . Maka pada saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke jasad orang tersebut . Namun jika Allah berkehendak lain , Allah akan menahan ruh orang itu untuk selamanya sehingga tidak kembali kebadanya . Dan inilah yang di sebut dengan kematian .
" Allah menggenggam jiwa manusia ketika matinya dan menggenggam jiwa ( manusia ) yang belum mati di waktu tidurnya . Maka Dia tahanlah jiwa orang yang telah di tetapkan kematiannya , dan dia lepas jiwa yang lain sampai waktu yang di tentukan . Sesungguhnya dalan hal itu terdapat tanda tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir . " ( QS: Az Zumar : 42 )
Seorang mukmin yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu dia tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tidak bangun lagi untuk selamanya . Rosulullah telah memberikan teladan kepada kita untuk melazimi amalan amalan sunah sebelum tidur , salah satunya adalah wudhu . Tujuannya adalah agar setiap muslim dalam kondisi suci pada setiap keadaan , termasuk saat tidur . Hingga bila memang saat ajal datang menjemput , maka diapun kembali kepada Rabb Nya dalam keadaan suci .
Suatu ketika seorang Shahabat Al Barra' bin Azib Ra berkata " Rosulullah bersabda padaku :
" Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu , maka berwudhulah kamu sebagaimana kamu wudhu berwudhu ketika hendak sholat . Kemudian berbaringlah diatas bagian tubuhmu yang kanan . lalu ucapkanlah :
" Ya Allah , aku menyerahkan diriku kepadaMu , aku menyerahkan urusanku kepada Mu , aku menyandarkan tubuhku kepada Mu , karena senang dan takut . Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepada Mu . Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan , dan Nabi yang telah Engkau utus . " Apabila kamu meninggal dunia , maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah ( diatas dienul islam , yaitu bertauhid kepada Allah ) . Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu . " ( HR . Bukhari )
Dengan menjalankan sunah ini , juga akan menyebabkan bermimpi baik dalam tidurnya dan terjauhkan dari permainan setan yang selalu mengincarnya ( mimpi buruk ) .
Sedangkan manfaat lainnya , malaikat ( makhluk Allah yang mulia ) , yang memiliki penampilan istimewa yang selalu taat terhadap Rabb Nya , akan selalu menyertai hamba Nya yang selalu bersuci dan memohon ampunan kepada Allah atas dosa dosanya .
Dari Ibnu Abbas Ra ia berkata bahwa Rosululah bersabda : " Sucikanlah badan kalian niscaya Allah mensucikan kalian . Tidaklah seorang bermalam dalam keadaan bersuci kecuali pada baju dalamnya terdapat malaikat yang bermalam bersamanya . Dia tidak berbalik di waktu malam kecuali malaikat itu berdo'a ,' Ya Allah , ampunilah hambaMu karena ia bermalam dalam keadaan bersuci ." ( Di riwayatkan oleh At Thabrani dengan sanad jayyid ) .
Ketika seseorang mau tidur tetapi dalam keadaan junub , lebih utama dia segera mandi . Namun Rosulullah memberikan rukhshah ( keringanan ) kepada orang yang sedang junub untuk menunda mandi dan menggantinya dengan berwudhu sebelum tidur .
Dari Aisyah , ia berkata bahwa apabila Rosulullah Saw hendak tidur , padahal beliau sedang junub , maka beliau berwudhlu terlebih dulu seperti wudhu untuk mengerjakan sholat , sesudah itu baru beliau tidur . ( HR. Bukhari dan Muslim )
Salah satu sebabnya adalah karena malaikat enggan mendekati seseorang yang tidur dalam keadaan junub , padahal ia belum berwudhu .
Dari Amar Bin Yasir , Rosulullah bersabda , " Sesungguhnya malaikat tidak akan mendekati jenazah orang kafir , orang yang melumuri tubuhnya dengan za'faran ( kunyit ) dan seseorang yang sedang junub ; kecuali ketika hendak makan minum dan tidurnya ia berwudhu terlebih dulu ." ( HR. Abu Dawud dan Ahmad )
Subhanallah , begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan jika kita mau melazimi bersuci ketika hendak merebahkan diri . Maka jika kita ingin selalu dekat dengan malaikat , jangan berwudhu ketika hendak sholat saja . Wallahu 'alam bisshowab .
Tidur merupakan kematian kecil yaitu perpaduan antara kehidupan dan kematian . Ketika seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah sementara dengan badannya . Maka pada saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke jasad orang tersebut . Namun jika Allah berkehendak lain , Allah akan menahan ruh orang itu untuk selamanya sehingga tidak kembali kebadanya . Dan inilah yang di sebut dengan kematian .
" Allah menggenggam jiwa manusia ketika matinya dan menggenggam jiwa ( manusia ) yang belum mati di waktu tidurnya . Maka Dia tahanlah jiwa orang yang telah di tetapkan kematiannya , dan dia lepas jiwa yang lain sampai waktu yang di tentukan . Sesungguhnya dalan hal itu terdapat tanda tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir . " ( QS: Az Zumar : 42 )
Seorang mukmin yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu dia tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tidak bangun lagi untuk selamanya . Rosulullah telah memberikan teladan kepada kita untuk melazimi amalan amalan sunah sebelum tidur , salah satunya adalah wudhu . Tujuannya adalah agar setiap muslim dalam kondisi suci pada setiap keadaan , termasuk saat tidur . Hingga bila memang saat ajal datang menjemput , maka diapun kembali kepada Rabb Nya dalam keadaan suci .
Suatu ketika seorang Shahabat Al Barra' bin Azib Ra berkata " Rosulullah bersabda padaku :
" Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu , maka berwudhulah kamu sebagaimana kamu wudhu berwudhu ketika hendak sholat . Kemudian berbaringlah diatas bagian tubuhmu yang kanan . lalu ucapkanlah :
" Ya Allah , aku menyerahkan diriku kepadaMu , aku menyerahkan urusanku kepada Mu , aku menyandarkan tubuhku kepada Mu , karena senang dan takut . Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepada Mu . Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan , dan Nabi yang telah Engkau utus . " Apabila kamu meninggal dunia , maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah ( diatas dienul islam , yaitu bertauhid kepada Allah ) . Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu . " ( HR . Bukhari )
Dengan menjalankan sunah ini , juga akan menyebabkan bermimpi baik dalam tidurnya dan terjauhkan dari permainan setan yang selalu mengincarnya ( mimpi buruk ) .
Sedangkan manfaat lainnya , malaikat ( makhluk Allah yang mulia ) , yang memiliki penampilan istimewa yang selalu taat terhadap Rabb Nya , akan selalu menyertai hamba Nya yang selalu bersuci dan memohon ampunan kepada Allah atas dosa dosanya .
Dari Ibnu Abbas Ra ia berkata bahwa Rosululah bersabda : " Sucikanlah badan kalian niscaya Allah mensucikan kalian . Tidaklah seorang bermalam dalam keadaan bersuci kecuali pada baju dalamnya terdapat malaikat yang bermalam bersamanya . Dia tidak berbalik di waktu malam kecuali malaikat itu berdo'a ,' Ya Allah , ampunilah hambaMu karena ia bermalam dalam keadaan bersuci ." ( Di riwayatkan oleh At Thabrani dengan sanad jayyid ) .
Ketika seseorang mau tidur tetapi dalam keadaan junub , lebih utama dia segera mandi . Namun Rosulullah memberikan rukhshah ( keringanan ) kepada orang yang sedang junub untuk menunda mandi dan menggantinya dengan berwudhu sebelum tidur .
Dari Aisyah , ia berkata bahwa apabila Rosulullah Saw hendak tidur , padahal beliau sedang junub , maka beliau berwudhlu terlebih dulu seperti wudhu untuk mengerjakan sholat , sesudah itu baru beliau tidur . ( HR. Bukhari dan Muslim )
Salah satu sebabnya adalah karena malaikat enggan mendekati seseorang yang tidur dalam keadaan junub , padahal ia belum berwudhu .
Dari Amar Bin Yasir , Rosulullah bersabda , " Sesungguhnya malaikat tidak akan mendekati jenazah orang kafir , orang yang melumuri tubuhnya dengan za'faran ( kunyit ) dan seseorang yang sedang junub ; kecuali ketika hendak makan minum dan tidurnya ia berwudhu terlebih dulu ." ( HR. Abu Dawud dan Ahmad )
Subhanallah , begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan jika kita mau melazimi bersuci ketika hendak merebahkan diri . Maka jika kita ingin selalu dekat dengan malaikat , jangan berwudhu ketika hendak sholat saja . Wallahu 'alam bisshowab .
Langganan:
Postingan (Atom)