>

Total Tayangan Halaman

Selasa, 27 April 2010

Mbah Bejo ......

Namanya Bejo Suminto . Orang biasa memanggilnya Mbah Bejo . Usianya sudah hampir 80 tahun . Hal ini tampak dari gerutan di wajahnya yang hampir merata , rambutnya telah memutih , badannya hampir bungkuk ,jalannya tertatih tatih dan giginya telah habis . Pendengarannya pun sudah jauh berkurang , namun tatapan dari sinar matanya masih sangat tajam . Nada bicaranyapun masih lantang walaupun terkadang tidak jelas .
Mbah Bejo sangat mengidolakan Soekarno . Baginya Soekarno adalah seorang nasionalis sejati . Soekarno telah mendarma baktikan hidupnya untuk bangsa dan negara , tanpa pamrih . Ia seorang yang jantan dan berwibawa . Mulutnya mampu menyihir jutaan orang dengan pidato pidatonya yang sangat memukau .tetapi sayangnya Soekarno tdk bisa menikmati seluruh pengorbanannya . Mbah Bejo percaya bahwa Soekarno di bunuh secara perlahan oleh Soeharto yang berakhir dengan kematiannya . Maka tak heran Mbah Bejo sangat membenci rezim Soeharto .
Begitu rezim Soeharto tumbang Mbah Bejo sangat girang . menurutnya sebutan Bapak pembangunan tersebut hanyalah topeng untuk menutupi kebusukannya saja . Kekayaan negara di bagi bagi kepada keluarganya dan kroni kroninya saja . Korupsi meraja lela . Di mata Mbah Bejo Soeharto tak punya rasa Nasionalisme , negara di gadaikan ,perusahaan perusahaan asing menguras habis kekayaan Indonesia tanpa menyisakan sedikitpun untuk kesejahteraan rakyatnya .
Pada saat Habibie menjadi Presiden , Mbah Bejo amat geram . Timor timur yang dgi perjuangkan dengan darah dan pengorbanan yang begitu besar dilepas begitu saja .Seakan akan seluruh pengorbanan tdk ada artinya Hilang tanpa bekas . " Habibie penghianat nasionalisme " ucapnya lirih .
Pada Era Gus Dur , Mbah Bejo tak banyak berharap . Menurutnya Fus Dur tak bisa di pegang . Ucapannya plin plan , tingkahnya aneh . Banyak pembisik . Tak jelas jiwa nasionalismenya . Makanya saat Gus Dur lengseng Mbah Bejo tak begitu perduli , cuek .
Kejatuhan Gus Dur menjadi berkah Megawati .Ia berhasil menjadi presiden negri ini . Hal ini kembali mencuatkan harapan baru Mbah Bejo . Ia berharap naiknya Megawati akanmampu meneruskan cita cita Soekarno . Membvangkitkan kembali nasionalisme yang di khianati oleh Soeharto dan Habibie . Namun Mbah Bejo terkejut , saat Megawati banyak menjual aset aset negara kepada orang asing . Kekecewaan Mbah Bejo semakinmenjadi jadi saat melihat ulah para pemimpin yang seakan pesta pora menikmati kue kekuasaan , sementara rakyat dalam keadaan krisis yang berkepanjangan . Sehingga harapan tinggallah harapan .
Harapan Mbah Bejo yang hilang mencapi titik puncaknya saat pemilihan presiden secara langsung di gelar . Hiruk pikuk perebutan kursi kepresidenan menjadi tontonan Mbah Bejo setiap harinya . Mulai dari janji janji manis untuk merebut simpati , sampai uang trilyunan untuk biaya pemilu dan iklan . Dalam batin Mbah Bejo sungguh penghamburan uang rakyat yang luar biasa besar .Mereka hanya berfikir untuk merebut ekuasaan , tanpa memikir penderitaan rakyat . Sungguh mereka tak punya rasa empati .Tidak mau berkorban untuk rakyat ini . Tidak punya rasa nasionalisme , gumamnya sendiri .
Kini Mbah Bejo hanya mampu menerawang kosong . Kecintaannya pada bangsa dan negara telah dikhianati . Pengorbanannya selama ini tak di hargai . Baginya generasi ini telah kehilangan spirit nasionalismenya . " Ternyata nasionalisme hanyalah slogan kosong " desahnya dengan nafas tersengal seakan akan menyesali apa yg telah terjadi .

Minggu, 25 April 2010

Dimanakah Kedudukan Kita Di Dalam Kehidupan Ini

* Kalau anda menggaji seorang pembantu , apa kedudukan dia sebenarnya ....??
* Apakah ada tugas lain baginya selain melakukan kewajibannya terhadapmu dan mematuhi perintahmu ? Dan dia tidak melakukan sesuatu apapun , kecuali yg menyenangkan anda , dan tidak melampaui tugasnya sebagai pembantu ...?
*Masih adakah tugas lain bagi seorang pembantu selain mengabdikan diri kepada majikannya ....?
* Kalau anda seorang kepala kantor dan membawahi beberapa orang pegawai , lalu apa kedudukan pegawaimu itu ?. Selain dia mengikuti menjalankan perintah dan tugas yang engkau berikan , pantaskah kalau dia juga mengumumkan sebagai kepala kantor , yang sejajar dengan kedudukanmu ......?
* Kalau ada seorang raja yang memerintahkan sesuatu kepada rakyatnya dengan tangan besi dan kau termasuk warganya , bagaimana posisimu di samping sang Raja ...?? apakah anda dapat berbuat sewenang wenang , dan melawan perintah Raja negeri atau melawan hukum yang berlaku ....?
Kalau anda mengaku mempunyai hak dan kekuasaan di negri itu atau anda menuruti perintah orang lain yang mengakui dirinya Raja negri itu dan menyuruhmu untuk mengakui dia sebagai Raja ,maka anda akan di cap sebagai pemberontak dan pembangkang . Hukuman yang akan anda terima sudah tersedia , tentu anda dapat membayangkan hukuman bagi seorang pembangkang yang tidak mengakui adanya kekuasaan Sang Raja yang sah . Dengan perumpamaan yang singkatini saya berharap anda sudah tau : di mana kedudukan kita sesungguhnya dalam kerajaan Allah ini ?
Jika anda mengakui dan menerima dengan ikhlas seseorang yang mengaku dirinya paling perkasa dan berkuasa dan menerima dengan senang hati hukum dan undang undang yang di ciptakan olehnya serta mencampakkan hukum dan undang undang Allah Raja di atas segala Raja , Penguasa Tunggal seluruh alam . Maka anda adalah seorang pembangkang yang telah berbuat durhaka kepada Sang Pencipta dan telah sesat sesesat sesatnya .
Tanamkanlah di dalam hati sanubarimu , hanya dialah yang memegang kendali semua makhluk atau melepas bebas kalau Dia mau . Tidak seorangpun dalam kerajaanNya yang bisa melarikan diri dari hadapan Nya dan bersembunyi dari intaian Allah SWT .
Seandainya jasadmu telah hancur lebur , tercerai berai dan tertimbun tanah atau berterbangan bagai abu di tiup angin atau menjadi mangsa ikan ikan di laut , namun Allah dengan kekuasaan dan kekuatan yang tiada terhingga , mampu mengumpulkan semua bagian tubuhmu yang telah berserakan , kemudian menciptakan tubuhmu seperti keadaan semula . Segala sesuatu baik itu air , udara , bumi dan seluruh yang terdapat di alam semesta ini tunduk kepada titah perintahNya , dan tidak berdaya melakukan maksiat dan pembangkangan terhadap Dia .
Mampukah kalian menjawab kalau Allah bertanya :
- Kalian adalah hamba hamba yang ada di bawah kekuasaan-Ku , lalu dari mana kalian mendapat wewenang dan hak , sehingga berani mengaku seorang pengusa yang mempunyai kekuatan penuh .....?
- Dari mana kalian mendapatkan hak , sehingga berani menerapkan hukum hukum yang kalian buat dalam kerajaan Ku .....?
- Kalian adalah hamba hamba Ku , tetapi kenapa kalian ikhlas danmenerima dengan senang hati , orang yang mengaku Tuhan selain Aku ...?. Dan engkau mengabdikan diri kepadanya ...!!.
- Kalian adalah hamba hamba Ku tetapi mengapa kalian tidak mematuhi hukum Ku dan mematuhi hukum yang lain ....?. Kalian menerima limpahan karunia dan rizki dari kekayaan perbendaharaan Ku , tetapi mengapa engkau meyakini yang lain sebagai wali dan pemberi rizkimu , dan mengabaikan kemurahan Ku ...?. Kalian adalah hamba dan budak Ku , tetapi mengapa engkau sujud dan menyembah sesuatu yang lain dari Ku ....?. Dan kalian hidup dalam wilayah kerajaan Ku namun kalian dengan ikhlas dan senang hati menerima serta menjalankan undang undang dan perintah yang lain dari Ku . Bagaimana kalian melakukan kejahatan dan pembangkangan seperti itu ....?
Siapakah di antara kalian yang mampu menyanggah semua tuduhan itu ....?
Pembela kawakan mana yang akan engkau datangkan untuk menyelamatkan dirimu , yang mampu memutar balikkan fakta dan hukum agar engkau bebas dari hukuman Nya ?

Oleh karena itu kita harus tanamkan keyakinan pada hati kita , bahwa pemerintahan dan kekuasaan Nya dalam kerajaan agung itu berdiri dengan kekuatan Dzat Nya sendiri ,dan semua kekuatan kekuatan yang ada di seluruh alam semesta ini ada dalam genggaman tangan Nya . Kau mengakui atau ingkar , senang atau tidak senang , engkai tetap menjadi rakyat di bawah pemerintahanNya . Tiada wewenang bagi anda atau seorang makhluk pun di alam ini untuk merancang aturan undang undang yang baru atau mengganti hukum yang syah yang berlaku di dalam kerajaan itu . Kita tidak berhak menggunakan sifat yang tidak layak dipergunakan kecuali oleh Allah , atau mengaku aku menjadi penguasa mutlak yang menguasai alam semesta . Dan tidak layak bagi seorang makhluk pun untuk menerapkan undang undang selain undang undang Nya , dan berkata kepada rakyat Allah : " Ikuti undang undang kami ini " , dan membuat hukum hukum baru yang tidak sesuai dengan syareatNya , lalu berkata kepada hamba hamba Allah : " Ikutilah hukum hukum kami ini " !.

Demikianlah penjelasan singkat di mana kedudukan kita yang sebenarnya sehingga kita tidak melampaui batas batas teritorial Allah , yang kebanyakan orang hari ini telah melampaui batas batas teritorial Allah .
Akhirnya kami mohon maaf jika ada kata kata yg kurang pas sebagai hamba Allah yang lemah yang tak luput dari khilaf , dan jika ada kebenaran itu semata mata datangnya dari Allah Azaa Wa Jalla semata

Nasehat Dan Pesan - Pesan

Kali ini kami cuplikkan beberapa pesan pesan dari Para shohabat , tabi'in dan orang orang sholeh yang telah mendahului kita yang semoga dapat menjadi ibroh bagi kita dan sebagai pedoman bagi kita bersama :

1. Pesan / Nasehat dari Umar Bin Khattab Ra :
" Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab ! Timbanglah kualitas ibadah kalian ( sudahkah ikhlas karena Allah dan memenuhiu ketentuan Sunah Rosul Nya ) sebelum amal perbuatan kalian di timbang ! Karena sesungguhnya proses hisab kalianakan lebih ringan apabila kalian telah menghisabnya sejak sekarang . Berhiaslah kalian untuk hati pertanggung jawaban yang sangat besar yang pada hari itu kamu dihadapkan kepada Tuhan mu , tiada sesuatu dari keadaanmu yang tersembunyi bagi Allah ".

2. Nasehat Hasan Al Basri rokhimahullah ( seorang tabi'in )
" Perumpamaan dunia dan akherat seperti timur dan barat , jika salah satu mendekat maka yang lain akan menjauh . Dan gambaran tentang keadaan dunia ini adalah : dunia di awali dengan kesulitan dan di akhiri dengan penderitaan / kebinasaanb , yang halal akan di hisab dan yang haram akan berujung siksa . Yang kaya akan menghadapi ujian dan fitnah , sedangkan yang miskin selalu dalam keadaan kesusahan ".

3. Nasehat Abdullah Bin Mubarrak kepada Fadhail Bin Iyadh rakhimahullah ( seorang tabi'in )
" Wahai orang yang beribadah di Masjidil haramain . Seandainya engkau mengerti keadaan kami tentu engkau akan tau bahwa engkau bermain main dengan ibadahmu itu . Kalau pipi engkau dilinangi genangan air mata maka pangkal leher kami di lumuri darah yang tertumpah . Jika wangian engkau beraroma minyak misyik maka aroma kami adalah debu debu fisabilillah dan bau bubuk mesiu ".

Kedua orang ini adalah sama sama ahli ibadah , ahli fikih orang yang zuhud , Ibnu Mubarok berada di tapal batas Islam berjaga jaga dalam rangka jihad fi sabilillah sedang Fadhail bin Iyadh berada di Makkah Masjidil Haram .
Kita di sini menikmati ibadah dengan meneteskan air mata dalam kekhusukan ibadah kita maka di saat bersamaan di belahan bumi yang lain Islam di hinakan darah kaum muslimin di tumpahkan tanpa alasan yang haq kita di sini cuma mengucapkan Inalillahi waina lillahi rojiun La haula wala quwataila billah , tanpa terdetik sedikitpun untuk membantu mereka minimal dengan do'a pun tidak , maka itulah yang di namakan dengan bermain main dengan ibadahmu .

4. Pesan terakhir sayyid Qutb rahimahullah ( sesaat sebelum di eskusi )
Sesaat sebelum beliau di gantung oleh Toghut Gamal abdul Naser Mesir seorang Alim ( kalau disini perwakilan dari MUI ) berkata kepada Sayyid Qutb " Adakah pesan terakhir sebelum kamu di eksekusi maka ucapkanlah La ilaha Illallah ." Maka Sayyid Qutb berkata kepada si alim tersebut " Saya anda suruh mengucapkan La Ilaha Illallah ? , ketahuilah karena La ilaha Illallah saya berada di tiang gantungan ini sedangkan anda juga mengucapkan La Ilaha Illallah makan roti duduk di kursi empuk ".

Oleh karena itu seseorang yang telah mengucapkan 2 kalimat syahadat pada saat itu juga harus tau arti dari kalimat tersebut , harus tau konsekwensinya , tau apa saja tuntutan tuntutan dari kalimat syahadat itu . Jadi wajar jika orang kafir Qurais dulu enggan mengucapkan syahadat , karena mereka tau arah dari kalimat itu sehingga keras penentangannya lain orang islam hari ini sehari dia ucapkan kalimat itu berkali kaliu tetapi tidak tau maknanya , tuntutan tuntutan kalimat itu dan syarat sahnya kalimat itu ( sungguh ironis )

Semoga 4 pesan tersebut dapat memberikan manfaat yg besar . jika ada kesalahan kami mohon maaf dan jika ada kebenaran itu semata mata hanya datangnya dari Allah saja

Selasa, 09 Maret 2010

Antara Pencari Hidayah Al Qur'an Dan Yang Berpaling DariNya



Seseorang yg duduk di tepi sungai , Termenung memandangi ikan yg berenang kesana kemari . Akankah dia mendapatkan ikan tersebut dg hanya berangan angan ?.Sedangkan orang yg berkutat dg tali pancingnya ,melemparkan umpannya sekuat tenaga , dengan sabar menanti tarikan si ikan pada kailnya .Tidak hilang pula kemungkinan dia pulang dg tangan hampa . tanpa ikan satupun yg tersimpan pada bubunya .
Demikian pengibaratan orang yg berburu hikmah Al Qur'an . Ada diantara mereka yg berusaha keras untuk mendalami Al Qur'an yg ujungnya tdk mendapat apapun . Cobalah bandingkan dg mereka yg berpaling atau bahkan menghilangkan Al Qur'an dari keseharian mereka. Akankah mereka bisa mendapatkan hidayah darinya . Jika mungkin ada tentu jumlahnya sangat sedikit.
Tak lain dan tak bukan kesemuanya hanyalah tergantung pada hidayah yg Allah turunkan . Akan tetapi relakah kita menjadi pungguk perindu bulan yg termenung tanpa usaha . Atau menjadi daun talas yg mempermainkan Al Qur'an di permukaannya , akan tetapi tdk mendalami makna yg tersirat di dalamnya .
Tercatat dalam siroh perjalan dakwah Islam . Kisah keislaman Umar bin Khottab. Seseorang yg sangat benci pada Islam pada masa jahiliyahnya . Penganut fanatik budaya jahiliyah . Sampai suatu ketika Rosulullah pernah berdo'a meminta kepada Allah untuk menguatkan Islam dengan salah satu dari dua Umar . Siapakah mereka ? Umar bin Khattab dan Abu Jahal . Jika kita memandang Do'a Nabi tersebut dari sisi lain bisa kita bayangkan betapa dahsyatnya permusuhan Umar bin Khattab kala itu hingga di samakan dg Abu Jahal yg sudah sangat masyhur permusuhannya terhadap islam .
Umar yg masih jahiliyah saat itu berambisi untuk membunuh nabi Muhammad Saw yg membawa sebuah ajaran baru dalam kitab yg dia bawa . Yang mana dikatakan sebagai wahyu Allah . Umar sangat marah karena kehormatan nenek moyangnya di injak injak dg kehadiran Nabi Muhammad Saw .Hingga suatu saat dia berjalan dg pedang terhunus munuju kediaman Nabi . Satu tujuannya, mengakhiri riwayat sang pembawa ajaran baru tersebu . Ternyata Allah berkehendak lain . Langkahnya terhenti dg celotehan seseorang yg mengatakan adiknya sendiri telah memeluk ajaran baru. Kemarahannya semakin memuncak . Berbaliklah ia menuju rumah adiknya . Hingga pada akhirnya , kejadian tersebut menjadikannya tersentuh hidayah melalui indahnya lantunan kalam Allah .
Daun talas akhirnya takluk dg air. Akan tetapi kejadian seperti ini tdk berlaku untuk setiap orang dengan sedemikian mudahnya . Hanya hidayah khusus dari Allah yg bisa melakukannya. Adapun kisah tentang seorang pemancing ikan yg sudah mendapatkan ikan malah melepaskannya .
Syahdan di suatu masjid dg menara tinggi . Hiduplah seorang ahli Al Qur'an . Dia alim , hafidz dan taat beragama . Hingga suatu ketika dia naik kemenara tsb untuk mengumandangkan adzan . Tak sengaja tampaklah anak gadis seorang tetangga masjid yg beragama nasrani . Dia kemudian jatuh hati pada kecantikan gadis tersebut . Dia datangi rumahnya. Hingga akhirnya dia bertekad untuk menikahinya . Si gadis menyambut cintanya , dan mengatakan mau menikahi asalkan dia masuk agama nasrani . Celakalah si alim . Murtadlah dia dari agama Islam demi cintanya pada si gadis . Sesaat kemudian malaikat maut yg selalu manaati ketentuan umur manusia datang menjemputnya . Si alim jatuh dari bangunan bertingkat dan meninggal dunia .
Seseorang yg berusaha dengan keras mencari hidayah Al Qur'an pada umumnya akan menemukannya , terkecuali segolongan kecil sebagaimana yg terkutip di atas .Dan kita berlindung kepada Allah akan hal tersebut . Sedangkan orang yg berpaling dari hidayah Al Qur'an niscaya dia akan tersesat terkecuali jika Allah berkenan menurunkan hidayahnya sebagaimana kisah Umar bin Khattab .
Bagaimanakah kita seharusnya kita umat Islam terhadap Al Qur'an ? QS : Fatir : 32 yang artinya :
" Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang - orang yang kami pilih diantara hamba- hamba kami , lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada pula yang lebih dulu melakukan kebaikan dengan seizin Allah ."
Dari Ayat diatas para Ulama' mengambil kesimpulan bahwa umat Islam dalam menerima Al Qur'an mereka berada pada tiga tingkatan .
Pertama : Mereka yg menganiaya diri sendiri / dg istilah syar'i pokok iman . Dan tingkatan ini baru memenuhi syarat syah nya iman yg dengannya dia terbebas dari ancaman kekal di neraka jika ia mati dalam keadaan tersebut . Dan di sebutkan dalam kitab Nawaqidul Iman Al-I' tiqidyah, mereka di katakan muslim / mukmin yg kurang imannya / termasuk orang -orang fasik . Di antara mereka juga ada golongan yg sering melakukan perbuatan dosa dsosa besar namun mereka tdk dikatakan kafir kecuali telah melakukan perbuatan kufur .
Imam Al Maruzi berkata : " kekafiran adalah kebalikan dari pokok iman , kerena iman memiliki pokok pokok ( dasar dasar ) dan beberapa cabang . Maka tdk di katakan kafir kecuali pokok iman telah hilang ( dari dirinya ) .
Kedua : adalah tingkatan pertengahan
Ibnu Taimiyah berkata : " Barang siapa yg memiliki sifat ini ia berhak mendapat pahala dan jika dalam dirinya ada benih kemunafikan dan melakukan dosa dosa besar , maka dia diancam masuk neraka , namun tidak kekal ( karena masih terdapat iman ) meskipun hanya seberat biji sawi . Namun dia tdk di katakan mukmin secara mutlak yg mendapat janji masuk surga tanpa siksa .
Ketiga : adalah mereka yg telah mendahului untuk berbuat baik / di sebut orang orang muhsinin yg di katakan oleh Rosullah dengan sabdanya yg artinya : " Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah olah engkau melihatNya. Jika tidak mampu maka yakinlah bahwa Allah melihatmu " ( HR . Muslim )
Selayaknya umat Islam menaruh perhatian besar akan Al Qur'an . Sebagaimana di contohkan oleh Nabi Muhammad di masa para sahabat . Beliau tidak memperkenankan menulis apa apa selain dari pada Al Qur'an . Tidak lain tidak bukan supaya perhatian mereka tercurah pada Al Qur'an . Sehingga cahaya , api semangat dan pedoman dari Al Qur'an benar benar mereka dapatkan . Akankah kita umat Islam generasi ini mengikuti langkah mereka atau malah tertipu dengan tipu daya musuh Islam ??.
Sumber An Najah edisi 54
Al- Qur'an Pedoman dan Pencerah


Al-Qur'an kitab yang mencakup untaian kata-kata mutiara dari Rabb sang pencipta di turunkan kepada makhluknya yang hina . Buku pedoman penunjuk langkah di dunia yg gelap gulita . Kumpulan cahaya yg nantinya akan membedakan drajat manusia yg satu dan lainnya bila dia bisa mencapai derajat taqwa , dg membaca , mentadaburi , mengamalkan dan mendakwahkannya .

Akan tetapi realita masakini , Al Qur'an yg menjadi pedoman hidup mulai di singkirkan perlahan -lahan oleh orang -rang yg membenci Islam . Bahkan adapula mereka yg menghilangkan keotentikan Al Qur'an bertopeng dg nama Islam itu sendiri . Mereka ingin memadamkan cahaya benderang yg akan di dapat oleh umat Islam bila mendalami Al Qur'an . Mereka takut akan keberanian singa yg akan diraih muslimin jika menelaah Al Qur'an .
Sangat di sayangkan, bila ternyata ada sebagian umat Islam sendiri terhanyut tipu muslihat itu . Menerima mentah-mentah perkataan mereka . Menyanjung mereka setinggi - tingginya bak dewa . Bahkan tak sedikit yg mengkultuskan mereka . Apakah umat Islam salah memandang atau bahkan hati mereka telah buta akan kebenaran . Atau mungkin saja mereka tak mau pernah mendalami makna - makna yg tersirat dalam kitab suci ini .
Sesungguhnya mereka yg tak mau berkaca pada Al Qur'an akan retimpa 4 perkara :
1. Mati hatinya
Dengannya akan hilang kesucian hati nurani yg senantiasa mengingatkan kita dari perbuatan hina .Hilang rasa jengah dari diri kita manakala kemaksiatan menghiasi keseharian kita . Terhijablah hidayah Allah dari diri kita .
2. Kehilangan cahaya ( furqon)
Bila Al Qur'an mulai di tinggalkan , niscaya kaki akan bingung melangkah . Tak jelas mana yg dituju . Tiada lagi pedoman batas antara yg haqdan yg batil .Tak pelak lagi kesesatanlah yg akan menyambut kita di penghujung langkah kita .
3. Kehilangan fokus dalam beribadah
Rasa nyaman , tenang , dan khusyuk ketika kita merenungi ayat-ayat Nya .Rasa kerdil, kecil, dan penuh penghambaan keika kita membaca tanda- tanda kebesaranNya .Akankah kita rasakan bila kita meninggalkan Al Qur'an . Akankah kita memahami nikmatnya beribadah tanpa menghayati kalam Rabb kita tercinta. Sungguh bila Al Qur'an telah hilang dari kesehariannya , ibadah akan terasa hampa , seakan amalan ritual harian semata .
4. Hilangnya api ( ghiraoh )
Rasa lemah dalam berjuang merupakan suatu keniscyaan . Manakala semangat kita redup bahkan padam , sengan mengingat Allah melalui Al Qur'an kita bisa menyulutnya kembali. Dengan bercermin pada umat umat terdahulu kita bisa berintrospeksi . dengan memahami beratnya perjuangan Rosulullah kita bisa termotivasi . lalu apa yg terjadi bila Al Qur'an hilang dari keseharian kita . Niscaya api pengobar perjuangan itu akan sirna dan musnah .